Hari ini pulang habis magrib, setelah dua pekan terakhir tidak menjalaninya.
Malam ini purnama tak nampak, padahal malam ke-15.
Pikiranku jadi melayang ke seharian ini ketika di perjalanan....
Hari ini badanku rasanya rontok. Mungkin berlebihan menyebutkannya, tapi pegal di sana-sini. Lanjutan hari kemarin ternyata belum kembali pada kondisi normal sedia kala. Hal yang membaik alhamdulillah bersin-bersin hari ini sudah lumayan berkurang. Hanya masih mudah merasa kedinginan, rupanya.
Tapi hari ini aku bisa tersenyum, dan (berusaha) merespon orang lain dengan (semoga) baik. Aku jadi belajar bahwa mengelola perasaan tanpa tergantung sama kondisi fisik itu sebenarnya bisa. Tapi kondisi fisik bisa berubah karena perasaan yang tak enak.
Mungkin itu kenapa, ada pasien yang ceria dan riang, walaupun dirawat sekian lama di rumah sakit dan belum terprediksi kapan sembuhnya. Sementara, kalau perasaannya sudah tak enak, badan juga rasanya capek. Mau ngapa-ngapain nggak enak.
Jadi malu sendiri mengingat beberapa masa lalu saat aku sedang pada puncak load dan muncul banyak ga enakan ke teman-teman, bahkan senyum sedikit pun aku pelit....
Habis itu emang pengen belajar gimana caranya biar bisa ramah dan penuh senyum kembali. Ini mengingatkan ke masa aliyah sih. Dulu sampai ada teman yang mengapresiasi senyumku dan bilang kalau dia jadi belajar tersenyum untuk bahagia, ketika orang tersenyum karena bahagia. Sebenarnya aku mengulang-ulang kalimat ini sejak aku ada pada puncak load itu. Bisa kembali ke diri yang dulu sampe temenku bilang gitu mungkin emang belum mudah, tapi mestinya bisa diusahakan.
Walau ya ditengah-tengah hari ini pun pikiranku satu dua juga kepikiran sama hal-hal lain. Pertanyaan-pertanyaan yang entah kapan aku paham jawabannya, hal yang membuat terkejut, hal yang membuat perlu menahan diri, hal yang membuat aku berpikir, hal yang membuat aku menerka.
Tapi aku mau belajar, buat bisa masang senyum pada wajah. Terserah lawan bicaraku responnya gimana. Aku mau belajar tetap berusaha ramah ke orang, walau responnya mungkin ndak sesuai yang diharapkan.
Walau tadi aku juga sempat mendongak dan melihat langit gelap yang tanpa rembulan itu, bagaimana mengelola wajah yang baik saat memang sedang sedih, sedang ada masalah, sedang ingin bercerita tapi tak bisa atau tak tahu pada siapa....
Aku jadi ingat temanku yang selalu tersenyum. Yang ada masalah ndak keliatan, yang disayang banyak orang. Di sisi lain aku juga bertanya, apa itu baik? Atau lebih baik menampakkan mood dan perasaan di wajah. Biar saja. Nyambung gak ya kalau aku hubungin dengan bulan yang, ya dia sebenarnya ada. Tapi ada waktunya kapan dia ketutup mendung, kapan benderang. Kapan hanya tersenyum dengan sabitnya, kapan memancarkam penuh sinarnya kala purnama. Entahlah....
Pertamyaan-pertanyaan itu masih membenak. Mungkin diredam dengan sabar dan syukur mestinya sudah cukup.
Malam ini bersin-bersin dan pusing lagi rupanya. Semoga besok sudah membaik....
Rabu, 30 Mei 2018
Selasa, 29 Mei 2018
Today's Monolog
feeling very tired in the rest of the day. hope tomorrow will be better by finishing today's homework (at tomorrow), share the time and capability, and finishing the rev. meeting prep. and also, happy faces of all people:") *semoga ga da ga enak-ga enakan lagi
tepar banget rasanya hari ini, pulang depok cibinong di hari libur saat puasa ternyata padet banget jalanannya. berkali lipat dibanding hari biasa. habis maghrib rasanya pingin tidur karena berat banget kepalanya.
tapi tentu saja, ada yang harinya lebih lelah dari aku. jadi, selalu bersyukur ya fit :")
tepar banget rasanya hari ini, pulang depok cibinong di hari libur saat puasa ternyata padet banget jalanannya. berkali lipat dibanding hari biasa. habis maghrib rasanya pingin tidur karena berat banget kepalanya.
tapi tentu saja, ada yang harinya lebih lelah dari aku. jadi, selalu bersyukur ya fit :")
Senin, 28 Mei 2018
Rabu, 23 Mei 2018
Dear Setyani
dear setyani, hari ini, di perjalanan motor yang cukup panjang karena rute yang tidak biasa, aku senang sekali mengingat kamu hari ini wisuda. mengingat kamu yang sudah berhasil melewati berbagai tahapan dan fase dunia perkuliahan. mengingat kebersamaan hari-hari di gycen jogja dan forum lingkar pena. mengingat kamu yang menaklukan ketakutan dan kecemasan. dan hari ini, namamu disebut di gedung yang sama dengan gedung pertama yang menyambut kita untuk tes toefl kala daftar ulang itu.
dear setyani, di perjalanan tadi ketika aku mengingat kamu, aku kerap terngiang kata-kata yang kamu lontarkan kala kita ke iec di seturan(atau pulangnya ya ty?). saat itu kita ga dapet pinjeman motor, padahal hari sebelumnya dapat. tapi katamu, aku mau naik transjog aja sama fitri. biarin lama, kan jadi bisa ngobrol banyak sama fitri :")
dear setyani, hari ini kamu membuktikan kesungguhanmu untuk sesuatu. dan percayalah bahwa, Allah punya kado tak terduga buat kamu. tunggu aja tanggal mainnya.
dear setyani, nani kalo aku ke Jogja, kita makan pisang kaget yang di pandega ya. aku mau bikin di cibinong tapi belumnyari nemu gula aren. kita makan di mana ya set kira-kira? oiya, aku jadi ingat kehebohan kita nemu kue ape di bandung setelah sekian lama tak pernah menemukannya di jogja (bikin kedai kue ape aja apa ty kita di jogja, obat rindu hehehe).
dear setyani, terima kasih telah membersamai bermain-main sambil belajar. terima kasih sudah tinggal di depok (lah) jadi aku punya teman main kalau kamu pulang. aku punya banyak doa buatmu. kusampaikan padaNya saja ya. selamat sung ke cilacap untuk koas!
dear setyani, di perjalanan tadi ketika aku mengingat kamu, aku kerap terngiang kata-kata yang kamu lontarkan kala kita ke iec di seturan(atau pulangnya ya ty?). saat itu kita ga dapet pinjeman motor, padahal hari sebelumnya dapat. tapi katamu, aku mau naik transjog aja sama fitri. biarin lama, kan jadi bisa ngobrol banyak sama fitri :")
dear setyani, hari ini kamu membuktikan kesungguhanmu untuk sesuatu. dan percayalah bahwa, Allah punya kado tak terduga buat kamu. tunggu aja tanggal mainnya.
dear setyani, nani kalo aku ke Jogja, kita makan pisang kaget yang di pandega ya. aku mau bikin di cibinong tapi belum
dear setyani, terima kasih telah membersamai bermain-main sambil belajar. terima kasih sudah tinggal di depok (lah) jadi aku punya teman main kalau kamu pulang. aku punya banyak doa buatmu. kusampaikan padaNya saja ya. selamat sung ke cilacap untuk koas!
Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H
Ujian (2)
"...Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat." QS.Al-Furqan(25):20
Dulu pernah nulis tentang manusia yang bisa jadi ujian satu sama lain. Detailnya ada di sini. Nggak nyangka pada suatu hari saya nemu terjemah ayat yang secara letterlek menyebutkan hal itu. Dan jadi kembali mengingat bahwa Allah nggak akan berhenti menguji hambaNya sampai dia lulus dari ujian tersebut. Jadi kalau kita lari, ya Allah akan ngasih ujian yang sama bertujuan sama biar kita naik kelas ke level berikutnya(lengkapnya ada di tulisan yang pertama itu).
.
.
Dan untuk kesekian kalinya...diingatkan tentang bersabar. Lagi dan lagi.
(juga tentang Allah Maha Melihat, relate ke postingan beberapa menit lalu yang ini)
Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H
Langganan:
Postingan (Atom)
