Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movie. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Menulis, Blog, Sedikit Random

Saya nggak tahu apa yang menggerakkan jemariku untuk mengetik postingan ini. Mungkin karena setelah melihat dua blog orang yang bahkan belum pernah saya temui, kak Dipta Tanaya, dan juga kak Novi Ahimsa Rosikha. Kalo Kak Nay udah kenal di FB *temennya kak Suci sih, hehe. Kalo kakak yang satunya : aku suka postingannya yang judulnya Bulan, Katakan Padanya...

Postingan blog itu kadang obrolan diri sendiri aja, cukup rasa-rasanya kita yang tahu kenapa kita. Tapi kenapa disebar lewat blog? Saya pikir, lewat blog kita belajar untuk menulis. Oke kita bisa aja nulis di jurnal kita. Tapi ada yang beda ketika kita nulis di media yang bahkan orang lain pun bisa mengaksesnya. Tapi setida-tidaknya, kita lumayan berpikir untuk menimbang-nimbang : mau kayak gimana sih tulisannya nanti. Dan satu lagi, ga mungkin rasa-rasanya kita ngepost yang isinya random macem sebel sama orang, pasti ada kata-kata kiasan atau apalah itu namanya. Setidak-tidaknya, kita belajar untuk memilah dan merangkai kata.

Selain itu postingan di blog kadang terlihat galau. Saya pun begitu. Tapi sedikit saja saya beri tahu : tidak semua kegalauan adalah kegalauan penulisnya. Ada saja serpih-serpih kejadian yang mungkin menginspirasi, bukan? Atau bisa jadi kita berpikir seumpama saya adalah orang itu, si A, si B, si C dan seterusnya. Kadang-kadang memang disini ada sisi sotoy *jelek banget bahasanya -_- . Tapi, ya itulah~ Itulah di mana pikiran kita terinspirasi dan kemudian menuangkannya ke dalam tulisan. Ya, meski kadang cuma baris pendek saja.

***

Hal random lain : tentang mimpi. Semalam saya baru sadar ada orang yang ternyata beberapa mimpi saya ceritakan padanya, belum pada yang lain. Haha :D #efek nonton perahu kertas *telat amat sih fit .

Oh iya, sama satu lagi. Tentang Neptunus, saya rasa, beberapa orang juga punya 'Neptunus'nya masing-masing. Sesuatu--yang kepadanya kita bercerita; mencurahkan banyak isi hati, walaupun yang ngerti 'Neptunus'nya masing-masing ya tetep diri kita sendiri. Bisa jurnal harian, bisa dialog kita pada diri sendiri, siapa saja : 'Neptunus' yang kita ciptakan dari dalam diri masing-masing kita. Ah, saya jadi inget imajinasi kecil saya. *tapi sekarang udah enggak :P

See ya ! :D

Sabtu, 06 Oktober 2012

Perahu Kertas #part2

--
"Dear Neptunus, aku mencintainya.
Di depannya aku menjadi diriku sendiri seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya.
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya.
Bahkan untuk sekedar bilang rindu.. atau butuh.
Banyak yang nggak ngerti, lalu terluka dan saling menyalahkan.
Karna itu aku takut bicara tentang hati.
Maka kutuliskan saja. Lalu kusimpan dan mungkin ku kirimkan ke..
Entah kemana.."
--
“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”
--
“Kamu hebat,” decaknya, “itu memang keajaiban. Saya bisa merasakan, anak-anak tadi nyaman banget dengan diri mereka sendiri. Kamu berhasil memancing karakter mereka keluar. Mereka jadi percaya diri, punya harga diri. Punya kebanggaan”
--
Hati tidak pernah memilih.
Hati dipilih.
Karena hati tidak perlu memilih.
Ia tahu kemana harus berlabuh
--
“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun.”
--
“Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin”
--
“Kamu ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kamu dulu, untuk akhirnya menjadi diri kamu yang asli, begitu?”

“Aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas, baru setelah itu.. TER-SE-RAH. Aku nggak tahu kamu selama ini ada di planet mana, tapi di planet yang bernama Realitas ini, aturan mainnya ya gitu”
--
“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan”
--
“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”
--

Diantara miliaran manusia pasti tuhan mempunyai alasan mengapa kau & aku dipertemukan
--
Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan. ujung ujungnya kita juga tau kok, mana yang diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita. Dan…kita juga tau apa yang kita pengen jalani
--

Jumat, 23 Desember 2011

Crazy Little Thing Called Love

Ini judul film, bukan judul tentang curhatan gue. 
Sebenernya pasti jadul banget nih, gue baru nonton ni film. Padahal anak-anak udah nonton dari abis liburan puasa. Waktu itu bukannya gak mau ikut nonton sih. Mau, cuman gak waktu itu.

Gue makin kepengen nonton abis kelompoknya Andina presentasi review Bahasa Inggris., Nah, kelompok mereka itu ngambil movie Crazy Little Thing Called Love buat dipresentasiin. Plus muterin sedikit cuplikan film. Saat itulah gue kepengen banget nonton.

Akhirnya nyari siapa yang punya filenya. Tapi gue gak bisa nonton di sekolah juga. Ga ada waktu, ga ada tempat juga buat nyetel filmnya. Akhirnya baru kesampaian liburan ini.

Dan, saat gue nulis blog ini adalah sesaat dengan selesainya gue nonton film ini.

NICE :), deep, touching, sweet, beautiful story, and make me crying

film ini ngebuat gue nangis. See? Awalnya juga gue ngerasa agak lebay, sampe nangis-nangis segala. Eh ternyata waktu liat di blog Anisah, sama aja. Dia juga nangis. Nadia, adik kelas kami yang ngasih komen di blognya Anis juga nangis. Haha, ternyata sama aja.

sedih, mungkin lebih tepatnya mengharukan. Ah tapi nggak juga deh. Apa, ya? Gue juga bingung kenapa gue nangis....T^T

FIlm ini sebenernya menceritakan Nam, seorang gadis yang awalnya bad looking, yang menyukai kakak kelasnya, Shone, yang jadi cowok favorit di sekolahnya. Selanjutnya sebenernya bisa ditebak sendiri, adalah cerita tentang bagaimana Nam kemudian berjuang agar menjadi seseorang yang bisa membuat Shone juga tertarik padanya. But, this story not just being told without any problems, right? Yah, apa aja masalah dalam perjuangan cinta Nam? Ayo, tonton filmnya :)

Di bagian ini aku mulai nangis T^T
Lagunya bagus dan menyentuh :)


I don’t know how much longer
That I have to put up with everything
I’ve been hiding all the truth inside my heart
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?

Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday

Though I love you
Though I feel
but deep down inside, I don’t dare to tell you
Everytime we meet
Everytime you turn face to me
Though I look indifferent
Do you know how much i have to force myself?
Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
and hope you will realize..
Someday
Can you hear my heart calling for you, loving you?
But I can’t open my heart for anyone to know
Can you hear it?
My heart keeps waiting there for you
Waiting for you open it
And I hope you will realize
That this person loves you
Please I hope you will know
Someday



sama ketika bagian akhir pas lagunya diputer lagi..

Meskipun film ini sebgaian besar tentang cinta, tapi film ini juga ngajarin kita tentang pertinya persahabatan, tentang bagaimana kita berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan suatu hal yang diinginkan, tentang mengejar impian dan tentang bagaimana untuk berupaya lebih baik lagi dengan usaha sekuat tenaga. 

finally, i think it's really good to see !