Rabu, 22 Juni 2016

Bukan Tentang Diri Sendiri

Ketidaksengajaan perjalanan mengantarkan saya dan Husna ke Masjid Jogokariyan. Sudah lama sebenarnya penasaran sama masjid ini kalo pas Ramadhan. katanya, lagi nggak Ramadhan aja subuhnya penuh. Dan, kalau diingat-ingat mungkin terakhir kesini ada enam bulanan yang lalu saat jadwal asrama.

Jogokariyan dikenal sebagai kampung Ramadhan. Dari jaman 2014 kayanya aku tau kalo Ramahan di Jogokariyan itu rame banget. Dan benar. rame jualan. Rame acara. Rame dekorasinya Rame jugaaa hidangan berbukanya. Pas kita datang di waktu yang mepet azan, kita langsung disuguhi sepiring nasi gudeg, kurma,  dan air minum. Dan masih super banyak hidangan yang tersaji, padahal semua jamaah yang udah datang juga udah dapat hidangan tersebut. Dan yang membuat takjub adalah, seluruh hidangan ini disajikan pake piring beling. Which is itu harus dicuci, bukan sekali buang kayak nasi kotak atau nasi bungkuss kayak dua masjid lain yang saya pernah buka di sana.
.
.
.
soalnya....masyarakatnya mau berburu pahala nyuci piring-piring kotor itu :"

kemudian bada shalat magrib, kami kedapatan shaf di halaman, beralaskan tikar. dan depan samping kami ada meja yang tadi dipakai buat menghidangkan bertumpuk piring dan gelas.
terus ada yang lagi beresin piring dan gelas kotornya. Cekatan sekali.
seorang bapak bertangan satu. tangan kirinya hanya sebatas siku.
.
.
.
saat itu kami berdua makin tersadar-sebenarnya saya pernah mau bikin tulisan sejenis setelah menyadari kondisi seorang ibu dengan anak kecil saat Ramadhan-bahwa Ramadhan bukan hanya soal peningkatan capaian diri sendiri. Barangkali kita masih sibuk sama capaian-capaian pribadi. Kuaantitas halaman, rakaat shalat malam, ziyadah dan murajaah hafalan, seberapa sering ikut kajian, berapa banyak yang sudah disedekahkan. Dan dengan bangganya kita merasa Ramadhan kali ini lebih baik dibanding A, B, C, D yang mungkin capaian pribadinya belum sejauh itu.


Lupa kalau masih ada hal-hal yang barangkali untuk orang lain, yang dilakukan teman-teman kita. Hemh, jauh sekali ya masihan levelnya. Mari bebenah diri. Suka kagum sama orang yang baiiik banget nawarin bantuan buat orang lain. Semoga Allah menguatkan kita semua untuk kian bermanfaat bagi orang lain. Aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar