Satu Bulan Saya di Jogja

Kamis, 27 September 2012

Baiklah, baiklah
sudah satu bulan saya di Jogja .
Sebenarnya waktu itu tanggal 26. Ulang tahun Nikari sama Abid ya? Oh iya, proposal iCare 2011 juga *apa kabar kau nak :')?
tanggal 27 sebulan lalu saya ambil almamater, terus keliling naik transjog sama beberapa temen baru

ya, sudah sebulan saya di Jogja
sebulan yang lalu sibuk mengurusi ini itu perlengkapan ospek
ini bahkan jalan minggu ke empat saya kuliah
kenalan sama kampus,
tiga minggu sejak ulang tahun Gycen yang ke3

kadang waktu melesat begitu cepat

dan kadang juga ia terasa begitu lambat

sudah satu bulan. dapat apa?
oh ya, banyak yang belum saya ceritakan di sini sebenarnya.

saya belum cerita kan, masalah wawancara *mau saya beri judul pertanyaan-pertanyaan, masalah matematika diskrit *yang kadang meminta kita jadi detektif, atau kadang juga memusingkan,hahaha
ya...ehm, banyak ya sepertinya, kadang cuma terencana doang. kadang udah mau ngepost lewat hp, udah cape2 ngetik, eh koneksi hpnya bermasalah :'( sebel deh kalo udh gitu..

satu bulan saya di jogja, nyaris satu bulan saya kuliah,
tiap minggu selalu lewatin FK buat ngejar kelas yang letaknya berjauhan. ke filsafat buat belajar pancasila. tiap hari di kampus yang bangunannya itu-itu saja. naik tangga, kelas besar, dosen ngajar, papan tulis sepidol dan kapur, masuk mushala bawah tangga, kran wudhu berjumlah tiga, papan-papan pengumuman, dosen bahasa Inggris yang tak datang entah berapa kali, 22 sks saya semester ini, walau tanpa kalkulus, sepertinya lebih banyak dibanding prodi lainnya.

nyaris satu bulan saya kuliah. entah saya mau bilang waktu berjalan cepat atau tidak.
dan dalam waktu itu, hari ini ada sepasang teman saya yang jadian.

satu bulan saya di Jogja, semoga semuanya selalu bisa baik-baik saja. untukku, untukmu, untuk kalian semua yang entah di mana. termasuk kawan-kawan saya juga di sini.

semoga Allah selalu menganugerahkan pada kita keistiqamahan pada jalan yang sudah kita pahami bahwa memang begitu adanya, begitu seharusnya. menunjukkan jalan agar kita bisa senantiasa berubah ke arah yang lebih baik. dan bagi apa saja yang belum kita mengerti, semoga Allah selalu menunjukkan jalannya.

--begitu juga untuk beberapa, yang tadi saya rasa merasa bahagia dan iri atas jadiannya sepasang kawan saya

duluan, dan alasan

Minggu, 23 September 2012

aku tahu, sungguh tak mudah lakukan itu
jika mudah bagi kau, di posisi itu, sungguh tak mudah bagiku
jika aku harus lakukan hal yang sama seperti itu

maka, maafkan aku, yang memaksa untuk mengulang kalimat itu
aku tahu, ucapan yang terburu mungkin karena malu
atau jika tidak, hanya aku yang sok tahu

dan aku tahu, saat itu juga tak mudah bagimu
dan maka
mana tega aku untuk menolaknya
permintaan sederhana
hasil melawan
segala yang bilang jangan
karena biasanya, bahkan untuk yang lebih sederhana
hampir tak ada yang mau memulainya

dan satu lagi cerita, di pagi tadi
niatan yang selama ini hendak mendahului
namun disanggah sendiri oleh hati
jangan, tunggu saat yang lebih baik saja, bukan waktunya
hahaha
dan benar, entah apa pasal
ditanya mengapa
aku tahu kau hanya karang alasan
sayang, aku tak sampai hati
bahkan untuk mengorek lebih dalam lagi
alasan yang lebih sejati
karena aku tahu, random pun sepertinya tak akan menunjuk diri ini

Malam Ini Aku Ingin Sendiri

Aku memutuskan menyelesaikan semua tanggung jawabku sesegera mungkin. Aku ingin segera pulang.
Ah, pulang? Tidak juga sebenarnya.
Pada teman-teman aku hanya bilang, ini tanggung jawabku sudah selesai. Ehm, maaf aku tak bisa menunggu sampai semuanya selesai. Aku..Boleh aku izin pulang duluan?
Dan, beberapa temanku pun mengangguk.

Sebenarnya entah kali ini aku bohong atau tidak. Aku belum ingin pulang. Tadi juga aku sudah izin pada orang rumah bahwa aku akan pulang telat. Ada tugas organisasi yang harus dikerjakan. Aku hanya ingin...sendiri.

Aku berjalan menyusuri trotoar jalan utama dekat kampusku. Lalu lalang kendaraan, antrian panjang ketika lampu merah, sahut-sahutan klakson saat lampu lalu lintas berubah jadi hijau, warung-warung tenda yang tak terhitung jumlahnya. Aroma masakan yang sungguh menggoda perutku yang sebenarnya mulai lapar. Tapi tidak, aku tak ingin makan sekarang. Aku hanya ingin sendiri.

Aku memang berjalan ke arah parkiran motor yang agak jauh jaraknya dari tempat kumpulku tadi. Tapi, tempat itu bukan tujuan utamaku saat ini. Aku ingin mampir ke alun-alun. Alun-alun yang berada di antara parkiran motorku dan tempat kumpul tadi.

Aku menyebrang jalan, kemudian belok kiri dekat sebuah warung tenda yang nampak ramai. Aku menghela nafas panjang. Melihat-lihat sekitar. Malam ini, banyak sekali orang. Masih musim liburan sekolah nampaknya. Di suatu sudut ada orang mendemonstrasikan ular besarnya, dikerubungi begitu banyak orang. Kalau adikku di sini, pasti ia begitu tertarik. Sayangnya aku tidak. Sekalipun aku menyempatkan mampir melihat sekilas, aku bukannya semakin tertarik malah memilih menjauh, penjelasan si abang pendemonstrasi terlalu panjang, terlalu bertele-tele.

Maka aku memutuskan duduk, di kursi yang dibuat melingkar dan bersusun seperti anak tangga. Aku memilih duduk di barisa nomor dua dari atas. Di dekatku ada orang pacaran. Bodo amat, apa peduliku? Mau bilang aku pengganggu? Siapa suruh pacaran? Haha, sinis sekali aku  malam ini.

Dari sini aku masih bisa mengamati kerumunan orang-orang yang makin ramai mengerumuni si abang-abang pembawa ular. Tapi tetap saja tak terlihat jelas. Tak apa, memang bukan itu tujuanku ke sini. Hufff...aku menghela nafas lagi, entah untuk yang ke sekian kalinya.

Mendekati jam delapan, alun-alun kian ramai. Para keluarga baru, sepertinya, banyak yang datang. Ayah, Ibu, dan balita kecil mereka. Ah, lucu sekali! Anak kecil merengek minta dibelikan mainan yang ada lampunya dilontarkan ke langit bak main ketapel, kemudian mainan itu akan berputar-putar di udara, sambil memamerkan kelip lampu yang sudah dipasang dibadannya. Sebagian lagi minta dibelikan balon sabun. Kadang, ayah ibunya berselisih pendapat sebentar. Bilang, bisa dibuat sendiri di rumah. Yang lainnya membela, berkata, tak apa, beli saja. Jarang-jarang kita keluar ke alun-alun begini. Pasti ia (anaknya) suka sekali. Dan akhirnya mainan-mainan itu dibeli. Lima ribu, tampaknya malam ini banyak yang lima ribu di sini.

Sesekali aku tersenyum melihat tingkah laku anak-anak kecil itu. Dibantu ayahnya melontarkan ainan ke udara. Si ayah juga kadang tak bisa-bisa. Ibu memberi semangat pada Ayah, tak lupa anaknya merengek minta gantian mencoba. Apa daya, zaman ayah kecil tak ada mainan seperti ini sih nak, jadi Ayah penasaran juga. Begitu mungkin pikir ayah mereka.

Lainnya beberapa meminta ayah bundanya yang meniupkan balon sabun itu. Lalu ia berjalan penuh gaya di antara gelembung sabun yang melambung tak lama-lalu pecah. Si anak tertawa geli, kegirangan. Begitu juga ayah bundanya.

Aku tersenyum kecil, ingat masa lalu. Mungkin dulu aku juga begitu. Ingat tiba-tiba, dulu adikku juga.

Ah, aku mendesah kecil. Tidak, bukan ingatan masa kecil yang menggangguku. Sungguh bukan itu. Bukan aku rindu masa laluku lantas aku memilih ke sini. Kangen ayah bunda juga tidak. Biasa saja. Aku bisa pulang saat ini juga kalau aku mau. Di rumah, ayah bunda pun ada. Lantas apa?

Aku juga tak tahu mengapa aku begitu ingin menghabiskan waktuku di sini dulu. Mampir, baru kemudian pulang. Memandangi sekitar, menikmati malam yang kian kelam. Merasakan hawa dinginnya yang tak begitu menusuk tulang. Aku hanya ingin, Aku hanya bergerak sesuai keinginan hati. Hanya itu, sungguh.

Lagi-lagi aku menghela nafas.

Aku mendongakkan kepala, menatap sekitar. Lampu PDAM kota yang berwarna-warni menyala. Indah nian. Dulu sahabatku berkunjung hanya untuk foto-foto di sini. Dan kemudian aku menatap langit. Langit cerah hari ini. Bulannya...purnama.

Aku menatap purnama itu, cukup lama. Sebelum setelahnya menghela nafas panjang dan menundukkan kepala, meletakkan kepalaku di atas tangan yang sedari tadi di pangkuan. Rembulan itu...

Dan mungkin rembulan selalu punya banyak makna bagiku. Mungkin rembulan selalu bisa mengingatkanku pada beberapa hal yang telah tertinggal lama di belakang. Mungkin ia selalu bisa...entah mengapa.

Dan cukup lama setelah aku berupaya menetralkan semua perasaan yang tadi sempat buncah, aku memutuskan pulang. Dan aku tersenyum ketika melihat penjual jagung bakar. Ah, dari satu setengah tahun yang lalu aku ingin, baru sekarang tercapai. Entah kenapa tak dari dulu saja aku berniat ke sini untuk membeli jagung bakar yang lama diidam-idamkan. Jagung bakar ini, mungkin sungguh kejutan malam ini. Kejutan sekaligus teman yang menyenangkan:')

Maka sebelum aku benar-benar menuju parkiran motor untuk pulang, aku memutuskan untuk menghabiskannya di alun-alun ini. Ditemani ramainya celotehan anak-anak kecil, obrolan muda-mudi, suara menawarkan penjual mainan, skenario abang-abang dengan ularnya, gonjang ganjing gitar pengamen, asap yang mengepul dari tungku pedagang tenda. Kau tahu, kadang paradoks itu memang ada. Seperti perasaanku saat ini, saat aku merasa begitu sepi di tengah alun-alun yang begitu ramai.

---hanya tulisan, bukan kisah nyata

Tentara Allah

"Aghna kalau sudah besar mau jadi apa?" tanyaku pada keponakanku, anak dari kakak sepupu. Entah urutannya keponakanku yang keberapa. Seluruh keponakanku (tentunya dari kakak sepupu semua, ada 13 orang. Bahkan dulu Fatih sempat dipanggil Om Bayi dan Om kecil yang lucu sama salah satu ponakan)

"Tentara Allah," jawabnya mantap.

Aku terhenyak, terkejut, berpikir lama hendak melanjutkan percakapan.

"Kenapa pengen jadi tentara Allah?"

Aghna cuma senyum.

"Dikasih tau Ummi sama Abi, ya biar cita-citanya jadi Tentara Allah?" tanyaku penuh selidik. Dari mana anak ini tahu istilah 'tentara Allah' segala?

"Nggak, aku pengen sendiri kok."

Aghna namanya, baru kelas dua SD. Cita-citanya? Jadi tentara Allah. Mantap sekali ia menjawabnya.

-catatan kecil Sabtu seminggu yang lalu, 17 September 2012

Maaf Pak, Saya Mengganggu

Sabtu, 22 September 2012

Maaf Pak, saya mengganggu

Karna saya paham, bagaimana perasaan pada saat yang sama
dulu

saya juga pernah mengalaminya

Dan saya tahu betul rasanya
paham benar rasa tak ingin diganggunya

bahkan rasa ingin berlama-lama

seperti yang Bapak katakan tadi,
saat saya tawarkan pilihan lainnya

Sungguh, maaf Pak
saya tahu, rasanya pasti kesal, sekali

Tahukah Bapak, saya juga sungguh rindu masa-masa dulu itu :')

catatan kecil ketika saya diminta membelikan galon di suatu warung,
mungkin 10-15 menitan menjelang Maghrib

Dua Windu Insan Cendekia

Jumat, 21 September 2012


Dua windu Insan Cendekia

Setahun yang lalu, saya masih ingat.
Hari Rabu itu, dengan seragam putih abu
makan siang yang tak seperti biasanya
Pelajaran Kimia yang jadi ajang cerita
dua jam pelajaran lamanya

Bu Icus, dua jam terakhir di hari Rabu. Tepat setahun yang lalu, Bu Icus cerita banyak hal tentang Insan Cendekia. Mulai dari perekrutan guru, tentang cerita ketemu sama seseorang yang sekarang jadi suaminya, tentang anak-anaknya, tentang kebanggaan beliau terhadap lingkungan IC.

Ehm, Bu Icus cerita dari masa-masa daftar kuliahnya, daftar di IKIP, berencana jadi guru, dan waktu itu bahkan beliau nggak pernah tahu, kan kalau beliau akan jadi guru di IC?

And all stories inspired me enough, really .

waktu itu, saya sempet nulis di notebook saya. Hari itu juga, entah waktunya kapan. Setelah Bu Icus selesai cerita, atau nulis pas Bu Icus lagi cerita, atau malah ba'da shalat Ashar. Entah, saya nggak tahu pastinya kapan, lupa :P

Awalnya, anak cowok XII NS 3 yang minta Bu Icus cerita. Ngarang-ngarang alesan lah pokoknya. Kan hari ini IC ulang tahun, Bu... Haha, padahal mah, bilang aja males belajar. Tapi Bu Icus, yang kali itu jam responsi alias jam buat ngerjain soal, amat baik hati. Beliau yang menghargai momen milad IC yang ke 15 kala itu kemudian memilih untuk bercerita.

Ada kutipan kalimat yang diomongin Bu Icus, yang saya catat
"Karena dari kecil saya tahu dan paham betul bagaimana perjuangan kedua orang tua saya dan bagaimana mereka lebih mengedepankan pendidikan anak-anaknya daripada keinginannya, maka saya fokus belajar."

Kedua, waktu Bu Icus cerita masalah kuliahnya. Karena awalnya kuliah untuk menjadi guru bukanlah pilihannya.
"Sampai tahun kedua-ketiga saya kuliah, saya masih berpikir, kenapa saya kuliah di IKIP? Tapi ketika PPL, dan saya mulai mengajar, dengan jarak perbedaan umur yang sedikit dengan siswa, saat itulah saya menyadari dengan benar-benar, bahwa saya adalah seorang guru."

ehm, saya juga nggak tahu kenapa saya nulis kalimat-kalimat ini--yang menurut saya cukup membuat saya terinspirasi dan merasakan 'nyes' di hati saya. Saya bisa saja waktu itu nulis ceritanya Bu Icus tentang IC, semuanya. Dari jaman sekolah yang dipake bukan bangunan IC sekarang, cerita asramanya dulu juga cuma satu bangunan, cerita dulu waktu belum ada masjid yang dipake buat shalat jamaah adalah lab komputer--yang kadang dulu guru juga pengen nonton si dul habis tarawih, tapi ditahan-tahan untuk pulang duluan. Karena toh, murid-muridnya juga nggak ada yang pulang, sama-sama menunggu sampai se-set acara tarawih berjamaah plus ceramahnya berlangsung. Ingat juga cerita kantin kejujuran, cerita dulu kamar mandi di kamar guru kadang ditumpangin anak-anak mandi sebelum sekolah, sampai bagaimana Bu Icus memilih tinggal di rumah guru (masih di lingkungan asrama IC juga) dan bersyukur bahwa di sini, anak-anaknya tinggal di lingkungan yang baik, dan kakak-kakaknya yang sekolah di IC (maksudnya seluruh siswa IC) bisa jadi contoh terbaik bagi mereka agar bisa semangat sekolah kalo lagi males *haha, inget anak-anaknya Bu Icus deeh :3

Terakhir, kutipan kalimat Bu Icus : " Saya tahu awalnya, maka saya juga harus tahu akhirnya. "

Insan Cendekia, semoga bisa selalu jadi lebih baik, ya :')

Insan Cendekia tetap semangat
membentuk siswa siswi berprestasi
bekal yang kuat, iman dan taqwa
guna meraih cita-cita tertinggi

Belajar mandiri bertanggung jawab
jalin kebersamaan yang islami
bersatu tekad, dan satu sikap
sumbang bakti bagi pertiwi

Giat belajar dalam menuntut ilmu
Kreatif serta inovatif berkarya
Insan Cendekia teruslah maju
Insan Cendekia raihlah Asa
Insan Cendekia bersatu padu
Insan Cendekia tetaplah jaya

--mars MAN Insan Cendekia Serpong :')
Semoga selalu bisa jadi doa yang baik bagi Insan Cendekia

--21 September 2012, Dua Windu Insan Cendekia :)

Untuk Kalian, yang Akan Pergi ke Jepang

Bismillah,
Saya sungguh terharu ketika membaca postingan blog teman saya, Rasyid Indra Pratama, http://rip30r.wordpress.com/2012/09/21/sepatah-kata-buat-perantau-negeri-sakura/. Sebenarnya sejak kemarin saya sudah niat untuk menulis tentang hal yang... yaah, mirip-mirip dikitlah sama apa yang Rasyid ceritain.

Ehm, sebenarnya, dua hari lalu,  ketika liat isi kamera yang belum dipindahin itu, saya cukup terhenyak.
Waktu itu, dua minggu yang lalu, kira-kira. Daus ke Jogja. Ikut kumpul IAIC Joglosemar, ikut nginep di Kontrakan Tyani dkk. Ya, saya juga ikutan :D

Singkat cerita, Saya ingat, etika saya hendak pulang sore itu, hari Minggu itu. Saya bersalaman dengan beberapa penghuni ryumah kontrakan yang ada di rumah, terus sama Dilhoe yang sore itu mampir juga. Terus terakhir, sama Daus.

Mukanya Daus udah keliatan gimanaaa banget waktu salaman itu. Dan entah, apa pasal, aku bilang "Daus jangan nangis..."

sampe akhirnya Daus nangis beneran .

Aku, yang ngeliat Daus nangis depan mataku akhirnya juga nggak kuat nahan nangis, akhirnya kami berangkulan. Terus aku ngomong beberapa kata buat Daus. Ah, ngingetnya lagi bikin mataku berkaca-kaca sekarang :'(

depan rumah kontrakan 5 anak gycen UGM : Amel, Novi, Tyani, Nida', Diso
dilho lagi maen, diso mendelik memandangi kami , hahaha :D

jadi agak melankolis

akhirnya Ngeni nangis juga, kan?

liat tuh, saking gak tahannya dia jalan ke rumah seberang

balik-balik mau ketawa; menertawai dirinya sendiri yang nggak bisa nahan nangis kayaknya #eh?
pokoknya waktu Daus udah mengeluarkan sinyal mau nangis*apabanget, Ngeni tuh udah bilang, "udah dong, udah"

Foto terakhir sama Daus di Indonesia sebelum kepergiannya ke Jepang
Daus, semoga nanti kita bisa foto bareng di Jepang ya ! Amiin :D

Ehm, terus inget blognya salman, postingan dia yang http://alittlepieceofbanana.blogspot.com/2012/09/persiapan-keberangkatan-untuk-studi-ke.html.

Waktu itu pas baca juga rasanya terharu banget. Aku inget berbagai perjuangan temen-temenku yang gigih menempuh berbagai tes untuk dapet beasiswa kuliah di luar negeri. Berburu info, saling posting info di grup angkatan di FB atau greenboard, belajar, kiasu-kiasunya anak-anak yang ikut tes NTU, suka duka ketika membaca pengumuman, mau yang seleksi tahap awal lah, hasil seleksi tulis, yang mana lah.

Hari ini, kata Daus, mereka yang dapet beasiswa ILA kumpul di Jakarta. Lusa berangkat.
Ehm, rasanya....sungguh terharu. Ya Allah, saya aja yang nggak ngalamin dan ngerasain perjuangan sesulit mereka aja rasanya nyess banget, apalagi mereka, ya?


Teman semua,
semoga perjalanan kalian lancar, ya
dan selalu diberkahi oleh Allah.
Teruslah berjuang semampu kalian, semaksimal yang kalian bisa,
belajar yang baik
kalian boleh kangen tanah air, kangen ayah bunda, kangen teman semua
jadikan saja itu motivasi tertinggi kalian
setelah Allah tentunya
mungkin adakalanya kalian nanti merasa sendiri
merasa minoritas
merasa banyak hal yang berbeda
tapi, hidup ini memang begitu, kan
sama seperti dulu, semuanya memang harus beradaptasi
yang penting
jangan lupa, tetap istiqamah, ya :')
shalat, mengaji, puasa, ibadah, makanan halal
yakin saja, pasti bisa
sama seperti bagaimana bisanya kalian menduduki jabatan penerima beasiswa itu
jika susah,
berusaha, kemudian bertawakallah
Sungguh, Allah pasti menolong hamba-Nya

cc:
Andarini Sertianti dan Muhammad Aulia Rachman yang udah pergi duluan ke APU
Muhammad Irfan dan Annisa Firdaus Winta Damarsya di Nagoya University-nya
juga untuk Muhammad Salman Al Farisi, Gianluigi Grimaldi Maliyar, dan Chairul Akmal untuk Tohoku University-nya
juga, tak lupa, buat Qonita dan Muhammad Yuskahar Muharram *tapi di Malaysia muslim masih mayoritas, bukan?

kami selalu menunggu kabar dari kalian :')

21 September 2012
dua windu MAN Insan Cendekia :')

Semoga Bisa Diambil Hikmahnya :) Bismillah !

Selasa, 18 September 2012


"terus, soal halaqoh. dakwah itu bukan suatu aktivitas yg ringan dan bisa disambi, dia adalah aktivitas utama seorang pengemban dakwah. walaupun demikian, dakwah adalah aktivitas yg mulia, bayangkan, dia adl mahkota kewajiban lho..  sehingga, utk mjd seorang pengemban dakwah pun butuh pengorbanan..

nah, salah 1 pengorbanannya adalah, kita dituntut untuk memahami ngga hanya materi2 aqidah, syakhshiyyah, pergaulan, jilbab&kerudung, tapi juga materi2 politik, ekonomi, beserta subsistem lainnya..

kenapa demikian? karena, sebagai seorang pengemban dakwah, ia harus mampu menyampaikan Islam ke tengah2 mahasiswa (kalo ia berdakwah di kampus), agar para mhswa pun sadar, bahwa Islam itu bs jd problem solver, Islam itu bisa diterapkan mllui sistem politik-nya, bs menyejahterakan mll sistem ekonominya, dll

sebelum kita yakin dan manteb untuk mengambil peran sbg pengemban dakwah, siapkan dan layakkan dulu diri kita, dengan apa? ya dengan mengkaji Islam itu  ikut PU, ikut open house, ikut training dan seminar2 ttg sistem Islam..

berat? memang iya. makanya tidak banyak temen2 kita, mhswa, mau dan bersedia menjadi seorang pengemban dakwah. kenapa? karna mereka khawatir kuliahnya terganggu, waktu luangnya sisa dikiit, ngga ada waktu buat ngerjain tugas, laporan praktikum, dll, ngga ada waktu buat hura2 
tapi ingat, Allah akan memberikan kemudahan, dan akan meneguhkan kedudukan kaum Muslim, asalkan, kaum Muslim, kita, mau menolong agama Allah.. dengan dakwah "


ini chat saya sama seorang kakak. saya rahasiakan nama kakaknya :P. entah kenapa, meski chattingnya belum selesai, rasanya saya ingin segera posting ini ke blog saya, siapa tau aja ada yang baca. Semoga
Keyword : pentingnya halaqah, pentingnya dakwah, dakwah saat kuliah
(ya Allah, ini saya agak sok banget bikin keyword, tp y gapapa, mungkin tulisan ini bisa bermanfaat dan turut membuka mata hati orang lain yang membacanya, amiin)

dan yaaa.. yang di bawah ini, sungguh awalnya gak ada niatan mau mosting beginian. tapi ya persis setelah saya minimize kotak YM saya sama kakak tersebut, terus ngebuka tab buat blogspot *tuh liat aja lagi loading, dan kemudian nengok home FB, eh...yang ada malah ini. Ya,,,saya hanya ingin memperlihatkan bahwa banyak hal di dunia ini yang bertolak belakang dan bisa dihadapi secara nyaris bersamaan. Ya, kadang juga di depan muka kita bisa menghadapi dua hal yang tampaknya begitu signifikan perbedaannya. Ehm, jujur saja, agak kesel juga saya bacanya.


Idealisme. Saya tadi tiba-tiba kepikiran sama kata ini. Saya nggak begitu ngerti sama arti dan makna katanya. Tapi saya kemudian berpikir dan memecah kata ini. Kadang orang bilang itu idealismenya yang berbeda, antara si A dan si B, atau gimanalah sebaliknya. Terus kemudian saya berpikir bahwa, idealisme: pola pikir di mana itulah pikiran yang ideal menurut kita. Sehingga, seseorang yang memiliki idealisme seperti ini, misalnya, maka menurut dia, hidupnya itu ya harus memenuhi "ini"nya itu tadi, karena "ini" itu-lah yang dia anggap ideal. Wallau a'lam bish shawab ya bener enggaknya.

Semoga kita bisa selalu dalam idealisme kita, yang selalu berpatokan pada Qur'an dan Sunnah, pada syariat-syariat Islam. Bismillah :) !

Terakhir, ini cuplikan akhir dari chat saya :

"...dulu jaman masi jd santri, wuah, rajin bgt ibadahnya. pas pindah ikut ortu, lumayanlah, masih bisa dipelihara itu ibadah2 sunnah. giliran kuliah, nge-kost, rajinnya di awal, kesinisini udah berkurang 

jd ya kita banyakin ibadah sunnah gt bukan krn rutinitas, melainkan krn emg kita yg butuh
kita butuh curhat, minta sm Allah, mintanya macem2 pula..selain bs mendekatkan diri sm Allah, bisa menjadi pemberat amal sholih kita juga kan 

kl kita inget betapa baiknya Allah kpd kita, insya Allah aktivitas ngaji, dakwah yg berat tu kita nikmatin kok, hehe"

semoga sama-sama bisa diambil hikmahnya, ya :)

Dan di antara .

Dan di antara yang berwarna, mungkin ada kelabu.
Atau....di antara kelabu malah ada yang berwarna?

Dan,,ada juga bening di antara kelabu...

Bagaimanapun,
paling bagus jadilah warna,yang kau tahu memang itulah warna yg dimaksud.

Dan tak hanya bagi dirimu, kan kau tahu sendiri bagaimana seharusnya:)

jangan sampai luntur ya,,


*pikiran dr ujung ke ujung . . c:

, yg kyknya kl dpkir tnyata agak ga nyambung hehe :p

Perahu Kertas

Minggu, 16 September 2012

Nggak ngerti juga kenapa tiba-tiba pengen post ini. Intinya tadi aku baca tiga baris potongan dari lirik lagu ini, terus jadi pengen dengerin terus :')



Lirik Lagu Maudy Ayunda Perahu Kertas Lyrics

Browse: /  /  / 
Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

lirik didapat dari sini


Perahu Kertas. Aku belum nonton filmnya sampe saat ini. Film yang kata Anis, bagus dan nggak ngecewain sebagai bentuk adaptasi novel. Pernah sih palingan kalo liat trailernya.

Aku jadi inget, aku baca novelnya ydah telat banget, pas kelas tiga akhir, di kelas intensif SNMPTN. Jadi kangen Ara :'). Ara seneng banget promosiin novelnya pas tau aku tertarik buat baca Perahu Kertas, dan emang... bagus :")!! Meski dari novel itu aku cuman iseng nyatet :

Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma dia dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.--halaman 221

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari Perahu Kertas, termasuk pada bagaimana alur cerita dibuat tidak membosankan dan menarik untuk terus dibaca. Cerita tentang impian, harapan, passion, dan juga cinta. Dan di Perahu Kertas, aku suka bagaimana Kugy selalu tampil untuk menjadi diri sendiri. Dan kemudian saat ini aku ingat, bagaimana perasaanku dulu yang kebawa sama novelnya, pas Kugy berusaha mengalihkan pikirannya dari perasaan aneh yang muncul dalam dirinya dengan mencari kesibukan lain. Ah, Kugy, suka banget rasanya sama tokoh yang satu ini :')

Perahu kertasku kan melaju...


Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Seperti Parodi

Sabtu, 15 September 2012

entahlah, mengapa tiba-tiba ingat, seperti sebuah parodi,
yang kadang jadi ingin menertawakan diri sendiri .
sudah sebulan yang lalu, eh lebih beberapa hari
tiga hari, sepertinya
saat ingat dua baris kata itu kubaca
dan aku diam tergugu berpikir lama
membaca, kemudian berkaca-kaca,
membaca, berpikir ulang di kemudiannya,
hei, sudah lama tak jumpa, hahaha .
membaca, kemudian menghembuskan nafas, cukup lama
diam
geram
pada diri sendiri
yang kadang masih susah dikendali
dan kemudian memutuskan,
cari segala jawaban yang tak berkepanjangan
ternyata sama saja,
masih belum bisa

dan...
hei! Mengapa tiba-tiba hari ini ingatan itu muncul ke permukaan?
pada malam yang semakin kelam
kulalui sendirian
saat sedang berjalan

entahlah,
sudah kubilang sedari tadi
ini seperti sebuah parodi
saat aku tahu, aku harusnya menertawakan diri sendiri

Fatih, Gycen, Mimpiku Tadi

Harusnya ini mah emang langsung cerita dari pas baru bangun tidur. Intinya, ceritanya, saat tidur, saya mimpi.
Ummi, Abi, Fafa, Fahri, Fatih lengkap deh pokoknya semuanya abis mudik terus mampir ke rumah Bude Ninik(padahal kalo pulang mudik ke Cibinong ya gak lewat Jogja lah*ya namanya juga mimpi, aneh tap nyata di mimpi mah), terus nginep *aduh rasanya seneng banget.

Terus nggak ngerti gimana ceritanya tiba-tiba Ummi nugasin kami berempat belanja ke  swalayan gitu buat beli camilan kesukaan Fatih*apa coba emangnya?

Terus kita ke swalayan, tapi itu bukan di Jogja deh perasaan. Ga taulah dimananya.
Pokoknya sebelum bayar, Fatih sama Fahrinya sempet ngilang, terus sampe dibantuin mbak-mbak SPG swalayannya buat nyari, sampe ketemu Fatih di...sebuah lapangan. Eh, tapi Fahrinya belum ketemu.

Dan ternyat di lapangan itu lagi banyak anak Gycen, pada main bola, udah heboh lah pokoknya tuh. Anak ceweknya juga ada, jadi suporterlah, gak maen. Terus pas lagi break, ada yang lagi ngejar-ngejar Fahri, yaudah lah, lengkaplah kami 4 bersaudara ikutan ngerubung di kerumunan anak cewek. 
Inget, pas nanya ke Arsy kalo gak salah, dibilang itu tandingnya Scratch(bener gak ya tulisannya?) vs Blazer. Tapi nggak tau yah kenapa itu semua anak cowok gycen ada kali, pokokna banyak deh.

Terus Fatihnya tuh ceritanya lagi agak anget gitu badannya, sampe ada temen yang perhatian banget mau nyariin rumah sakit, haha, agak lebay juga ya. Di mimpi itu juga kayaknya Fatih kangen sama saya *PD banget, soalnya dia gak rewel meski aku gendong terus.

*kangen kalian semua :'(












pas nginep di rumah Bude Iin, Solo




waktu itu aku sakit, terus kacamatanya ditaroh di atas meja, Fatih ngambil, make, terus  bilang :
"Aku Mbak Pitli(masih cadel nih dia)", waktu itu, selemes apapun aku, rasanya dia selalu bisa bikin aku senyum :')
*ini foto Fatih kayaknya jepretan Fafa semua, deh...


ini foto Gycen cowok pas Terra Cup di lapangan IC. Mungkin agak kurang cocok juga sih ya, tapi gapapa deh :')
Kangen banyak hal :'(

air tempat minum oranye

Dan saat seorang dosen mengatakan kalimat itu, kalimat yang mungkin jika dikatakan di kelas saat saya SMA akan membuat canggung anak-anaknya*ah, bahkan guru pun mungkin tak ada yang akan membicarakannya,
saya meminum air dari tempat minum oranye itu
dan kemudian saya teringat,
hari itu,
saat itu,
pelajaran itu,
di tahun ajaran 2010-2011,
di bangku kelas yang berbentuk later U,
yang dulu ada usulan atap kelas buka tutup itu,
saya teringat,
ketika itu, saya meminumnya--air putih dalam tempat minum oranye juga*walau berbeda dengan yang saya miliki kini,
saya meminumnya, di tengah salah tingkah saya .

*saya rindu saat-saat itu . sungguh .

--catatan di notes kecil hijau saya, yang telah lama tak kuisi, *akhirnya kuisi juga. Jumat kemarin, 14 September 2012, mata kuliah terakhir minggu ini .

Selamat Malam Sabtu

Jumat, 14 September 2012

Saya udah niat banget ngepost ini dari abis maghrib kemarin, ga lama setelah turun dari TransJogja.
udah lama juga nggak ngeblog, kalo malem gatau kenapa belakangan ini selalu ketiduran cepet, udah pulang malem, belom belajar belom apa udah ketiduran#paraaah.

Selamat Malam Sabtu, entah bagaimana orang lain kebanyakan mencintai malam ini atau tidak. Saya mencintai malam sabtu. Entah mengapa, namun sedari dulu. Bedanya, saya yang kini sedang memulai masa-masa adaptasi awal kuliah berharap waktu-waktu ini segera tiba karena saya belum merasakan nikmatnya belajar--"*apabanget alesannya. Tapi saya telah memutuskan untuk lebih menyukai malam Sabtu dibanding malam Minggu sejak dulu, sejak duduk di bangku putih biru :')

Hari ini, senja ini, satu kalimat terngiang di benak saya :

Karena, betapapun aku menyukai menikmati alam, menghabiskan waktu bersama kalian rasanya puluhan kali lebih menyenangkan :')

*apalagi kalo udah jarang ketemu kayak sekarang, cc : Gycentium Credas Disorator :')

Huff, sebenarnya saya baru saja jalan ber3, dadakan, nggak ada rencana apa-apa sebelumnya, dan semua dimulai pada SMS saat menjelang kuliah alvekma alias Aljabar Vektor Matriks. Pokoknya akhirnya tiba-tiba makan bareng di kantin kluster sains, terus naik transjog sampe di malioboro, nemenin mbak Nikari yang beli hape. Abis itu kita merancang......proyek#halah, gaya banget bahasanya beginian-_____-

haha, gamau panjang-panjang ceritanya, berhubung seseorang yang ikut masih sembunyi-sembunyi gitu keikutsertaannya,*bahkan kedatangannya, hahaha :D

Ya, yang jelas, nggak tau kenapa, ketemu anak IC selalu memberi kesan membekas dan mendalam di hati saya :')

Seminggu ini..
Ya, seminggu ini ngapain aja fit? Kuliah, jelas. Galau, masih#hahaha, agak pengen ketawa juga nulisnya. Ikut wawancara KMFM, open house BEM, syawalan ilkom-komsi, kumpul kelompok makrab, silaturahmi muslimah sains, eh apa lagi yaa?
Kuliah, meski saya juga belum ngerasain feelnya sampe sekarang, masih belum biasa kali ya. Mohon doanya ya supaya bisa segera terbiasa. Eh jadi inget, temen saya, Andarini Sertianti sama Ardi alias Muhammad Aulia Rachman besok malem terbang ke Jepang, menempuh kehidupan (kuliah) barunya di APU sana.

ehm, ngomongin apa lagi ya?
Oh iya, jadi inget,,,kelamaan nggak ngeblog sih, kadang idenya udah muncul, cuma dipendem-pendem dan nggak segera direalisasikan. Jadi gini deeh-____-. Sebenernya saya dari awal kuliah pengen nulis beberapa postingan, mencakup kuliah saya yang pertama, matkul agama, yang sugguh rasanya cukup menggetarkan hati#beneran kok gapake lebay. atau sempet juga saya pengen posting soal matematika diskrit yang unik yg dalam bentuk soal cerita*tap susah juga diselesein soalnya, haha. udahlah, pd intinya :

Selamat Malam Sabtu :') hopefully everything will be better tomorrow

-entah

Kamis, 13 September 2012

Dan karena semua orang berbeda,
maka,
bisakah kau mengerti itu?

Ah,,,ya Allah...

move on, immoved

Sabtu, 08 September 2012

saya sendiri nggak ngerti makna move on dengan tepat. bahkan saya sendiri nggak ngerti kenapa pengen nulis ini di blog. saya hanya mengikuti kata hati, itu saja.
yang saya tahu, move on pernah jadi trending topic. habis galau jadi trending topiclah pokoknya. setau saya, move on pernah dibilang trending topic setelah masuk tahun 2012, karena galau trending topicnya 2011. entahlah, saya nggak begitu peduli. yang jelas saya mosting ini juga bukan karena ngikut-ngikut trending topic kayak gitu. apalagi galau karena pacaran--". pacaran aja nggak pernah, mau galau, hahaha :D.

apa ya, saya jadi bingung sendiri bagaimana menuliskannya.

oh ya, immoved sendiri saya ambil kata-katanya dari blog adek kelas saya, Nida Khansa Nazihah. Nggak tau kenapa, saya pikir nyambung aja sama tajuk kali ini#apadeh. ah, entahlah. tiba-tiba saya merasa begitu random.

hmm...kali ini mungkin tiba-tiba saya merasa bahwa saya adalah orang yang susah move on*berasa punya masalah banget. nggak tau deh ya. kok ya gitu doang susah banget. plis banget ini g ada kaitannya sama cowok kayak trending topic di luar sana, plis banget jangan kira yang aneh-aneh kayak gitu. bukan kok. saya tahu bahwa banyak hal sepele yang memenuhi kepala saya. dan saya sebenarnya juga mengerti bagaimana seharusnya. tapi ya itu tadi, immoved.

ehm, mungkin karena saya merasa sepi disini, sedang tidak ada teman berbagi :'(, haha, klasik sekali mungkin. tidak penting mungkin, untuk kalian. tapi kadang sesuatu yang tidak penting bagi orang lain kadang menjadi sesuatu yang penting bagi saya :')

move on, immoved. move on, immoved. move on, immoved.

GycenJogja : Selamat Ulang Tahun ke-3 Gyceen :D

Kamis, 06 September 2012


kontrakan umar-kurni-awp-nabil-sofyan-fadli yang hommy banget :')
wajah Deta yang berhelm *kenapa pake helm coba det?--"

masakan anak cowok+amel. enak kok. beneran deh :9

skype-an sama gycen yang lain : included : Depok@UI, Bandung@ITB@kosansiapaygkuliahditelkom,
Padang@rumah Deta/Doni*gatau siapa

hebohnya skype~
#eaaaaaa

kue ulang tahun Gycen :9. ada dua loh *__*


Kami : Gycen Jogja #HAgycen :):)
kurang Kurni, Fadli, Nabil. *kenapa sih kalian masih osjur aja :( ?

Totally rasanya menyenangkan sekali malam ini, kawan-kawan. Skype--walau kadang putus-putus n gambarnya gak jelas. Tapi tetep seruu dan menyenangkan, Makasih ya semuanya, terutama sang tuan rumah :)

Ayo sering-sering silaturahim :)
Karena kalian, selalu bisa mengisi ruang-ruang hati yang kosong :')

Gyentium Credas Disorator--060909-060912 :)

Selamat Ulang Tahun ke-3 Gycentium Credas Disorator :')


tulisan di notebook yg suka dibawa waktu kelas XII~, tadi dibawa kuliah, dibaca-baca, bikin kangen juga :')

di dalemnya...ada kalender smt.2, ada stiker HNO3 1M 100ml waktu ujian praktek kimia, ada time table yg dibacain Bu Rini...
ada list catetan waktu TM sebelum studi kolaboratif ke Lampung, catetan pas kumpul sama Bu Penny ngebahas KIR, jadwal pelajaran. corat-coret Bu Icus pas nerangin sifat reduktornya unsur-unsur, catetan vocab abis ngerjain soal, soal teka-teki bahasa inggrisnya Ms. Eneng, catetan buat ujian B. Indonesia yang tentang film Di Bawah Lindungan Ka'bah,

jadwal XII NS 1, kelas intensif UN, pembahasan soal Kimia, alamatnya jaisyi, kata baku dan tidak baku,
sampe award gycen buat foto BT pun ada :')
tulisan galau-nya Bella yang gede banget *colek : Nabilla Kenyaswasti. terus dilanjutin sama kata-kata -->boong, haha. itu Bella nulis pas foto BT yang pas Ariq-Vincus atau Aam-Tika, gitu. Pokoknya pake background mural Gycen di belakang GSG

quotes dari Mimpi Sejuta Dolarnya Merry Riana yang baca dapet pinjem dari Anis, oh iya, tulisan moga cepet sembuh dari Anis juga masih ditempel di notebook ini :')
bahkan sampe curcol ga jelasku yang dibaca Bella, huhu T^T. hahaha


selamat ulang tahun @gradiator15 :D
semoga bisa ketemu lagi, ya, lengkap, utuh :')
aku sayang kalian :')

pohon jati

Rabu, 05 September 2012

Dan pohon jati pun meranggas dengan segala kerendahan hatinya,
ia tak iri pada beringin--yang selalu tampak lebat di depannya.
Dan sungguh, pohon jati tahu
bahwa itu memang jalan hidupnya
tak pernah ia menentang--walau sedikitpun

*entah kenapa, tiba-tiba terlintas kalimat ini...


Gambar bisa dilihat aslinya di sini

Kurcaci .

Selasa, 04 September 2012

seorang kurcaci memepetkan badannya dengan sebuah tiang bulat besar penyangga ruangan. entah harus bagaimana. ia bingung. amat bingung.

Ia tahu, sungguh tahu apa yang harus dilakukan, tahu bagaimana seharusnya ia bersikap. Tapi alam bawah sadarnya sempurna mengendalikan dirinya, menjadi dirinya yang saat itu, seperti sekarang.

Si kurcaci hijau itu beringsut pelan, melihat sekitar perlahan, kemudian diam-diam mencoba berpikir jernih. Ah, tetap saja susah. Ia, saat ini merasa tersesat. Tak tahu mana negeri dongengnya tempat ia bertemu orang-orang seperti biasanya. Tak mengerti mana negeri dongengnya yang sering diceritakan para ibu dengan penuh semangat ke anak-anak mereka. Kemana?

Si kurcaci hijau merasa sendiri, padahal, sungguh amat ramai di sana. Jikalau majas paradoks bilang : hatinya sepi di kota yang raai ini. Ah, boleh jadi saat ini itu semua memang benar.

Hei, kurcaci hijau itu sudah besar ! Ia sudah dewasa dan sungguh, sangat mengerti apa yang harus ia lakukan. Tapi, apalah artinya teori dibanding seluruh keberanian dan tindakan nyata. Dan entah mengapa, saat itu, sekujur badannya sempurna kaku. Ia tahu harus apa, tapi tak ada yang dilakukannya. Ia lebih dari kata dewasa yang sering dinobatkan orang pada orang yang sudah bijak menempatkan waktu dan mengatur kehidupan. Tapi, entah bagaimana, hari itu ia persis seperti anak-anak yang takut dengan banyak hal. Padahal apa? Dan mengapa?

Kurcaci hijau bingung. Ia tahu, dirinya masih harus lebih banyak bersyukur dibanding kucaci-kurcaci lain yang tersesat di negeri antah-berantah. Tapi, mengapa ia masih juga tak pandai atur emosi?

--dear kurcaci hijau, senyum, ya.
kelak kau akan menemukan negeri dongeng itu
juga mungkin nirmala, dan ratu bidadari
juga dua dayang itu, dayang kupai dan bulbun
dan tobi tabib, serta  temn-teman kurcaci lainnya
sekalipun di jalan sana ada pipiyot
yakin saja, bukankah ia selalu kalah di cerita manapun ?

Yakini saja, banyak  cerita indah dari negeri dongeng lainnya yang akan tercipta
dan menjadi cerita indah sebelum tidur
bagi banyak ibu yang mendongeng untuk buah hatinya.

yang terlupa...atau dilupakan?

Senin, 03 September 2012

2 huruf 4 kata yang terlupakan
juga gelang-gelang perhiasan
dan batasan-batasan
yang kian dilupakan
haruskah aku tunggu kau bertanya
adakah alasan?
sampai akau mengangguk mengiyakan
semoga semua segera mengerti penjelasan

--ditengah festival kepemanduan PPSMB PASCAL *ospek FMIPA UGM 2012

catatan kecil
Sabtu, 1 September 2012
13.05

Banyak jalan, yakini saja.
Semua hanya butuh proses, juga pembiasaan.
Tenanglah, lihat saja, waktu akan menjawab semuanya.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS