Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Kehidupan

Kehidupan berjalan. Jujur saja, terkadang rasa bosan. Namun, lebih banyak overwhelmnya. Disyukuri saja. 

Sebagai ibu ibu yang rutinitasnya nggak jauh dari hal berulang, meski masih dikasih Allah banyak kegiatan selingan, kadang wondering juga. Entah apa saja. Lalu, meski suka merasa overwhelm, somehow pas ga ketiduran, ada rasa kayak bingung mau mulai yang mana. 

Belakangan, aku keingat memori memori yang menumbuhkanku. Tumbuh di sekolah asrama. Mencicip berbagai rasa. Melihat berbagai jenak pengalaman berbeda. Rasanya beberapa ingin kutuangkan menjadi cerita, agar abadi terekam masa. 

Jujur saja, somehow aku rindu banyak hal. Dulu mungkin merasa paling banyak masalah, atau paling berbunga, atau paling dikucilkan. Setelah dewasa, hal-hal demikian kadang dirindukan. Kelak, aku membayangkan anakku merasakan apa yang pernah kurasakan di masa sekolah dahulu. Ah, masa-masa yang menyenangkan, sesungguhnya. 

Menjadi dewasa dengan segal atanggung jawabnya. Menjadi dewasa yang kadang hidup rasa lama tak berbunga-bunga, atau tak mendapat kejutan, atau tak merencanakan surprise yang membahagiakan. Entah. 

Kadang-kadang rasanya asing. Tapi ketika teringat, tetiba ingin mengabadikannya jadi cerita. Rasanya dulu hidup ramai dengan apa saja. Sekarang ramai juga dengan cara yang berbeda. Biar bagaimana pun, dalam setiap masa, semuanya menumbuhkan. 

Kadang-kadang, aku ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka yang menumbuhkan. Tentu setelah Allah sang pemberi kehidupan. Hari-hari yang kadang tak mudah, pada akhirnya mengantarkanku pada titik ini. Guru-guru yang mungkin hingga detik ini masih di sekolah yang sama, melihat case yang sama berjuta kali, tetapi tetap belajar menghadapinya sesuai perkembangan zaman. Allah merahmati bapak ibu guru, insya Allah selalu. 

Kepada kalian yang ada di sekitarku. Waktu cepat sekali merentangkan jarak. Sebagai yang pernah tumbuh dan besar bersama teman-teman di bawah atap asrama, kosan, kontrakan, mereka adalah lingkungan tempatku bertumbuh, belajar, dan mengenal diri sembari beradaptasi. Mungkin juga karnea sekarang aku tidak punya lingkungan pertemanan yang sebagaimana jaman aku sekolah, dan bekerja dulu, rasanya asing dengan circle pertemanan. Jujur aku sering rindu. Semoga kalian Allah jaga selalu, ya. 

Salam sayang, selalu. 

Terima kasih telah menghujaniku dengan tawa dan jika, tentang asa dan derita, juga tentang harap dan mengikat makna. 

Terima kasih untuk yang telah dan pernah menulis. Sehingga masih bisa kutengok jika kangen kapan-kapan.

Sabtu, 10 September 2022

Seminggu ini, 10 Sept 2022

Seminggu berlalu, kadang rasanya jadi cepat sekali. Sabtu lalu maraton di RS, antrinya super rame. Kaisa passien ke-34 dan perlu cek lab. Pulanglah kami sampai rumah jam 11.15 malam Alhamdulillah so far kondisi Kaisa sebenarnya baik-baik saja. Sedikit bapil dan nafasnya agak grok-grok serta BBnya stuck, entahlah apa benar ini permasalahan sejagat raya ibu-ibu anak usia dini: BB seret.

Aku juga berobat, Hilmy juga kepikiran berobat, dan akhirnya wkwk.

Hari itu melelahkan rasanya. Sampai RS sepi dan petugas lab nanya kenapa malam sekali ke dokternya. Lha kami dari setengah 5 di sana. Petugas lab sampai bilang, wah ini hampir satu shift. 

Sepekan berlalu. Aku mengerjakan draft yang masih sama. Hilmy yang kehabisan ide ajak main Kaisa akhirnya pergi dan rencana nginap ke nenek kakeknya Kaisa, tanpa aku. 

Tapi sore ini rasanya sepi dan mewek juga ditinggal. Padahal biasanya gak kayak gini. Seminggu lalu meluk Kaisa di penghujung malam di rumah sakit karena dia kecapekan (tentu saja), dan Hilmy harus menghadapi antrian kasir yang melelahkan. Alhamdulillah semua dimudahkan. 

Ditambah badan yang agak gak enak, mau tidur gak bisa, cuaca dingin, dengar lagu tutur batin dan lihat ucapan-ucapan seputar meninggalnya Reza Gunawan. Rasanya keluarga jadi apa ya, berasa banget the important thing in our life, yang ssejujurnya akhir-akhir ini aku rindu ssekali menikmati waktu bersama banyak orang. Karena begitu aku ada waktu kadang jadi fokus sama seluruh hal yang harusnya kukerjakan sebagai kewajibanku dengan instansi, yang sulit kukerjakan kalau aku pegang Kaisa. 

Kemarin kajian offline tentang pendidikan bareng Growtheseed. Dapet inssight menarik yang bikin mikir dan mewek seputar bagaimana para ilmuwan dan ulama terdahulu justru menemukan ilmu-ilmu lain karena kebutuhannya mempelajari dan memahami Al-Qur'an. Bahkan ilmu bahasa kayak nahwu, sharaf, balaghoh, dsb itu lahir karena keperluan mempelajari tafsir Al-Qur'an. Muqaddimah kitabnya Aljabar bercerita kalau ilmu ini lahir dari kebutuhan mempelajari waris, yang akan sulit kalau disimbolkan dengan angka romawi. Juga ilmu falak, bagaimana para ulama yang berdakwah sampai jauh harus tahu waktu shalat, dan ke mana arah kiblat. Halo, saya ada di mana?

Masya Allah ya, zaman dulu itu semangatnya karena masalah fardhhu ain, karena kebutuhan memahami Al-Qur'an, jadi munculnya bidang baru yang fardu kifayah. Yang kalau ga ada yang memahami ya jadi dosa juga buat orang muslim. 

"Di akhir kita harus tentukan, mana yang fardhu ain untuk anak kita, dan mana yang fardhu kifayah buat anak kita. Kalau anak kita belajar fardhu kifayah, jangan sampai melebihi fardhu ain dan atau tidak memberi nilai tambah buat fardhu ainnya. Contoh, apakah kalau belajar data sains, seseorang akan makin wara'; makin beirman atau tidak, makin takwa atau tidak, shalatnyaa bagaimana, lebih baik atau tidak?"

"Kita itu sering ga adil sama agama, kalau ilmu duniawi, kita rancang dari dasar sampai kuliah. Tapi kalau ilmu agama, ya kita ke taklim, denger yutub, podcast, dsb. Kita bingung menyusunnya kayak apa, 10 tahun berlalu mungkin kitab bisa mengukur ilmu apa yang nambah, tapi coba kita refleksi soal diniyah kita dari segi ilmu atau amal apakah bertambah?"

"Produktif itu harus dikaitkan dengan amal shalih, segala sesuatu yang tidak menemani kamu sampai akhirat, itu duniawi" -Al Ghazali

Lalu kemarin sore pulang naik motor, kena hujan. Kayaknya udah lamaaa banget ga pulang abis maghrib dan kena hujan kayak gitu. Sampe mikir apa terakhir kuliah ya? Terus kepikir lagi ah mungkin sebelum nikah ya, wkwkwk.

Sesorean inget Kaisa, inget Hilmy. Walau kadang rempong tapi kangen juga celoteh Kaisa, wkwk. Sehat-sehat kalian semua, ya. Sayang selalu <3.  

Rabu, 09 Februari 2022

Kangen Nggak Pernah Sebentar

 Paling sebel kalau kangen datang di waktu yang tidak tepat (emang kapan ya waktu yang tepat)

karena kangenku nggak pernah sebentar, heuheu dasar orang melankolis

because sesok koncoku rabi (bener ga sih tulisanya), aku jadi terbawa ke banyak tulisan, foto, memori, gak hanya tentang sepasang yang kukenal dua duanya ini tapi juga circle dengan orang lainnya.

time flies so fast and so true aku rindu berteman.

paling sering rasanya ngerasa pengen berteman tapi ga punya energi nyapa duluan

even kadnag so randomly aku jg ngechat orang-orang tanya kabar atau kirim doa.

kangen kangen kangen. 


-

pas mau submit baru nyadar, gaes, bahkan aku punya label kangen di blog ckckck 

Kamis, 21 Januari 2021

#sisakemarin: Tsani dan Ipeh

 


#sisakemarin, Rabu 20 Jan 2021, terjaga sejak nyaris pergantian hari di Selasa
feeling good ingat masa-masa bercengkrama mereka di bumi Sakura sana :")

Senin, 27 Mei 2019

Cerita Pagi

Pagi ini antara sahur ke subuh baca tumblr salah seorang sahabat baik. Menangis haru, entah karena apa. Bisa jadi karena ceritanya, tapi yang lebih kurasakan adalah, karena aku merasa ia menjadi diri sendiri. Aku tahu sedikit tentang ceritanya sejak pekan lalu, yang diceritakan secara mendadak sambill satu dua tetes air mata yang mengalir. Kini kutahu sebagian besarnya. Penerimaan orang tuanya, persilakan atas dirinya yang ingin ke mana untuk melepas lelah, kehangatannya terhadap anak-anak dan orang kecil, dan kehangatan keluarga.

Tapi yang paling membuat haru, sepertinya, karena apa yang ia sampaikan dari hati, akan sampai ke hati pula. Sabarnya, syukurnya, rasa nyamannya terhadap dirinya sendiri. Karena ia jujur dalam menulisnya. Menjadi dirinya sendiri.

Lalu aku share link itu ke whatsappnya. Aku bilang
I am cry to read this
Thank you for sharing (my friend's name). Just be yourself, ya. Your most honest your own self.

Me, who love you. As always :)

Aku, bukannya tidak pernah ada kese-kesel lucu atau sedih terhadap respon temanku suatu waktu. Tapi aku menyayanginya, sebagaimana biasanya. Jadi tak ragu kutulis as always dalam pesanku. Yang itu, biarlah. Setiap orang satu dua punya perbedaan persepsi dan apa yang penting dalam hidupnya.

Kemudian aku beranjak shalat. Lalu aku teringat pesan seseorang, tentang menjadi diri sendiri. Mengingat momen pertama aku menangis setelah membaca pesannya. Aku menangis lagi. Sudah tak tahu porsi menangisnya karena yang mana. Karena cerita temanku, atau karena pesan itu. Syukurku rasanya penuh. Menjadi diri sendiri, dan diterima orang lain, mungkin adalah salah satu hal berharga dalam hidup. Dan semoga bisa menjadikan diri ini menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Tangis kecil yang kubawa pada qobliyah subuhku.

Diterima tanpa tuntutan, kata akun @rabbitholeid yang pernah saya baca di sini, justru membuat kita jadi terpacu, untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku berpikir-pikir. Abi dan Ummi pernah menuntutku apa ya. Ah, sepertinya tidak. Justru di ketidaktuntutan itu mungkin aku lebih baik daripada ketika aku dituntut bisa sepeda di kelas yang sudah berbilang tinggi semasa SD. Entah, aku sulit mengingat-ingat. Tapi menjadi orang tua tentu super kompleks. Semoga Allah lapangkan sabarnya, Allah luaskan hatinya.

Pagi masih berjalan. Suatu hal terjadi di rumah. Tidak bisa aku ceritakan. Tapi batinku hanya satu, ternyata dari sekian banyak doa egois untuk diri sendiri, masih banyak doa yang dibutuhkan untuk keluarga ini. Hal-hal kecil-kecil. Doa yang spesifik-spesifik. Kadang, jadi pilu sendiri. Dan muncul ketakutan kalau terduplikasi. Semoga saja tidak. Pada beberapa case, menerima seseorang adalah termasuk menerima keluarganya juga. Ah, bahkan satu dua adalah berupa keluarga besar.

Aku mencuci piring. Usainya, aku membuka ponselku.

Temanku membalas
🥰❤ Thankyou fitri. Me, who also love you as always


Selasa, 14 Mei 2019

Juz 29 dan Sepi

Membaca (kembali) Juz 29 dan suasana yang menyenangkan.

Aku jadi ingat, masa-masa sekolah asrama. Masa-masa mencari tempat sepi untuk berusaha menghafalkan ayat-ayatNya. Jadi nostalgia. Masa-masa Juz 29 yang kalau sekarang sok-sokan kubaca tanpa liat mushaf, banyak salahnya. Sedih.

*

Aku ada cerita, nanti baca ya. 
Atau mungkin bukan cerita lebih tepatnya.
Semoga tujuannya terwujud, bagaimanapun jalan yang ditempuh, ya.

8.59 pagi
ditengah mengantuk yang (kayaknya) karena semalam malah tidur larut

Minggu, 05 Mei 2019

Pesan Rindu

Assalamualaikum Ima, Abidah. Besok insya Allah kita bertemu, ya.
Kemarin aku memeluk rindu. Sedari Senin aku baper banget entah mengapa. Zuhur-zuhur di mushala aku terbersit pikiran. Dalam perjalanan, tidak ada yang lebih menyenangkan dari mendapat teman perjalanan yang baik dan menyenangkan, bukan?

Bukan, ini bukan bicara tentang perjalananku. Ini tentang kalian. Murni tentang kalian.
Mungkin seperti Kak Wahyu yang pernah bilang, asik tuh kalau bisa jalan bareng Kak Big (apalagi waktu itu konteksnya umrah). Aku  merasa kalian saling melengkapi sebagai partner perjalanan. Walaupun aku hanya tahu sedikit satu dua tentang kalian dan kerempongannya sepanjang perjalanan. Tapi nggak tahu ya rasanya kenapa terharu banget gitu.

Aku suka kebersamaan kalian yang melengkapi. Kalian yang sama-sama rajin tilawah. Abidah yang suka bertanya dan berpikir, dan Ima yang mudah sekali menemukan hikmah dan merasakan. Kalian yang sama-sama sibuk namun berusaha dengan baik mengatur waktu. Kalian yang sama-sama sibuk namun selalu berusaha memenuhi hak-hak Allah. Jadi, tidak berlebihan kan aku merindukan kalian? Aih, mungkin bukan hanya rindu, tapi iri. Iri dengan segala peluang kebaikan yang kalian reguk. Iri dengan serakan hikmah yag bisa kalian panen. Iri dengan hak-hak Allah yang bisa kalian tunaikan dengan baik.

Aku rindu.
Tapi aku tahu kalian padat agendanya di sana. Pun aku di sini juga mungkin demikian.

Jadi, dengan segala saling melengkapinya kalian, bagaimana aku nggak baper karena ikut senang kalian adalah teman sekaligus partner perjalanan yang baik. Bagaimana aku nggak nanya kabar dan senang waktu dikirimin foto. Bagaimana aku bisa menahan untuk sekedar ngirim chat ke kalian cuma keisi Rindu, udah gitu doang. Bagaimana aku, di tengah nano-nano perasaanku di Senin malam kemarin, hanya bisa kirim pesan rindu dan berterima kasih atas segala usaha dan kerja keras Abidah selama ini, bahkan sebelum aku dapat kabar kalau usaha kalian mendapat juara dua. Atau aku yang hanya bilang ke Ima mau kirim pesan panjang, karena merasakan butuh pandangan pada posisi yang sama, lalu nggak jadi kulanjutkan. Dan nggak berani merusak bahagia itu dengan curhatku yang kalau kuterusin aku bisa nangis. Aku nggak mau merusak perasaan bahagia di tengah kalian.

Nanti kalian datang mungkin banyak cerita yang tak habis diceritakan. Dan aku sebagai orang I akan mendengarkan dan memperhatikan mimik wajah kalian yang sama-sama E dengan sekesama. Memberikan perhatian terbaik yang aku bisa. Sebagaimana biasanya. Semoga aku bisa, ya, fokus dengan cerita kalian. Besok aku punya targetan di ruang sebelah yang belum selesai.

Kemarin Jumat waktu Ima salah tanya ke aku dan ujungnya membahas ke kantor atau tidak, yang aku tangkap Ima bilang iya. Jadilah aku sebelum ke ruang sebelah menunaikan banyak kewajibanku yang tertunda, aku ke ruangan kita dulu. Bergegas. Mau peluk, peluk aja, dak usah ngobrol dulu. Cukup.

Tapi aku sampai ke ruangan dan memeluk...rasa kecewa. Karena ternyata yang kucari tidak ada :")

Tapi ndak papa. Rindu itu bisa disampaikan lewat doa kan?

Fitri,
hampir separuh bulan tidak bertemu
Aku sayang kalian, dan semoga selalu Allah yang menjadi alasan
Tidak ada yang lebih menyenangkan di perjalanan daripada perjalanan dengan teman terbaik, bukan?

Peluk hangat :")
.
Mengirimkan ini dalam rangka memenuhi hadits nabi, yang katanya, kalau kamu menyayangi saudaramu, sampaikan padanya.

Selasa, 26 Februari 2019

Distance

"Distance doesn't separate people, silence does."
-wa story mas ucup 5 april 2018, 
katanya sih quote dari igstori temennya

cuma nemu remahan quote, bukan curhat baper
*kenapa banyakan notenya daripada intinya ck

Senin, 18 Februari 2019

Tentang (Musikalisasi) Puisi

Kalau kata judul buku Joko Pinurbo, Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Kemarin baru tahu kalau ruangbaca ngeluarin album. Dulu terbangnya burung sempat menemani hari-hari saya mengetes statistik grup yang (juga) bermain dengan rumus di bilik kecil ruang yawme waktu masih disekat. Dulu saya pernah selintas menulis soal itu di sini. Itu videonya masihan rekaman pentas mereka disuatu acara. Sampe nyari teks puisi aslinya. Suka sekali alunan nadanya.

April 2018, dua pustakawan ini menikah~so they become pustakawin ceunah. Ikut senang waktu keduanya memutuskan untuk bersama :'). Dan pada momen ini, mereka merilis lagu bersama. Waktu itu baru ada di soundcloud. Dan dulupun masih pake foto mereka, sekarang gambarnya udah ilustrasinya. Kalo ga salah pas itu di IG mereka bilang soundcloud downloadnya terbatas dan sayapun bisanya denger streaming aja. Sukaaaa sama lagunya. Menggambarkan kehidupan perpustakaan dan pertemuan. Meninggalkan hingar bingar perkotaan dengan tenggelam pada buku-buku.

Dulu sempet mikir, kenapa karya mereka kesebar-sebar dan dari rekaman-rekaman pentas gitu. Kayak belum ada officialnya terus masih dikit. Eh lama gak mainan ige ternyata mereka bikin album ya. Finally.
.
Lalu tadi aku buka twitter. Ada retwetan Abdur Arsyad. Beliau ini standupcomedian yang menikah juga dengan standupcomedian. Saya awalnya tau dari retweetan temen soal video matematika yang dibuat oleh Abdur dan saya jadi kepo ke tulisan-tulisan masing-masing pasutri ini soal surat untuk anaknya. Manis sekali. Mereka pandai berkata-kata dan kalau nulis sura buat anak tuh ga keliatan standupcomediannya. Dulu ada kata-kata yang saya suk dari blog mereka dan saya kutip di sini.

Lama ga mainn ige (aha kasian jadi tumbal mulu, padahal saya juga baru follow mereka hari ini), saya kan penasaran ya kok lama ga ada edisi lanjutan surat untuk anak. Mestinya udah lahir dooong. Terus karena tadi gasengaja liat di twitter saya jadi buka ige mereka lagi dan kubaru tau mereka juga buat video-video puisi bersama gitu. Sok dilihat aja di igenya kalau penasaran Tapi kalau lagi puisi mode atau kata-kata mode gini emang gak keliatan standupcomediannya. Padahal mah berpasangan ya mereka, ga satu doang.

dua pasangan ini kayak apa yang dibilang ruangbaca di igenya:
Quote di hari sumpah pemuda
"semoga setiap pemuda dan pemudi saling menemukan dan mencintai agar gerakan berumur lebih panjang" 
-kak Nunu dan kak Mato, pengelola @thefloatingschool, pasangan yang belum sebulan menikah.

.----
Sampe aku kepikiran. Dulu ada temen kantor yang suka puisi. Tapi sebelum aku bahkan bilang mau pinjem buku puisinya,dia tidak bertahan lama di kantor. Lalu aku jadi kepikiran untuk beli di googleplay aja, lebih murah. Eh jadi kepikiran lagi, pinjem online di ipusnas aja deh buat lihat dan baca buku-buku kumpulan puisi.
.
Dulu pernah beberapa kali ikuta project musikalisasi puisi. Cuma dua sih, di musywil sama di milad nasional flp. Favorit aku waktu itu liat video musikalisasi Stasiun. Pas itu aku gak tahu apa-apa ada project itu. Tau-tau ada aja. Padahal artis utamanya FLP angkatanku.


the team, dan our multitalented pencipta puisi, lagu dan pemain gitar, drh. Lian
*inget banget pas latihan aku dapet cerita Mbak Lian magang di kebun binatang dan cerita soal sariawannya ular :")

our mentor, Uni Yova, yang membua kami percaya bahwa bisa cium lutut itu bukan soal berat badan orang, wkwk. Uni paling keras soal minta kita jaga makan dan no goreng-goreng. Yang paling lucu adalah, suatu malam habis latihan pernah aku makan sama Tyani di warung sop. Aku pesan sop telur. Pikirku kan telurnya ya telur rebus gitu ya, namanya juga sop. Dan udah bayangin makan makanan berkuah hangat. Etapi sopnya sop telur ceplok donggggg!!! Aku sama Tyani ketawa, terus ngabisin makan sambil ngerasa bersalah.

forte bersama geng akustik edsacoustic

semacam semacam inilah waktu itu. kangen ya main gini gini lagi.

lalu aku jadi ingat Sajak Februarinya Helvy Tiana Rosa (eh ini Februari pas banget!!!)
terus pas nyari link tulisan di atas nemu tulisan lama ini, hmm. Semoga kelak beneran bisa buka taman baca, lalu ingat pustakalana, ingat acara kemarin, ingat buku yang aku sebut di ruma Tante Ima atau Ifa, aku dapat buku secondnya.
Waktu berubah. Cita-cita masih sama. Cara mewujudkannya, semoga bisa terus diperjuangkan :")
Anak-anakkuuu maafkan aku yang tadi tidak ke perpus :""

Minggu, 14 Oktober 2018

Kangen Ummi

Jumat kupulang ummi sudah tak ada di rumah karena menginap.
Sabtu ummi pulang malam dari seminar. Aku menjemput, lalu aku mengerjakan sesuatu di laptop. Aku ketiduran. Belum ada ngobrol apa-apa.
Hari ini ummi seminar dan sampai malam juga. Kayaknya singkat banget pagi ini ketemu bentar, bantu-bantu, dan ummi udah mau berangat lagi. Heu, kok rasanya jadi kangen ummi ya....

((Baca; mi kayaknya ku mau ngobrol deh, wkwkwk))

Minggu, 07 Oktober 2018

Zahra




once upon a time di depok, zahra, si penyuka pisang yang waktu sedang ngebut skripsian di bulan ramadhan 2016 kuberi donat minion rasa pisang, yang sekarang merantau di makassar sebagai pns, yang sedang prajabatan di jakarta, memata-matai aku di badr.

zahra ini anak jogja asli walaupun ibunya berasal dari Palu. anak kedua dari lima. smp di smp 4 pakem jogja yang arah ke kaliurang atas, depan rs panti nugroho. sma nya di teladan (ini nama kerennya sma n 1 jogja). kuliahnya di tphp tapi bukan teknik pemberi harapan palsu, melainkan teknologi pangan dan hasil pertanian. penyuka coklat sejati sampai-sampai dia tidak begitu prefer pada sereal honeystar kebangganku karena lebih menyukai sereal apapun selama itu sereal cokelat. skripsinya tentang cokelat, kkn di gorontalo karena cokelat. dan sewaktu penelitian menuju jenjang pns nya dia juga membuat beragam produk tentang cokelat. karena dia kini mengajar umkm umkm sulawesi aku bilang dia buat ngenalin tebi, wkwk.

zahra termasuk anak yang mau menerima dan memaklumi keanehanku (dan nusa, tentu saja B)). saat aku makan nasi goreng di gelas bekas air kelapa muda, aku lupa dia pernah makan apa di gelas bekas menyeduh minuman cokelatnya. tapi kami bersekongkol tidak hanya dalam hal keanehaan saja, juga dalam kabinet asrama. anaknya kritis dan suka membantu, untung saja tidak suka membanting. satu lagi, dia juga cukup bisa diandalkan.

sebelum keterima pns, zahra kerja di ternaknesia. ceo nya juara dua lomba startup astra dan abidah atas nama tebi juaraa tiga lomba yang sama. waktu hari h pengumuman, zahra pm aku terus bilang selamat ya kak, tapi maaf (karena dia juara dua). nggak persis sama sih tapi wordingnya gitu intinya hehe. makanya pas kami ketemu di badr dia bilang, kak, aku memata-matai badr nih? wkwwk. oya kami suka saling manggil kak gitu.

sejak lama zahra memang ingin kerja di sulawesi. karena di sana (sekali lagi) besar potensi cokelatnya. tapi kemarin saat bertemu dia bilang berat di tanah rantau. bukan karena sendirinya. dia bilang, kalo ngerasa sendiri, masih ada Allah Kak. siapa yang ga terharu coba dengernya. dia malah berat ke birrul walidain gitu katanya.

lalu aku cerita tentaang perpus katakerja di makassar yang aku ingin suatu waktu nanti singgah ke sana. aku juga cerita tentang ruangbaca, sepasang pustakawan di katakerja. dia segera mengecek dan dia bilang wah itu tidak terlalu jauh dari tempatnya.

aku suka pertemuan kami yang sederhana. tidak perlu mencari tempat makan mahal atau nongkrong  di kafe. cukup nasi kuning yang kata dia enak banget. lidah zahra nampaknya masih lidah jawa dan dia bilang rasa nasi kuning makassar tidak seperti itu. lalu kami juga mengupas mangga. dan aku dengan sumringah menaburkan gemintang honeystars ke mangga. zahra juga mengicip cilok dan kue ape, yang sudah sedari di jogja (it seems awal 2017) aku iming-imingi dia soal kue ape. sebagai anak pangan, dia punya interest mengetahui ragam makanan. oh iya dia juga pernah terlibat proyek dosen membuat buku tentang makanan yogyakarta.

hari ini jarak kami jauh sekali. semoga senantiasa kuat dengan kehidupan keseharian di sana ya kak.

ohya, ada satu percakapan yang zahra ungkit. dia ambil dari buku Teman Imaji yang pernah dia pinjam dariku.
"Aku ingin menyelamatkanmu...."
...
"dari rutinitas."
kata zahra itu berkesan banget. aku jadi ingin murojaah bukunya lagi.

bonus foto awal 2015 bersama zahra dan ammah tika (yang sudah tinggal di aceh :"))

untuk Rabu, sebelum suatu hal terjadi.


Minggu, 30 September 2018

Anak yang Menunggu Ayahnya

"Tau ga..." Mas Salingga diam sejenak, menarik perhatian kami. "Kalo pas pulang nih, udah deket rumah, suara motor udah kedengeran dari rumah tuh. Terus markir motor, standarnya diturunin. Anak-anak lari keluar, teriak, Ayah, Ayah! Ayah pulang! " jeda sejenak.
.
.
"Itu precious banget."

***
Saya tiba-tiba saja ingat kembali kalimat itu. Kayaknya udah lama banget deh Mas Salingga cerita itu di ruangan. Mungkin pas Yawme masih di bawah. Ndak tau kenapa ingat itu. Kemudian jadi ingat juga entah igstory Kak Reqgi atau wastory Kak Amri yang Kak Amri ada di dalam sarung terus Zayd sama Aqila teriak, "Ayah, Ayah hilang! Ayah hilang!" Hangat sekali melihatnya.

Anak-anak tidak pernah berbohong. Dalam menunggu waktu berharga dari orang tuanya. Their pure willingness  :")

Jadi inget juga video ini yang dishare di grup tebi pas temen-temen nyari inspirasi konsep video campaign.





Ingatan soal cerita Mas Salingga tadi membuat saya jadi mengingat Abi yang belakangan bolak-balik keluar kota. Mungkin dalam setengah bulan terakhir, tidak ada sampai setengah hari ketemu abi kalau ditotal, atau bahkan sepertiga hari juga tidak sampai. Di usia saya yang sekarang, kalau Abi pulang, apakah saya sungguh-sungguh menyambutnya? Heu. Jangan-jangan malah sibuk sendiri, main HP misalnya.

Terus saya jadi kepengen bikin konsep buku yang isinya tentang menunggu seseorang pulang ke rumah. Dulu pernah liat-liat di gramed pas masih di jogja (mungkin hampir dua tahunan yang lalu berarti) ada buku anak terjemahan dari Jepang kalau nggak salah, berjudul Nanti itu Kapan? Isinya tentang seorang anak yang ibunya lagi sibuk menjaga dan melayani pembeli di toko sehingga seringkali saat anaknya minta atau bertanya sesuatu, ibunya menjawab, "Nanti." Lalu si anak wondering gitu nanti itu apa dan kapan. (kalau mau cari, keywordnya Nanti itu Kapan? Satoko Miyano atau liat spoiler isi dalamnya secara online di sini)

Kepikirannya  semacam bagaimana anak menunggu Ayahnya pulang dari ia masih kecil sampai ia dewasa. Dan bagaimana juga yang berlaku sebaliknya; bagaimana orang tua menunggu anaknya pulang, dari si anak kecil sampai dewasa. Yang paling penting adalah eksekusinya sih. Karena menyedihkannya aku ini udah lama sekali ngga nulis. Hiks :((


jadi ingin menghambur meluk abi kalau abi pulang .
dan...
jadi ingin punya suporter dalam masalah tulis menulis ini .



Minggu, 06 Mei 2018

Bertemu Gycen Kembali

akhirnya ke nikahan anak gycen, setelah lama tak hadir pada acara semacam ini.
menyenangkan sekali bertemu teman-teman kembali. bercengkrama satu dua, mengetahui kabar satu dua. juga bertemu nilam, teman rk sekaligus teman kantor hamzah, yang sudah lama tak bertemu (kenapa kita ga foto ya nil).
bertemu satu dua teman yang perhatian karena sempat mengkhawatirkan aku atas apa yang sempat mereka baca di rumah ini. meskipun kekhawatiran dan praduga mereka salah, tapi aku terharu sampe ditanyain begitu :" sempet sih pengen ngapus lagi tulisan yang bernada mengkhawatirkan, tapi pas banget mau ngapus baca blog yang nyebut bahwa nulis itu semacam memperhatikan hal detail mana yang dialami, memaknai kejadian kecil bahkan semacam kayak hidup benar-benar penting. dan temenku bilang  ga perlu dihapus, kalo dibaca ulang lucu dan bikin kangen, akhirnya aku memutuskan untuk tak dihapus.
barakallahulaka wa jama'a bainakuma fii khair hamzah dan muti, selalu senang rasanya melihat dua orang baik dipersatukan :")
dan goals juga ke bekasi naik motor (ga pernah kebayang sebelumnya naik motor ke bekasi), alhamdulillah bekasinya masih perbatasan, jadi gak berasa keluar planet #eh

Sabtu, 10 Maret 2018

[Repost]Tips Asma Nadia untuk (Calon) Penulis

inti dari kenapa saya (re)pos video ini (dari postingan Kak Nisa) adalah pesan di penghujung video

kangen sekali dengan aktivitas bersama FLP Jogja :")
*ditambah ada rasa-rasa menyesal duu tidak memaksimalkan perjuangan :""

terima kasih Kak Nisa, share videonya :")

Senin, 11 Desember 2017

Kangen

Sampai rumah mendekati pukul delapan.
"Mbak, tadi Fatih pulang shalat langsung nanya, Mbak Fitri udah pulang belum?"
"Pulang shalat apa, Mi?"
"Tadi, shalat isya."

Fatih lagi ngamplas (mainan) stik es krim (entah tujuannya apa, itu obsesinya beberapa hari terakhir).
"Kenapa Dek nyariin Mbak Fitri?"
"Kangen." Masih sambil ngamplas.
"...."
"Emang kenapa kangen?"
"Kangen aja, emang nggak boleh kangen aja?" Masih sambil ngamplas.


11/12/2017, 22.22
Rumah yang sedang ditukangin;
besok update tebi;
akhir-akhir ini kudatang siang ke badr untuk suatu alasan

Minggu, 19 November 2017

Anak-anak Temajuk

foto dari +Nadiyatus Shofi
Via minta dikirimin suatu foto spesifik waktu di Temajuk. Lalu saya mencari-cari. Dan..ketika mencari nemu foto ini. Saya hitung anaknya, ada 6. Enam anak dalam satu motor. Yang nyetir namanya kalau gak salah Bela, kelas 5 SD kala itu.

Di Temajuk, anak SD naik motor itu biasa. Desa Temajuk sangaaat luas sementara SDnya hanya ada 2. Tidak ada angkutan umum di desa ini. Kalau tidak sekolah dengan diantar, beberapa anak perlu jalan jauh untuk sampai ke sekolah. Sehingga beberapa diantaranya, dengan berbagai tuntutan jadi bisa mengendarai motor. 

Psst, sini kuberi tahu rahasia lain lagi. Di Temajuk sangat biasa orang meninggalkan motor dengan kunci masih menggantung di motornya. Kalau kami para anak KKN naik motor dan reflek mengambil kunci setelah memarkir motor, anak-anak Temajuk akan melihat kami dengan heran.

Kangen sekali dengan Temajuk :')

Cibinong, 
kata gugel map 1100++ KM dari Temajuk
19/11/17

Kamis, 02 November 2017

Dongeng-Naura



temukan saja imajinasi
lihatlah jauh, dalam hatimu, cinta
dongeng terindah dunia

*bisanya inget lirik yang dinyanyiin naura, hari ini inget lirik yang dinyanyiin ibunya.
dulu pernah juga dipos di sini :')

Rabu, 04 Oktober 2017

Baju Hari Ini

 hari ini pakai baju ini lagi setelah sekian lama. terakhir pakai di Jogja.
lalu ingat foto waktu sidang farah lalu ingat foto bertiga bareng farah dan memey. lalu kangen.
Farah sekarang di Jakarta, Memey tentu belum lama mendarat di tanah Jerman. Melanjutkan kuliah s2nya.
Dulu Farah cerita lagu ending Doraemon. Terus kita baru tahu. Terus jadi suka soalnya baru tau ternyata bermakna :"). Apalagi bagian kutipan kata 'berikhtiar' (walau ada yang sumber yang nyebut ber-hip riang juga sih).
Farah sama Memey mundur lulusnya karena keduanya exchange. Farah ke Irlandia 6 bulan. Memey ke Itali 10 bulan. Aku? Ahaha, emang telat sih lulusnya :")
Suka bareng di lab SC. Dari yang ngerjain skripsi, cuma wifian, sampai Memey yang belajar ielts buat menuhin syarat daftar S2.
Kuingat sekali waktu masih suka nebeng Farah ke kelas Pancasila di Fakultas Filsafat. Dan kujuga ingat waktu nemenin Memey nge-transate ijazah dan berkas-berkas lain buat daftar exchange kala itu.
Kuingat sekai waktu Memey jadi koor acara Crayon. Lalu rapat di macam-macam tempat. Termasuk di KFC (yang modal memey beli minum 5000an sama satu lagi lupa siapa beli krim sup yang 5000an juga). Lalu gatau diri rapat sampe kfcnya tutup, wkwk. Kuingat sekali pagi-pagi ke Taman Pintar ditebengin Farah, juga pulangnya. Hari itu senang sekali kepanitiaannya :)
Kuingat sekali, bareng Memey nyari mahkota bunga buat sidang Farah. Inspired by wisudaan Itali yang kata Memey mereka suka pada pake flower crown gitu.
Kuingat sekali Google lagi ke Jogja ada event traktiran sepekan dan hari Selasa itu traktirannya di Gelato. Waktu di lab udah bodo amat soalnya males, gelatonya jauh arah Jalan Parangtritis. Tapi sekitar magrib Farah ngeline dan akhirnya kita kesana wkwkwk demi cup gelato (kalo beli bisa 25rebuan sih 1nya).
Kuingat Memey cerita keterima exchange di tengah kuliah SPK. Pak Yoyok masih jelasin di depan. Lalu aku tanya, Memey jadi daftar exchange (yang lain pokoknya). Lalu Memey berbisik, "Alhamdulillah Aku udah keterima erasmus, Fit."
Kuingat pinjam komik Conan Farah, tapi baru 1-30. Masih pingin pinjem sisanya sampai edisi terbaru aku Far :"
Kuingat sekali awal-awal tau berita nikahnya Nana dan Rian. Lalu kami ketemu Nana di warung nasi goreng deket mandiri, bareng Deffi juga. Ah kangen ya :" Lalu hari H berangkat Farah ngajakin aku biar bisa bareng sama rombongannya yang naik mobil :')
Kuingat sekali waktu aku ke Jogja di tengah magang untuk mubes FLP. Lalu ketemu Memey dan Farah. Padahal dadakan 500an. Lalu Farah cerita perjuangan lamar kerjanya dan Memey cerita sidang dan berita S2nya.
Kuingat sekali mereka suka bilang, "Tuh kan temennya Fitri keren-keren" kalo aku abis cerita tentang siapa gitu. Its like mereka ga sadar...mereka kan temen aku juga wkwkwk. Dan proven sih, meeka keren-keren B)
Ahaha, kangen ya. Terima kasih pertemanannya :') Terimakasih untuk obrolan apapuuun yang sering kita obrolin dari jaman masih sering masuk kuliah sampai obrolan karena bingung di lab mau ngapain saking stucknya :") Semoga bisa jadi pertemanan sampai kelak di surga, ya :) Aamiin
Selamat melanjutkan perjuangan Papamu di Jerman dulu Mey! Banyak cerita, ya.
Dan Farah, aku tau kamu juga kepengen S2. Selesaikan papermu atau kamu minta rekomendasi dari spv di tempat kerja! Kuat-kuat ya kamu yang 20an tahun hidup di Jogja sekarang jadi anak ibukota! wkwkwk.

Salam sayang,
Fitri-yang baper diawali dari baju


Kamis, 03 Agustus 2017

Ilmu dengan Adab

Ibu Sufyan Ats Tsauri merupakan salah satu dari wanita-wanita agung yang shalihah. Sang ibu pernah mengatakan kepada putranya, “Wahai anakku, carilah ilmu, aku akan mencukupimu dengan hasil tenunanku.”

Sang ibu juga berpesan, “Wahai putraku, jika engkau telah mencatat sepuluh huruf maka lihatlah dirimu, apakah itu mengubah cara jalanmu, keadaanmu, kelembutanmu serta ketenanganmu. Jika engkau tidak melihatnya, maka ketahuilah, bahwa itu membahayakan buatmu dan tidak memberikan manfaat bagimu.”

(Al Kawakib Ad Durriyah, 1/231)

Pada suatu masa di perjalanan dari warung sop-soto di Karangwuni, masih di atas jok motor, saya bersama Nusa, si calon ketua KAMMI Sleman  membicarakan kutipan ini. Bagaimana bisa ilmu dibilang dapat mengubah cara jalan, keadaan, kelembutan, serta ketenangan. Menambah hal-hal di luar pemahaman, wawasan, dan kebijakan.

Lalu Nusa berkata, karena ilmu, semestinya diperoleh dengan adab. Maka adab menuntut ilmu lah yang membuat kita mendapatkan hal-hal tersebut, sehingga tersebutlah ilmu itu memberikan manfaat; bukan justru membahayakan.

Semoga, adab dalam menuntut ilmu bisa terus kita ingat dan laksanakan dalam setiap kesempatan. Sehingga kita bisa memperoleh apa yang disebut sebagai ilmu yang bermanfaat dalam kutipan tersebut.

Yassarallahu amrana!

#ntms
Terima kasih berbagi insightnya, Nusa! Semangat kamu skripsinyaa :")

*ps: itu halaman motto di skripsi, dulu pertama banget nemu quote itu dari akun OA Dakwah Islam di line