Jumat, 31 Januari 2014

[Resensi#1] Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta; Perspektif Cinta Aneka Rupa

Judul Buku           : Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
Penulis                 : Tasaro G. K.
ISBN                    : 978-602-9225-88-4
Penerbit               : Qanita (PT Mizan Pustaka)
Ketebalan            : 264 halaman
Harga Buku         : 52.000
Cover Buku         :
gambar dari sini
tampak  atas, diambil dari sini












Adalah Arumdhati, yang memiliki pertanyaan besar dalam hidupnya akan perasaan Angaraka terhadap dirinya. Ia selalu terkenang-kenang pada kenangan masa kecilnya dengan Angaraka. Sampai akhirnya ia harus pergi sekolah ke Yogyakarta, meninggalkan daerah asalnya untuk sekian lama. Dan sekian lama terpisah, pertanyaan itu belum juga terjawab. Meninggalkan kerinduan yang besar dalam diri Arumdhati.

Satu-satunya penyambung rasa rindu yang kian memuncak pada Angaraka adalah mengirimi Ibu Angaraka hadiah setiap lebaran akan datang. Kebiasaan yang telah berjalan selama 10 tahun. Bagi Arumdhati, 10 tahun berlalu, 10 hadiah telah dikirimkan, maka telah ada 10 kebahagiaan, begitu harapannya. Baginya hadiah-hadiah itu adalah pengganti kerinduan, pengganti rasa cintanya yang teramat besar pada Angaraka, yang terakhir ia dengar dari Ibu Angaraka bahwa pemuda itu telah mendapatkan gadisnya di perantauannya sana. Kalimat yang benar-benar membuat Arumdhati enggan berkunjung ke rumahnya lagi.

Kali ini, hadiah yang telah Arumdhati incar untuk dibeli ia minta simpankan pada Ibu penjual di Pasar Beringharjo karena uangnya belum cukup. Hadiah spesial untuk ibu dari laki-laki yang amat dicintainya. Hingga ketika pada akhirnya Arumdhati tidak bisa memperoleh hadiah yang sudah diincar dan membuatnya berpikir sekian lama. Kemudian ia yakin bahwa ini merupakan pertanda ia harus mengunjungi kediaman Ibu Angaraka. Sesulit apapun ia melarang dirinya untuk mendatangi kediaman Angaraka dan sepedih apapun rasa rindu itu ditahan-tahan, Arumdhati yakin, kali ini ia harus datang ke rumah Ibu Angaraka.

Arumdhati tak pernah tahu, kenyataan yang sebenarnya terjadi di kediaman Ibu Angaraka. Akankah perasaan Arumwangi terjawab?
***

Sekilas, orang akan terkecoh bahwa buku ini merupakan novel. Tidak ada resensi apapun di cover belakang. Meskipun begitu, cover belakang memuat suatu kutipan ‘Mau kubilang lantang…atau kupendam dalam diam, tetap saja kusebut (dia) cinta.’ yang tetap akan membuat penasaran para calon pembaca.

Buku ini baik untuk dibaca pada siapapun yang ingin mengetahui cinta dari berbagai sisi. Karena kumpulan buku ini berisi tentang cerpen-cerpen tentang aneka macam cinta. Tidak hanya cinta versi sempit yang biasanya hanya tentang perempuan dan laki-laki yang jatuh cinta, namun juga masalah cinta kepada Tuhan, kepada ibu, kepada bangsa, kepada sesama jenis, kepada harta benda, bahkan cinta yang disangkutpautkan dengan sifat psikopat. Lewat perspektifnya Tasaro menjelaskan aneka macam cinta itu dengan pemilihan diksi yang baik, meskipun beberapa bagian akan sulit dipahami oleh pembaca yang tidak terbiasa dengan diksi yang dibilang ‘tinggi’. Cerita-cerita di dalamnya tidak hanya kaya akan diksi, namun juga kaya akan pesan yang hendak disampaikan sang penulis bagi para pembacanya, termasuk kutipan-kutipan yang dapat membuat pembaca merenungkannya kembali.

Buku ini dikemas secara menarik. Disajikan full colour dan setiap cerita memiliki warna khas masing-masing sebagai border yang mempigurai masing-masing halaman cerita. Juga terdapat lukisan di setiap akhir cerita yang tentu maksudnya adalah penggambaran dari cerita sebelumnya. Keunikan suatu buku yang jarang sekali ada pada buku lainnya. Namun kelebihan ini mau tak mau juga berdampak pada harganya yang menjadi lebih mahal pada buku sejenis dengan tebal yang sama lainnya.

Kamis, 30 Januari 2014

Indiva Readers Challenge 2014

Yap, berkaitan dengan 2014 dan Penerbit Indiva mengadakan Indiva Readers Challenge 2014, akhirnya saya memutuskan untuk ikutan berpartisipasi dalam kompetisinya. Terlepas dari alasan apapun menurut saya ikutan Indiva Readers Challenge 2014 bia memotivasi untuk membaca lebih banyak buku daripada tahun sebelumnya *minat baca berkurang jauh kayanya dari SD ke SMP dan jenjang selanjutnya samai sekarang, sok banyak yang dipikirin sih ya, haha. SD emang enak yang dipikirin masih sedikit, jadi ngga peduli kebanyakan baca novel juga.


Oh iya, event ini juga saya pengen belajar biar bisa tahan baca buku-buku non fiksi. Soalnya selama ini memang susah sekali tahan baca non fiksi, doakan saja ya manteman. Meski kayanya jumlah fiksi yang dibaca tetap akan lebih banyak dari fiksinya, hehe. Ah iya, terus juga pengen baca salah satu terbitan Mizan yang semacam KKPK tapi yang bikin udah lebih tua usianya, itu loh seri fantasteen, hehe Btw kalo komik ampe dimasukin sini juga gak yah? hehe~

Terus maafin juga kalo dashboard kalian akan dipenuhi (sok iya banget --a) sama resensi-resensi buku. Mulai yang diminati oleh pembaca blog ini sampe engga. Buku-bukunya nanti ada juga yang punya pribadi ada juga yang pinjem, hehe. Kalau mau pinjem bukunya boleh aja bilang, tapi ya itu tadi karena ada yang pinjem juga jadi ya mungkin ga semuanya saya punya.

Yuk-yuk kalau ada yang mau ikutan eventnya juga :D

Selasa, 28 Januari 2014

[repost] Jika dan Hanya Jika Dibaca

habis ngepost tentang toko buku, liat dashboard blog ada postingan dari tumblrnya Kak Yunus Kuntawi Aji tentang buku, *terus semangat*, pengen di repost di sini*soalnya blogspot gabisa reblog*, semoga menimbulkan kebermanfaatan buat teman-teman semua...aamiin.

repost from http://kuntawiaji.tumblr.com/post/74765675202
*langsung brb kepo situs lendabook-nya *niat bikin akun*

Jika dan Hanya Jika Dibaca 
academicus:
Hari ini setelah selesai kuliah, saya mampir ke FIB. Sedang ada acara UI Book Festival, dan seperti acara apapun yang digelar di FIB, selalu ada bazaar. Dan yang paling saya suka dari bazaar FIB yang selalu digelar di depan gedung 9 adalah, buku-buku bekas!
Yap, di emperan gedung 9, selalu ada buku-buku keren dari Toko Buku Langka Taman Mini. Jumlahnya ratusan. Buku-buku ini bertebaran, beragam, mulai dari buku sastra, autobiografi, majalah National Geographic yang masih bagus dan rapi, buku langka dari luar dan dalam negeri yang keren setengah mati tapi ga terbit lagi, hingga yang ga penting seperti Conan dan Naruto yang halaman tengahnya udah jamuran. Tapi harganya cuma tiga sampai lima ribuan. 
Saya selalu senang datang kesini karena bisa mampir membaca buku-buku unik, dan kalo lagi ada rejeki, selalu bisa pulang membawa buku keren dengan harga murah. Hari ini saya senang sekali. Sebabnya adalah uang beasiswa saya bulan ini baru saja turun, dan saya bisa menyisihkan sebagian untuk beli buku. Bermodalkan delapan puluh ribu, saya bisa mendapatkan tiga buku keren: Blink nya Malcolm Gladwell (dalam bahasa inggris), Edensor nya Andrea Hirata, dan Slilit Sang Kiai nya Emha Ainun Najib. Sedap!
Saya sangat bersyukur karena bulan kemarin saat uang beasiswa turun sempat tergoda membeliBlink baru di Books and Beyond yang dibanderol sampe 95.000. Wajar sih, namanya juga baru dan buku ini international best seller yang sudah cetakan keberapa coba. Tapi alhamdulillah akhirnya tidak jadi, dan beberapa hari berikutnya - di toko buku bekas - saat mencari buku murah untuk dibaca di pesawat ke Sri Lanka, nemu serial Malcolm Gladwell sebelumnya: Tipping Pointyang dicap dengan harga dua puluh rebu doang! Saya tambah senang luar biasa karena hari ini nemu Blink bekas orang cetakan tahun 2006, tapi masih bagus (dan malah berkesan klasik) seharga dua puluh rebu juga! 
Saat mendapatkan Tipping Point sebulan yang lalu saya juga mendapatkan Laskar Pelangicetakan 2008 dengan harga dua puluh rebu! Dan hari ini saya menemukan Edensor, setelah ngobrol sambil ngajak abangnya ketawa-ketiwi bisa turun harga dari empat puluh ribu menjadi dua puluh rebu juga! 
Sepertinya dua puluh rebu menjadi harga keberuntungan saya, tapi sayang sekali tidak berlaku untuk bukunya Emha Ainun Najib. Saya penasaran sekali dengan kumpulan kolomnya, dan saya rela untuk itu membayar empat puluh ribu untuk itu (lagi pula edisi cetakan pertamanya di tahun 1991 yang katanya sih sudah langka). 
Ah saya suka sekali konsep buku bekas. Buku-buku yang saya beli ini semuanya masih dalam kondisi bagus, cover nya masih bersih, halamannya juga masih tersusun rapi, tulisannya masih jelas terbaca semua. Seperti buku favorit anak perempuan yang sangat dijaga kondisinya. Pokoknya masih bagus dan sangat layak baca. 

Konsep jual-beli buku bekas itu sangat bermanfaat.  Ketika kita beli buku, buku apapun itu bentuknya, buku sekolah, kuliah, novel, majalah, biografi, you name it, pasti hanya dibaca dalam waktu tertentu saja. Buku kuliah misalnya, hanya dibaca saat mata kuliah itu berlangsung saja, atau paling lama dibaca lagi saat mau sidang. Setelah itu, kemungkinan besar tidak dibaca lagi. 
Begitu pun dengan buku-buku lain. Seberapa sering sih anda membaca buku-buku anda lagi? Ya kemungkinan besar sedikit sekali kan. Sedangkan buku itu akan bermanfaat jika dan hanya jika dibaca. Maka kalau anda tak membacanya lagi, biarkan buku itu dibaca orang lain. 
Jalannya ada dua: menjual/menyumbangkannya, atau meminjamkannya. 
Jalan pertama, bisa dilakukan dengan banyak cara pula. Kalau menyumbangkan, saya maksimal dalam tiga bulan saya menyortir lagi buku-buku koleksi saya yang ada di rumah ataupun di kosan, mengumpulkannya dalam satu kardus, lalu mencari informasi tempat yang membutuhkan sumbangan buku. Misalnya waktu itu ada gerakan Drive Books Not Cars dimana kita menyumbangkan buku bekas, lalu buku-buku itu akan dijual, dan hasilnya digunakan untuk membeli buku-buku yang dibutuhkan oleh anak-anak di pedalaman Flores. Atau yang sekarang sedang saya sortir akan saya sumbangkan untuk Tabata, sebuah taman baca di Pulau Pramuka yang dikelola dan digagas oleh senior saya Kak Heri, untuk memberi bacaan yang bermanfaat bagi anak-anak pulau. 
Kalau untuk menjual, setelah saya search kesana kemari, ternyata banyak juga jalan untuk menjual buku bekas, peminatnya pun banyak. Sepertinya saya akan segera mencoba menjalankan bisnis ini. 
Jalan kedua, adalah dengan meminjamkan. Coba deh ikutan dengan gerakan lend-a-book yang diprakarsai oleh tumblr blogger paling terkenal sejagad Indonesia: Yunus Kuntawi Aji. Lendabook sekarang sudah berkembang pesat dan menjadi sosial network sendiri yang dapat diakses di lendabook.co. Dan perlu sekali anda tahu, Oktober kemarin saya bersama mas Ahmad Syarif Affandi (Founder) dan mas Yunus (Co-Founder) menghadiri World Summit Global Congress di Sri Lanka karena lendabook diakui dunia sebagai website dengan konten terbaik, dan mendapat penghargaan World Summit Youth Award di kategori Create Your Culture! Kurang gaul apa lagi coba. Silahkan beritanya bisa Anda cek disini
Sekali lagi, buku itu akan bermanfaat jika dan hanya jika dibaca. Maka jadikan buku itu bermanfaat; jika Anda sudah tidak memerlukannya, biarkan orang lain membacanya. 

Toko Buku

Jika kau pergi mencariku, pergilah ke toko buku, atau pameran-pameran buku. Jika Allah mengizinkan, mungkin Ia akan mempertemukan kita di sana.

Aku menyukai toko atau pameran buku. Terlalu suka. Menghirup aroma ribuan buku di dalamnya. Melihat cover yang berupa-rupa. Aneka warna. Aneka desain. Industri percetakan kini kreatif sekali, bukan? Desain cover yang dulu biasa sederhana maju selangkah demi selangkah. Selangkah menjadi berilustrasi dengan tulisan yang menggunakan font baku. Sampai saat ini berevolusi menjadi cover-cover yang sangat menarik. Ada yang dua lapis, punya gambar timbul, cover paling depan tak utuh, atau malah bisa dibuka dari tengah karena memang didesain seperti itu. Sungguh membuat tertarik para calon pembeli, termasuk aku.

Aku suka memandangi berbagai buku itu lama-lama. Desain yang begitu menarik, dan tentu juga segala macam isi kepala di dalamnya. Ah, betapa produktif sekali orang-orang di dunia ini, ya. Mereka semua mampu menuangkan berbagai gagasan hingga dapat dinikmati jutaan orang. Betapa bermanfaatnya mereka.

Sekalipun sudah sebesar ini, selain novel, buku anak-anak tetap saja masih menarik perhatianku. Entah karena apa. Karena dulu aku sangat suka membacakah? Atau aku berandai-andai dapat membawakan semuanya untuk Fahri yang sangat suka membaca dan Fatih yang baru bisa membaca-meski sesekali terbata. Atau aku membayangkan dunia anak-anak yang begitu menyenangkan jika dilalui di antara tumpukan buku itu. Menyenangkan sekali ya. #terus ngebayangin beliin anak buku di masa depan #abaikan ._.

Aku sungguhan. Mataku berbinar melihat karya-karya serial Kecil-Kecil Punya Karya dan macam-macam seri yang dituliskan oleh penulis cilik lainnya. Berbinar takjub, subhanallah sekali ya anak-anak saat ini. Dunia penerbitan membuka pintu yang begitu lebar bagi mereka. Berbinar, yang juga kemudian mencipta sebersit perasaan sesal, karena dari dulu tidak pernah serius untuk mencipta barang satu saja. Juga berbinar, kemudian iri. Bahwa diri belum bisa menebar manfaat di bumi, seperti mereka; para malaikat-malaikat kecil itu. Sering sekali ya kita yang sudah sebesar ini dikalahkan oleh anak-anak kecil itu.

Ah, kau tahu, pergi ke toko buku -atau pameran buku, tentu saja- adalah wisata yang sungguhan menyenangkan. Wisata yang bisa melecut diri untuk bisa menulis, dan paling tidak menyumbangkan satu saja di antara ratusan judul yang ada di toko buku ini, yang tentunya akan terus bertambah. Semoga ;), kumohon doanya, ya.

Aku melangkah lagi. Ah, kulihat buku cerita ana-anak lama yang sudah terjilid sempurna. Bukan dalam buku kecil-tipis berjudul satu-satu. Ini sudah dijilid dan isinya tentu berjudul-judul. Covernya hijau muda yang menenangkan, kalem sekali warna hijaunya. Buku cerita klasik. Karya Hans Christian Andersen. Karyanya yang imajinatif dan disenangi anak-anak. Ah, malah jadi terpikir dunia anak-anak yang polos dan -tentu- sangat menyenangkan. Orang dewasa juga terkadang berandai-andai untuk kembali ke masa kanak-kanak mereka, bukan? Hahaha, jadi melantur. Aku terlalu sering mengamati Fahri dan Fatih sih, jadi benar-benar melihat kepolosan serta ketulusan mereka ;)

Aku jadi semakin terpekik tertahan ketika mengeksplorasi lebih jauh. Adalah satu penerbit besar yang memiliki penerbit-penerbit anakan, yang bukunya benar-benar-banyak-sekali di toko buku ini. Ah, tentu menyenangkan sekali ya ada di dalamnya. Menjadi editor mungkin sangat menyenangkan, bukan? Membaca tumpukan naskah tiap hari, kemudian mengeditnya menjadi lebih enak di baca-jika ada yang kurang enak di baca, atau sedikit-demi-sedikit EYDnya. Kau tahu, menjadi editor adalah salah satu profesi yang kuinginkan, terutama di penerbit itu :)). Makanya aku pernah bilang ingin tinggal di kota itu. *Padahal di sana bukan kota* #apasih Fit, hahaha.

Baiklah, aku memang belum tahu banyak dunia editor. Jadi ingat dulu pernah chatting sama seorang penulis buku yang pernah kerja juga jadi editor buku. Padahal belum pernah ketemu kakaknya, dan baru sebatas pernah baca bukunya serta follow blognya-sampe seade-adenya aku follow twitternya #*dasar kurang kerjaan*. Tapi kakaknya welcome banget. Beliau itu penulis -dan pernah jadi editor- walau dulu kuliahnya Fisika. (Nulis apa Fit? Novel dooong, makanya saya demen. Kalau nulisnya buku teori Fisika saya nggak akan seexcited itu sama kakaknya, bahkan nggak tertarik buat baca dan kepo, haha. Eh btw, dulu kakanya pernah komen di blog saya B) *merasa senang*. Oke, back to topic.)

Juga ingat Kak Benny Rhamdani, seorang editor yang saya follow blognya, terkadang saya baca artikel di kompasiananya, dan yang sangat saya suka cerpen-cerpen karyanya semasa kecil (dan kalau boleh jujur, sampai sekarang). Dari blog dan kompasiana-nya saya benar-benar membayangkan betapa menyenangkannya menjadi editor dan penulis cerita anak :D *excited*. Tahu novel anak serial Inilah Kelas Paling Ajaib? Sampai 3 seri buku karangan Kak Benny Rhamdani itu terbit. Dan saya taruh urutan paling depan di rak buku kepunyaan saya-yang benar-benar saya urutkan sesuai judul kesukaan. Ah... ;). Bahkan pernah ikut lomba foto dengan karya beliau, padahal saya punyanya terbitan lama. Covernya yang sekarag udah di revisi. Dan Alhamdulillah Kak Benny nggak keberatan saya ikutan mesti bawa-bawa karya terbitan lama itu :) (dan alhamdulillah dimuat looh, cari aja di google). Kemarin di toko buku saya menemukan Buku cerita bergambar seri princess gitu (princessnya shalihah dong, princessnya pake kerudung), salah satu kontributornya juga Kak Benny, menyenangkan sekali ya kak sepertinya bergelut dalam dunia itu :') #tiba-tiba jadi inget Kugy-nya Perahu Kertas

Haha, kadang kalau kayak gini malah jadi terlihat lebih menarik daripada dunia kampus *dikemplang anak seprodi dan seorganisasi* ampun teman-teman, namanya juga curhat, hehe. Dan yaaah, mungkin ini ya yang namanya suka, dan mungkin...menjurus e passion. Entahlah, tapi semoga. #aduh malah ngalor ngidul.

Eh, tapi ngomong-ngomong aku serius. Aku benar-benar berharap kita bertemu di toko buku; bertemu yang tanpa disengaja. Di tanah manapun di dunia ini :')


Buncahan hati selama ke toko buku kemarin
Depok, 27 Januari 2014

Kamis, 23 Januari 2014

“Jadilah kupu-kupu, jadilah pohon berbuah madu. Maka matahari akan mendekapmu, dalam hangat dan cahaya. Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit, lalu menebarkannya di bumi. Sungguh, di surga, mimbar-mimbar kemilau dan menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencintai karena Allah. Mari membangunnya dari sini, sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, sekokoh janji. Bahkan andai segala di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah kau curiga dirimulah yang dikirim Allah untuk menjadi cahaya? Maka berkilaulah! Senantiasa dalam dekapan ukhuwah.” 
--ust. Salim A. Fillah
repost dari postingan Kak Solli di grup FLP Jogja

Rabu, 22 Januari 2014

Ibu Instan

"Nih ya Fit, menikah itu bukan hanya untuk 20, 30 tahun saja. Menikah itu untuk seumur hidup. Kita mungkin menikah 5-7 tahun lagi. Sekarang inilah waktu untuk mempersiapkan waktu yang lebih dari 20, 30 tahun itu. Kalau nggak dipersiapkan dari sekarang, mau kapan lagi? Emang mau jadi ibu instan?"
seorang teman-nggak perlu disebut namanya, saya rasa
dalam perjalanan kereta 3 Januari 
menuju Syukuran Pernikahan Seorang Teman masa Aliyah
ya, karena memang semua butuh persiapan
bukan cuma dibicarakan .
emang mau jadi ibu instan?
*ibu kriuk, kalau teman lain bilang

Resensi Indiva dan Akun Goodreads

Masih ingat 2 resensi buku yang saya posting di penghujung Desember 2013 kemarin? Resensi A Cup of Tarapuccino dan Sebelum Aku Menjadi Istrimu. Keduanya saya posting di blog ini dan di akun goodreads saya *yang notabene sebenarnya juga baru pertama kali saya buat dalam rangka mengikuti Lomba Resensi Indiva ini* di sini untuk Novel A Cup of Tarapuccino dan di sini untuk Buku Sebelum Aku Menjadi Istrimu. Setelah beberapa orang menyangka saya kepengen nikah gegara buku itu #lah karena gak tau alasan kenapa tetiba saya publish resensinya, Alhamdulillah, Allah memberikan rezekinya untuk resensi yang saya posting, sekalipun posisinya masih di posisi pemenang hiburan, tapi bagi saya ini sudah menyenangkan :')


Kemudian, sebagai newbie user di goodreads, dan masih belajar-belajar juga. Ceritanya, saya ngepos juga tuh resensi Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah-nya Tere Liye sama Udah, Putusin Aja!-nya Ust. Felix Siauw yang sebelumnya emang udah pernah saya buat. Dan ternyata saya cukup ga nyangka juga kalau bagi pengguna yang memang suka baca review dulu sebelum baca buku macam kawan saya, Arum Adiningtyas, goodreads memang cukup populer untuk tahu review sekaligus kualitas buku tersebut dari baca reviewnya, dan tentunya cukup membantu seseorang untuk memutuskan mau beli buku tersebut atau nggak.

Yang paling mengejutkan waktu itu adalah *mungkin biasa aja sih, tapi karena pas itu itungannya saya masih pengguna baru jadi kaget juga, hehehe* komentar ini di review saya terhadap Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah :
Saya takjub juga kalau review ini sampai bikin orang yang tinggal di Malaysia tertarik buat beli. Padahal bahkan novel ini sudah terbit sejak 2012 kemarin. *Bacabacabacaaa, rekomen banget :3

Postingan review saya tentang Buku Sebelum Aku Menjadi Istrimu juga dikomen sama orang domisili Jogja yang tertarik buat beli dan ga nemu di Togamas maupun Gramed. Saya jawab saja dulu belinya di Islamic Book Fair yang diselengrakan di GOR UNY. Goodreads ternyata hebat juga impactnya :D *aduh maaf jadi norak.

Happy reading :3

Senin, 20 Januari 2014

"Tidak ada atlet yang tak pernah merasakan kekalahan. Hanya saja atlet hebat adalah mereka yang secepatnya berusaha bangkit dengan kerja keras. Atlet biasa adalah mereka yang sedikit terlambat bangkit. Lalu atlet gagal adalah mereka yang sampai kapanpun hanya akan berdiri di pojok lapangan."
--Potongan surat Darell Royal, pelatih tim football di Universitas Texas, Amerika, untuk timnya.

--Tulisan di Buku Putih dari Setyani Nurul Chotimah
Kata Tyani, ini quote favorit dia yang senantiasa menyuntikkan semangat ketika berkali-kali 'jatuh'
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')
"Friends always wipe your tears everytime you cry. Friends will always rise you up everytime you down. So, everytime you feel so alone, believe that there are friends who will always cheer you up, brighten your days, give you happiness." 
dream high~work hard~pray heartfully~miracles happen :) 
No matter what happen, we'll always be OHANA 

--Tulisan di Buku Putih dari Nisa Karima
Ohana means family, family means nobody gets left behind
*quote film Lilo & Stich, paling suka dibilang Nikari buat nggambarin BPH iCare 2011
partner tercare sepanjang masa :')
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')  






"Jangan ragu untuk menjadi dirimu sendiri, karena itulah kunci kebahagiaan hidup" 
"Jadilah cahaya harapan di tengah gelapnya keputusasaan, 
Jadilah cahaya pedoman di tengah ruwetnya ketersesatan, 
Jadilah cahaya penyemangat di tengah muramnya kelemahan, 
Jadilah cahaya penyadar di tengah menjulangnya kesombongan" 
--Tulisan di Buku Putih dari Gianluigi Grimaldi Maliyar
ngaku seniman kegagalan, tapi saya percaya kalo dia ga akan gagal
temen yang paling rajin ngeblog (y), dan populer juga blognya di pasaran *emang jualan -_-
buktinya waktu saya nulis ini, blog dia udah visited by 80ribuan orang B))
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :') 
"Belajar adalah sebuah keharusan, namun sukses adalah sebuah pilihan"

--Tulisan di Buku Putih dari Izzah Aisyah Ridlani 
salah seorang anak gycen yang paling saya lihat Kiasu nya :')
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')
"Oiya, pokoknya kalo Fitri lagi sedih atau down, liat kaca aja. Pasti semangat lagi, soalnya Fitri lucu banget. HAHA \:D/"

--Tulisan di Buku Putih dari Bella-Nabilla Kenyaswasti
quote ter#apadeh, tapi serius ngangenin
btw, kata-katamu ini malah memperjelas kalo teman macam kamu itulah yang lucu, haha :'D
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')  
"Mungkin orang tersenyum karena bahagia, tapi gw mulai belajar berbahagia dengan tersenyum"
--Tulisan di Buku Putih dari Bos iCare 2011, Pyan Amin
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')
"Kita hidup berapa lama? 50? 60? Sedangkan peradaban manusia berapa? 2-3 ribu tahun! Apa sih yang sudah kita lakukan? Ibaratnya kita cuman kerikil kecil yang dilempar ke samudra, hilang tak berbekas, dilupakan. Maka manfaatkan waktu yang tersisa sebaik dan semanfaat mungkin bagi bangsa, agama ini. Hehe...Kita bisa menjadi meteor yang jatuh pasti membekas dan terkenang."
--Tulisan di Buku Putih dari Nabil Satria Faradis,
dulu dapet Medali Perak Olimpiade Sains Nasional bidang Astronomi 
*makanya quotenya pake meteor-meteoran
ini salah seorang teman paling sibuk sepanjang masa, 
dulu BPH OSIS MAN Insan Cendekia Serpong 2 tahun
sekarang Menteri PSDM BEM KMFT UGM
peraih medali pimnas 2013 kemarin, habis ke Hong Kong juga
sukses terus Nabil, semoga Allah selalu melindungi dan merahmatimu!
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :') 
"Orang yang berjalan lambat akan menerima lebih banyak hal daripada orang yang berjalan cepat. Ia akan menemui lebih banyak orang, lebih banyak pengalaman di sepanjang jalan yang dilalui. Karena ia tidak terburu-buru. Semua kejadian dapat dianalisa dan dipelajari dengan lebih baik." 
*kang Oh-hyuk, teacher @Kirin Art School, Film Dream High 

--Tulisan di Buku Putih dari Maryam Zakiyyah
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :') 
"Terkadang kita hanya membutuhkan rasa percaya untuk melawan ketakutan kita"
-Flavor of Live
--Tulisan di Buku Putih dari Ifa-Rifa'atul Mahmudah
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :') 
"Everything will be okay in the end. If it's not okay, it's not the end."
--Tulisan di Buku Putih dari Madam Taqiyya
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')
*kalo ga salah dulu Madam bilang ini quote suatu film, tapi saya lupa film apa*
 
"Jangan bersedih karena semua berakhir, tapi bersyukur arena semua pernah dimulai :)"
--Tulisan di Buku Putih dari Aditya Indra Pratama 
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')

Aku Suka Saat Kamu Tersenyum :')

私はあなたの笑顔が大好きです 
Watashi wa anatanoegao ga daisukidesu 
"Aku suka saat kamu tersenyum" 
*ah, inget banyak-atu (sesuatu yang banyak, ceritanya :P)

Pulang

Saya ingat, percakapan saya sama Fatih waktu libur semester 2 ke semester 3 lalu sudah diujung waktu dan saya harus kembali ke Jogja.

Fitri : Dek, bentar lagi Mbak Fitri ke Jogja...
Fatih : Yaaah, Mbak Fitri kapan libur panjang lagi?
Fitri : Masih lama, 2014...
Fatih : Yaaah, kok lama banget sih Mbak 2014...

Kemudian percakapan di telepon Oktober atau November lalu.

Fatih : Mbak Fitri 2014 lama banget sih, Fatih udah nunggu-nunggu... *dengan nadanya yang khas Fatih banget
Fitri : *terharu banget* Iya ya Fatih. Sabar ya nunggunya. Belajar baca. Nanti Mbak Fitri pulang kalau Fatih udah bisa baca
Fatih : Yaaah Mbak Fitri...

Percakapan di telepon awal Januari.

Fatih : Mbak Fitri, ini udah 2014 loh *nada bahagianya Fatih*, Mbak Fitri kapan pulang?
Fitri : *speechless* ah Fatiiiih :') #ngomong dalem hati

:')

Minggu, 19 Januari 2014

Mission Completed :') !


Mission Completed, Alhamdulillaah :')

ceritanya, nanti ya :D

-Ruang K1 Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan
16.52

masih terbata-bata dan kurang menguasai kegaduhan sih :"

Kamis, 09 Januari 2014

Bisakah?

Bisakah kita duduk berhadapan di meja ini sejenak? Atau mungkin di bawah atap empat kaki. Atau di ruangan dingin yang menyebabkan kita harus berbisik ketika mulai untuk berbicara. Atau di manapun selama kita sama-sama bertemu, dan memulai cerita yang kita sama-sama tahu tidak jelas arahnya mau mengalir ke mana seperti biasanya. Ah, tapi kali ini aku tampaknya tahu akan mengalir ke mana.

Sejenak? Ah, sekali lagi, kita sama-sama tahu makna sejenak yang sebenarnya. Sejenak mungkin hanya alasan agar diijinkan keluar dari ruangan. Sejenak yang tak terasa bergulir lama namun kita sama-sama berkata, "Perasaaan baru sebentar," ke satu sama lain. Sejenak yang tak terasa telah mengubah diri kita. Menjadi seperti sekarang.
Sekarang? Ah, aku jadi ragu. Mungkin lebih tepat kalau kusebut mengubah aku menjadi seperti waktu terakhir bertemu denganmu, setelah jangka pertemuan yang bisa dibilang lama.

Bisakah kita kembali membicarakan tentang mimpi, cita-cita, atau apalah itu namanya. Sesuatu yang membuat kita sama-sama ketagihan untuk mencicipi dunia yang lebih luas. Idealis, mereka bilang. Tanpa peduli akan ada ranting macam apa yang bisa saja menyandung di tengah jalan. Dan tanpa peduli, bahwa kita...tak akan mudah lagi untuk bertemu.

Dan mungkin ini yang orang bilang namanya rindu. Ia selalu bermetafora dan menyelinap dalam rupa apa saja.

Jumat, 03 Januari 2014

Surat Cinta Buat Izzah

Jogja, 2 Januari 2013 23.19
Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum wr. wb.
Halo Izzah, apa kabar perasaanmu kini? sudah lebih lega kah? Lebih tenang? Atau malu-malu ragu untuk mendekap erat Kak Gildi-seseorang yang kini kau sebut sebagai suami.

Izzah, 
tidak ada 24 jam lagi sampai akad itu benar-benar terucap oleh lisan dua laki-laki yang kamu sayangi itu. Kalimat yang dengan diucapkannya benar-benar membuat segalanya berubah. Halal harammu, kewajibanmu, hakmu, statusmu, isi kepala dan hatimu, ibadahmu, bahkan...surgamu.

Aku masih ingat ketika berita gempar itu menghebohkan angkatan, menggantikan topik apapun yang sedang dibicarakan, bahkan tetap jadi topik utama berhari-hari ke depan. Siapa yang menyangka? Hingga cerita-ceritamu yang kami tunggu kau ceritakan. Sosoknya kau perkenalkan. Sekali lagi, siapa yang menyangka? Tapi semoga langkah kalian berdua adalah langkah yang akan membuktikan janjiNya, Semoga Allah selalu menolong kalian, ya :)
“Ada tiga golongan yang wajib bagi Allah menolong mereka. Pertama, budak mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa merdeka. Dua, orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya dari maksiat. Dan ketiga, para mujahid di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah)
Izzah sayang, tentang 3 Januari, siapa yang tidak kaget?
Tapi aku yakin seberapa dan bagaimanapun kagetnya kami, doa-doa terbaik tentu terkirim untukmu. Melangit, untuk kemudian segera membumi. Menghiasi ikatan suci ini dengan barakah dan rahmah. Mengetuk perlahan pintunya untuk dapat tinggal dan tak pergi-pergi. Dan kau pun tak mengharapkannya pergi, bukan?

Izzah sayang, berbahagialah!
Bukan hanya atas status yang segera berubah atau cinta yang telah terikat kuat semata. Melainkan karena peluang ibadahmu semakin lebar menganga. Bagaimana tidak? Senyummu, cantikmu, rindumu, sapamu, penjagaanmu, baktimu, apa-apa yang kau siapkan untuknya kini ibadah. Benarlah apa yang orang bilang, bahwa menikah adalah ibadah yang jangka waktunya paling lama. Surgamu kini ada pada ridha suami. Dan kelak di kakimu jugalah surga akan dititipi. Subhanallah :')

Maka jagalah. Jagalah rumahmu, di mana setiap orang bisa saja datang, tapi yang dipersilakan tak bisa sembarang. Jagalah dirimu, kehormatanmu, seolah-olah Allah benar-benar akan menitipkan Imam Syafi'i, Aisyah, atau Muhammad Al Fatih dalam rahimmu. Jagalah keluargamu sampai seakan-akan kau benar-benar bisa melihat luar biasanya cemburu para bidadari surga atas luar biasanya penjagaanmu. Seakan-akan kau benar-benar mendengar sabda Rasulullah itu, "… Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari… karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah…"

Iringi semua dengan basmalah. Sertai niat lillah. Untuk Allah. Karena kalau itu karena Allah, pasti akan terselip barakah. Belajarlah dari para Nabi, para sahabat, para anak-anak Nabi. Mereka contoh terbaik sepanjang masa. Kepadanya kamu belajar membangun cinta. Ah, maksudku, tentu saja bersama-sama. Agar cinta kalian menjadi istana, tinggi menggapai surga.

Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a baynakuma fii khayr. Semoga berkah Allah dilimpahkan kepadamu, semoga berkah Allah dilimpahkan atasmu, serta semoga Allah menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan...:')

Akhirnya hari ini tiba, Zah. Selamat menjemput RidhaNya :')

Wassalamu'alaikum wr. wb

Jumat, 3 Januari 2014 00.09
peluk sayang,
Fitri Hasanah Amhar

nb : aku punya rekomendasi lagu buat Izzah, dengernya udah lama banget dari zaman SMP danmasih suka sampe sekarang :) , Ketika Dua Hati Menyatu sama Adalah Engkau  - nya Seismic :) . Selamat merasakan atmosfir lagunya pada kehidupan sebenarnya, Zah :)