Kamis, 03 Agustus 2017

Picture : Kodomo Raiburari

when i suddenly found this pict and...i wanna post these all
-perpus yang jauuuh banget dari stasiun, dibela-belain bujuk temanjalan waktu itu kesana setelah ke beberapa tujuan dan ternyata perpusnya....tutup hari itu :")

*kumenyesal ndak foto bersama gambar sebelumnya. eh tapi di yang di sparklingin itu masih keliatan ding :") Semoga Allah kasih kesempatan di lain waktu untuk masuk dan mengeksplor.

btw, setelah kepo, nama website perpus ini id URL nya kodomo (gemes banget gak sih, kodomo tu artinya anak-anak :")


dilihat dari pintunya aja, kita bisa menebak bahwa dalamnya akan banyak petualangan :")

once upon a time, kita harus ketemu lagi, ya :')

tambahan bonus
-perpuskota Jogjakarta; setelah dikasih blokade area khusus yang lumayan tinggi itu, belum pernah baca-baca lagi. Dulu mah, masuk aja dan baca buku-buku di sana. Ada beberapa buku anak yang ngga biasa ceritanya; tapi matter dan bisa ngasih pandangan soal case kehidupan yang ngga biasa jadi konten bacaan anak. Sayang, terakhhir nyari di toko buku ndak ada :"

-perpus Magelang, depannya doang soale masih tutup libur lebaran

-There is a reason why I posted these pictures after accidentally finding the first photo that evokes my memories :')

-Rumah, 3 Agustus 2017




Minggu, 30 Juli 2017

untuk Shofi


Rasanya masih tidak percaya ketika pertama kali mendengar kabar Shofi Jumat kemarin. Bukankah rasanya baru saja pagi atau semalam aku lihat update igstory kamu, Shof?

Dear Shofi,
aku kehabisan kata-kata sore itu. Jumat itu. Aku merinding dan bahkan sampai sekarang pun masih sesekali. Riangmu, semangatmu, ambisiusmmu, jurnal ilmiahmu, keimpulsifanmu, galaumu.
Barangkali aku belum sedekat itu sama Shofi. Tapi, aku belajar banyak hal soal kesungguh-sungguhan yang kau cerminkan. Aku mengagumi tekad kuatmu untuk jadi scientist. Aku heran kenapa energimu tidak pernah habis, kenapa kamu begitu betah baca jurnal ilmiah, kenapa kamu bisa terlihat sebegitu riang walaupun terkadang kamu tidak enak badan.

Perginya Shofi jadi teguran keras buat kami;
Apakah kematian tidak cukup menjadi pengingat?

Bukannya baru semalam kamu menempuh kereta Jakarta-Yogyakarta? Bukankah paginya pukul delapan kamu baru selesai mengirim email untuk deadlinemu? Bukankah beberapa teman kita baru saja berbalas komen denganmu dua jam yang lalu sebelum berita itu sampai pada kami?Bukankah rencana kembalimu dari Jogja tinggal senin besok? 

Tapi Allah memintamu pulang duluan. Lebih dulu dari rencanamu. Lebih abadi dibanding tujuan pulang awalmu.

Dear Shofi,
aku yang tidak sealmamater kampus saja menyaksikan bahwa betapa banyak yang kehilangan sosokmu. Apalagi mereka yang banyak irisannya denganmu, ya :"
Mereka mengenang kebaikan-kebaikanmu. Semangat juangmu yang terus menyala. Energi yang tidak pernah habis. Kontriubsimu yang jauh dari rasa lelahmu. Keinginanmu untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat lewat mimpi-mimpi penemuanmu.

Semoga rahmat dan ampunan Allah selalu ada padaMu Shof. Semoga kebaikanmu masih terus mengaalir, karena kami yang kamu tinggalkan, rasa-rasanya masih menerima itu semua. Kelak, semoga kita bisa berjumpa di surga,, ya Shof.


Kami sayang Kamu, Shof.


Selamat Jalan, Kepulangan. Selamat Datang, Kepergian..Kebanyakan dari kita selalu rindu kepulangan akan rumah. Menanti-nanti waktu berakhirnya hari dan menyambut lonceng tanda pulang dengan kebahagiaan. Akankah kelak kita menyambut dengan suka cita pula, saat Allah menyerukan panggilan untuk pulang menuju ke rumah keabadian?Pulang adalah hak bagi mereka yang pernah berangkat. Kepulangan seperti senja yang indah adalah akhir yang tenang dan membahagiakan. Mungkin ia adalah perpisahan, tetapi ia menjadikan kepergiannya membekas indah pada orang-orang yang ditinggalkannya.. -via Siti Nur Rosifah


Fitri-yang merasa kehilangan
semoga aku bukan menjadi orang yang merugi 
karena tidak menjadikan kabar ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri





update
“Karunia yang Allah berikan lebih besar daripada musibah, karenanya kita harus bersyukur.” -Abinya Shofi-via tulisan indah 

Jumat, 28 Juli 2017

#KomikPalestina : Rekomendasi Buku Anak Edisi Hari Anak 2017

Ahad lalu bertepatan dengan tanggal 23 Juli 2017. Tentu kita sudah tidak asing mengenal tanggal ini sebagai hari anak yang diperingati setiap tahunnya di Indonesia. Saya yang kebetulan banyak follow akun media sosial penerbit buku anak dan penulis buku anak pun melihat banyak postingan yang berkenaan dengan hari anak ini. 

Bagi beberapa orang, suatu tanggal diabadikan jadi tanggal peringatan suatu momen mungkin tidak terlalu penting. Saya pribadi juga nggak menganggap itu penting yang gimana banget gitu sih. Tapi, bagi saya momen peringatan adalah waktu untuk kita jadi semcam dikasih alokasi waktu untuk ngeh sama hal-hal yang berkaitan dengan momen itu. Kayak dikasih porsi khusus gitu, lho.


Khusus pada momen hari anak kemarin, selain peringatan hari anak, di media sosial juga lagi gencar soal Palestina. Bukan hanya konten berita, tapi juga komen-komen soal Palestina. Salah satunya soal anak-anaknya. Karenanya saya sempat terbayang tentang momen hari anak di Palestina.

Two Mates of This Week

Juli ini memang sesuatu :")

Kamis, 27 Juli 2017

Al Fath : 11; Hati dan Mulut Kita


(
((mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya))

Halo, seberapa sering mengatakan (se)suatu doa karena kebiasaan, bukan memang karena sungguh-sungguh ingin dikabulkan isi bacaannya?

Seberapa sering membaca bacaan hanya karena yahu harus dibaca saja, tanpa paham apa makna bacaannya?


Badr, 25 Juli 2017