"Waktu ibuku lagi banyak cucian, sementara ada kesibukan lain juga, aku bolang gini ke Ibuku. 'Bu, mbok laundry aja, Bu.'' (Bu laundry aja Bu).
"Terus ibuku bilang gini 'Wes to, pahala ibu tuh di sini.'"
terus baper moment.
***
Dulu Ummi pernah bilang, menikah itu membuka banyak peluang pahala. Malam itu, saat perbincangan ini berlangsung, pembicaraan-pembicaraan dengan topik bagaimana Rasulullah dengan keluarganya menjadi penohok sendiri bagi kami. Baik dari sisi rasulnya maupun dari sisi cerita-ceritanya. Cerita Layung adalah salah satu cerita baper yang bener-bener buat mikir. Bukan masalah nyucinya aatau laundrynya, tapi lebih pada apapun yang dikerjakan seorang ibu bagi keluarganya, barangkali di situlah ridha Allah berada. Peluang-peluang pahala yang justru akan melayang jika diserahkan pada ornag lain. Walaupun saya juga mengakui bahwa setiap keluarga punya case masing-masing soal laundry maupun soal urusan lainnya.
Ahh kalo dirunut-runut, kita nggak akan habis ngomongin dari mana aja seorang Ibu-sekaligus istri memiliki peluang pahala yang teramat banyak :"""").
24-28 adalah hari-hari pembelajaran. Tentang mengenal diri, mengidentifikasi apa yang terjadi, mentraining diri sendiri, sampai pada mendapat hal-hal yang tidak di sangka untuk pembelajaran diri.
*ini bikin sendiri tapi pake app :P
tentu saja, saya tidak akan gamblang bercerita soal apa yang terjadi. tapi barangkali kamu tahu. Saya tercenung dengan kata-kata yang disampaikan saat kajian pada tanggal 28. Kemenangan adalah tentang kesabaran-kesabaran kita di dalam ketaatan. Sejauh apa saya menahan diri selama ini dan seberapa level sabar yang saya lakukan sehingga terus saya jaga agar selalu dalam ketaatan? Ah, saya malu sama Allah. Betapa barangkali saya kurang berserah diri sama Allah kalau masih takut sama hal-hal yang seolah pada akhirnya membuat saya melanggar hal-hal yang sebenarnya justru tidak baik untuk dilakukan. Kalo udah di titik kayak gini, rasanya pengen nangis dan mengadu soalnya merasa nggak pantes banget di hadapan Allah.
ini tulisan sebelum kajian itu berlangsung sih. hari sebelumnya atau dua hari sebelumnya malah. Tujuan yang baik harus diperoleh dengan cara yang baik. Kadang manusia emang banyak godaanya ya. Tapi emang harus gitu kali ya soalnya balasannya Surga, bukan cuma doorprize kipas angin. Kalo kata seorang kakak beberapa hari lalu, "Ya kita kan hidup emang diuji. Kalau nggak diuji, kita malah harusnya waswas dong ujian apa di depan yang akan menimpa kita. Jangan-jangan malah lebih besar ujiannya." Ah, kadang untuk beberapa case pengen saya sebutin. Tapi barangkali tidak sekarang :")
Hasbunallah wa ni'mal wakiil. Kalimat juga yang kembaali diingatkan ketika kajian tanggal 28. Cukuplah Allah sebagai penolong. Saya ulang-ulang kalimat itu di dalam hati biar tertanam, biar saya benar-benar sepenuhnya berharap hanya sama Allah, bukan sama manusia. Biar kalau pada akhirnya ada yang saya inginkan tidak Allah beri, saya bisa ikhlas dan berhusnudzan, walaupun harus saya akui bahwa detik ini, saya pun takut terhadap sesuatu itu. Kesabaran dalam ketaatan tidak akan mencipta memori yang saya takut suatu hari nanti malah jadi bumerang bagi diri sendiri-kalau ada hal-hal yang saya harapkan tidak terwujud-ternyata bukan Allah takdirkan untuk saya :"
ah, bingungin ya ? Ada hal-hal di masa depan yang kita takuti, barangkali. kuncinya, pasrahin semua ke Allah sambil teruss usaha lakukan perbaikan diri :" biar kita pantes di mata Allah.
latepost, tapi semoga tulisan ini bisa jadi benteng diri :")
sampai jumpa, masa depan!
note : terima kasih untuk segala hal pembelajaran (dan juga doa) yang saya dapat dari banyak pihak dari tanggal 24-28 ;)
bisa dilihat chat yang saya kopas dari WA, setelah berpuluh foto dikirim ke grup.
[12/20/2015, 16:03] Putri Ramadhani: Fotonya full of memory n buat memory full ๐
[12/20/2015, 16:03] Putri Ramadhani: Tapi sukaaa๐๐๐
[12/20/2015, 16:23] Zahrah Al Jannah: Aaaaaaaaa sayang kaliaaaaaaaaaan :"
[12/20/2015, 16:29] Zahrah Al Jannah: Baper dek ๐
Gaada 5 bulan lagi mau pisah ๐๐๐
[12/20/2015, 16:30] Ditta Nisa Rofa: Aku juga sayaaaaangg bgt sm kalian. Di akhirat, klo kalian gak nemu ak di surga cari ak di neraka yah ๐๐๐
[12/20/2015, 16:31] Dini Suci Ardini Widyaningsih: Pengen nangis baca tulisan dita
[12/20/2015, 16:31] Dini Suci Ardini Widyaningsih: Baper
[12/20/2015, 16:35] Ditta Nisa Rofa: Aku juga sedih.. tapi ini permintaan beneran k kalian semua[12/20/2015, 16:55] Isna Pujiastuti: Hiks ..
[12/20/2015, 16:58] Putri Ramadhani: ANEKA JENIS SAHABAT, HANYA 1 YANG KEKAL HINGGA AKHIRAT ๐
Rasulullah ๏ทบ memiliki kawan dari kalangan orang-orang yang setia, hormat, dekat, dan selalu siap mengorbankan harta dan jiwanya untuk melindunginya dari setiap marabahaya di dalam menyampaikn risalah Islam. Mereka kita kenal dengan istilah sahabat.
Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi’i pernah berkata: “Sahabat (ุตุญุงุจู, ash-shahabi) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah ๏ทบ, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam.”
Secara tabiat, manusia pada umumnya pasti memiliki kawan dan sahabat. Ada berbagai macam jenis persahabatan. Setidaknya ada tujuh jenis persahabatan, namun hanya 1 yang kekal di dunia hingga akhirat.
1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.
2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.
3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.
4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.
6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan doa,
“ Ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”
7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena Allah, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam di penghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.
Dari ke 7 macam persahabatan di atas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10),
“Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).
Selalu saling mengingatkanlah dalam kebaikan dan kesabaran. (muslimahzone.c
[12/20/2015, 17:08] Zahrah Al Jannah: Aku juga sayaaaaangg bgt sm kalian. Di akhirat, klo kalian gak nemu ak di surga cari ak di neraka yah ๐๐๐
[12/20/2015, 17:13] Ufairoh Nurulhayah: Aku juga sayaaaaangg bgt sm kalian. Di akhirat, klo kalian gak nemu ak di surga cari ak di neraka yah ๐๐๐
"Kalau kalian nggak nemu aku di surga, cari aku di neraka yah..."
saya pernah dengar katanya memang teman yang sholih bisa menyelamatkan. Sumber lebih validnya mesti dicari lagi, sih :"
foto tanpa niat fotoo sebenernya, disuruh-suruh aja sama anak-anak pas lagi koosng (padahal antri sebelumnya dan sesudahnya rame)
"Ah, kok pada cantik-cantik sih bajunya. Kayaknya bajuku paling jelek sendiri deh," X, berkata pagi ini. Kala seasrama sedang berkemas hendak pergi ke acara pernikahan pembina asrama.
"Aku juga ini baju dari jaman SMA kok X," aku sambil menyetrika berbicara. Jaman sekarang ini, jadi perempuan susah sekali (ya kalau menyusahkan dirinya sih). Sebagaimana kodratnya yang ingin dilihat cantik, menghadiri undangan akan menjadi persoalan yang sulit kalau merasa nggak punya baju yang pantas (atau disebut baju cantik-tentu dengan kadar masing-masing)
"Tapi ini pada cantik-cantik banget, kayaknya aku paling jelek bajunya." Lagi, mengulang kalimat yang sama.
Saya diam, berpikir sebentar.
"Akan ada yang mencintai kesederhanaanmu, X." Saya berkata demikian karena saya tahu X sebenarnya ingin menyegerakan menikah #eh.
"Haha iya ya (mbak) Fit," katanya. Ia pun berlalu. <- mbak saya dalam kurungkan untuk menyamarkan ini angkatan berapa yang ngomong hehe ^^v
Terus tiba-tiba saya ngomong, "Haha, gue ngomong apa barusan --", ahaha."
Y, temen saya yang baru aja ngaca dan mendengar ketawa, "Hahaha Fit, Fit kamu bijak banget barusan."
Saya juga tertawa, tidak menyadari kalimat barusan yang meluncur begitu saja.
-----
Saya ingin mengulang kalimat ini : jadi perempuan di jaman sekarang ini susah sekali. Ketika semua tren-tren baru bermunculan dan keinginan hati ingin sesuai perkembangan zaman. Ketika perempuan mau terlihat berbeda di acara-acara penting dan berkesan. Pembicaraan soal baju, gaun, kerudung, kosmetik, maskara, lipstik, melintasi obrolan teman-teman saya akhir-akhir ini. Alhamdulillah kalau masih memperhatikan batasan-batasan syar'i. Sayang, karena di dunia ini masih ada yang mengorbankan batasan-batasan.
Saya bersyukur pengaruh bagaimana Ummi saya mendatangi acara-bahkan pernikahan-lebih dominan daripada perkembangan tren mode dan fashion. Terima kasih Allah, Terima kasih Ummi :)
Akan Ada yang Mencintai Kesederhanaanmu, tenang saja.
*haha, padahal mah belakangan ini saya agak nggak tenang karena sesuatu :P
dapet sesuatu dari Devi Lukita Sari. Something you found on your wardrobe/bed/pillow is something so surprise and so sweet. Saya sangat suka menemukan kejutan-kejutan kecil di atas pojok-pojok ruang saya di asrama. Sebagaimana mangga dari Jaden, buku dari Zayun, oat dan sari kacang hijau dari Nikari, dan masih banyak yang beelum sempat saya ceritakan.
to be honest, Devi adalah salah satu teman saya yang paling mudah memaknai suatu kejadian. Kalian bisa lihat di tumblrnya. Dia adalah tipikal perasa yang mudah menuai hikmah. Yang ngena kalo ngingetin orang masalah kedekatan sama Allah. Yang peka sama hal-hal kecil yan diceritakan orang lain dan bisa menuangkan itu ke blognya. Tipikal penyabar dan baik hati yang kalau kalian inget gimana Devi, rasanya malu banget sama kualitas ibadah pribadi #hiks.
*ps: kalo semenyenenangkan Nusa, saya kira kami sama-sama dekat karena saling menyenangkan dalam artian : kami sama-sama aneh dan menerima sisi aneh kita masing-masing. ahaha. everyone is special. just become you and i love yourself, the real you :)
ayuk kak Dev kita makan bareng :9
*p.s (lagi) : saya kenal Devi by name dari 2013 di FLP. Real ketemu 2014 awal kalo ga salah di GMIF. Dan sekarang kami seatap di Rumah Kepemimpinan Yogyakarta :")
Kebangkitan sebuah negara itu karena dua hal : kebijaksanaan orang tuanya dan semangat para pemudanya.
-Dea Tantyo, penulis buku LEIDEN!
kalau kalian merhatiin tanggal, tentu kalian akan ngeh kalau postingan tiap awal bulan yang bau-bau quote gitu pastilah karena saya sedang mengejar Tugas Bulanan #hemh.
Tugas kita sebagai makhluk yang berIslam sejak lahir adalah mentafakuri soal ketuhanan.
Hidup kita akan jadi besar kalau bersama Allah. Kalau kita sudah punya keyakinan sama Allah semuanya mudah. Kalau kita nggak sama Allah, sesuatu yang kecil jadi besar. Maka selalu libatkan Allah dalam segala urusan kita.
Perjuangan kita harus diukur bukan dengan usia ideologis, tapi dengan hitungan generasi.
Daya tahan peradaban hadir ketika kita punya kedekatan dengan Allah.
Masih bohong kalau kita belum berjihad di jalan Allah dengan menjadi SDM yang terbaik.
Ah Allaaaaah :""""""
-lupa catetan kajian apa. Kayaknya LnL sama Bang Bachtiar
Kajian malam ini membuat saya excited sekali. Pematerinya Eko Prasetyo, ketua Social Movement Institute. Bukan soal lembaga dan soal siapa beliau *meski itu mungkin juga matter karena pengalaman dan bacaan beliau tentu yang menjadikan materi Kajian Islam Progresifnya sangat menarik. Meski mungkin saya akna cari tahu, tai hari ini, semua itu belum perlu diketahui. At last, saya udah berniat, kalau ada kajian beliau di lokasi lain, saya mau dateng, heheu :3
Kajian hari ini soal dakwah kampus, tapi realita yang diceritakan banyak berimpact ke hal lain. Soal Islam dari masa lalu ke kini. Soal jihadis yang belajar bikin bom, soal parenting #eh, ilmuwan Islam, buku-buku kontemporer, sampe intinya adalah bagaimana seharusnya gerakan dakwah di kampus tidak melulu berkutat soal ritual agama. *mungkin satu-dua akan saya share di sini
Di atas itu semua, kemana-mananya cerita Mas Eko membuat saya kangen rumah dan ingin dengar banyak cerita dari ayah. Saya jadi pengen pulang dan lama di rumah untuk quality time dan mendiskusikan banyak hal. Meski seems gaya-gayaan karena biasanya jarang banget ada hal macem beginian. Tapi rasanya jadi pengen aja.
Baik, ini saya mau menarik garis agak jauh dari perbincangan sebelumnya. Kaalau dihitung-hitung, ini adalah tahun ke-sepuluh saya bukan lagi anak rumahan sejak saya sekolah asrama di bangku SMP Tahun ke sepuluh : it means itu hampir SEPARUH USIA SAYA--disamping selama ini saya jadi anak rumah cuman masa bocil. Hal ini membuat saya berpikir panjang dan bikin baper pengen menghabiskan waktu agak banyaak di rumah. Bukan soal manja, tapi soal bagaimana saya ingin memiliki banyak interaksi dengan orang rumah, terutama orang tua.
Time flies, sebagaimana banyaknya mal tumbuh di Cibinong, mungkin sebanyak itu pula kesempatan yang terganti dengan pendidikan yang dipercaya ayah ibu saya untuk menumbuhkembangkan saya. Saya jadi teringat ceita Ummi yang setelah sumpah dokter dan teman-temannya melamar kerja bahkan sampai Jakarta, tapi Ummi mikir soal waktu yang ingin beliau habiskan bersama Mbah di Magelang. Ummi pun pulang, mengajar TPA.
Saya kalau ditanya habis kuliah mau ngapain, sejujurnya masih bingung. Bahkan saya masih bingung dan takut soal lulus kapan *hiks*. Tapi saya jadi berpikir soal ada di rumah barang sejenak. Mengambil nafas panjang bersama kelurga. Entah kelak saya akan berkiprah di mana. Kalau kata Nabil sih, "Aku pernah ngitung tau, usia kita sama keluarga kita sekarang dan keluarga kita kelak tuh bakal banyakan sama keluarga kita nanti." #yahjadisedihkan.
Berhubung suasana pindahan kamar dan pas kapan kemaren mindah file gambar yang bejibun karena autodownload WA, saya jadi pengen ngepos soal Ja'far Shadiq dan Sunan Kudus.
Semasa hidup berasrama, setiap kamar punya cerita sendiri-sendiri. Zaman saya SMP, nama kamar adalah nama shahabiyah. Zaman di IC, nama kamar kayak kamar di hotel. Kalo kamar pertama saya kamar 101 Z, berarti itu kamar di lantai satu, nomer satu, gedung Z. Zaman di RK-PPSDMS- tiap semester nama kamarnya ganti *huff pengen cerita soal kamar yang lain juga deh jadinya. Berhubung nemu gambar dan foto ini duluan di WA, saya ceritin ini dulu ya.
Tema pembinaan semester 2 di RK adalah Islam dan Kebudayaan. Dan yang baru dari semester ini adalahadanya tim sat (dalam bahasa Sansakerta artinya enam) yang terdiri dari enam orang (satu kamar putra dan satu kamar putri). Karena kamar putra adalah nama sunan Wali Songo dan kamar putri adalah nama aslinya, makanya tim sat ya yang namanya sepasang aja.
Kamar saya namanya Ja'far Shadiq. Nama Sunanya Sunan Kudus. idkw-i dont know why seru banget kerja bareng mereka. Apalagi ada ke-ambis-an jaden sama alfath. Luar biasa sih emang~.
Project#1 TimSat Sunan Kudus : Training Jurnalistik dengan Pak Sapto Waluyo (17-18 April 2015)
kenang-kenangan buat Pak Sapto
terus biar seru dan memotivasi kita bikin award-awardan juga.
buat yang dateng paling cepet
yah gimana ya ada yang paling cepet juga ada yang paling telat :/
yang so interest sekali
abis acara baru kepikiran kenapa namanya ngga 'terlelap' aja
yah intinya yang paling seru pas acara (bingung juga sebenernya nilainya)
ini nih yang paling epik dan aneh sebenernya, saking bingungnya kita bikin award cem ini. tapi Pak Sapto alhamdulillah menanggapinya dengan bijak dan memilih peserta yang khas versi beliau :")
ini kamingsun-kamingsunan. permen yang diedarin pas acara sekaligus yang jadi kalung medali
ini ujung medalinya *lah kan kita ngga punya modal dong kalo kasih medali emas dan perak. ini aja sisa acara taun semester lalu
kanan atas : Reza dengan mengalungi medalinya dan membawa piagam penghargaannya (akhirnya ngga sempet piagamnya kayak yang didesain jaden di atas)
kanan bawah : penyerahan kenang-kenangan
alhamdulillah, sempet masuk ke Tribun. Padahal mah sebenernya juga cuman acara internal aja sih *salah tuh PSDMSnya (padahal di badan artikel bener)
Project#2 TimSat Sunan Kudus : Leaders and Leadership (5S Implementation) dengan Bang Ahadiyat (29-30 Mei 2015)
5S merupakan budaya Jepang dalam kebersihan, ketetiban, dan keteraturan. Biar seru, entah siapa yang usul, kita bikin video. Dan karena yang di shoot adalah kamar, makanya kamar putra. Dan pas kita dapet kiriman mentah videonya, itu lucu banget wkwk. Dengan kaos Al Fath yang tulsiannya menantu idaman adalah anak UGM. Dan poin SEITON yang sebenernya artinya melabeli, malah diisi sama take sok-sok hantu (setan maksudnya--").
disebar dengan japrian WA sbb :
Watch "Teaser LnL (5S Implementation)" on YouTube - https://youtu.be/aedlUEkhFsE
"Kebersihan adalah tonggak dari kemajuan pribadi maupun organisasi.
Jepang sebagai salah satu negara maju telah membuktikannya. Dan dari negara itulah lahir konsep 5S yang menjadi kunci dari kesuksesan perusahan-perusahan Jepang.
Apa 5S itu?
✨SEIRI
Seiri itu kita memilah, mana barang yang berguna mana yang tidak. Barang yang sudah tidak berguna dibuang dan yang masih berguna kita simpan. Sehingga kamar kita nggak kepenuhan barang yang emang udah nggak berguna lagi.
✨SEITON
Yak, nggak SEITON kayak yang di video juga sih --a. Intinya sih Seiton itu menata barang agar mudah dicari. Misalnya kita ngasih label buat pembeda di map yang isinya sertifikat sama map yang isinya materi kuliah, biar cepet kalo mau nyari, atau kalo minta dicariin temen gara-gara mau minta tolong dibawain ke kampus pas ketinggalan bawa ke kampus.
✨SEISO
Setelah dipilah dan dilabeli, kita perlu menerapkan SEISO alias pembersihan agar nggak kotor. Disapu, dipel, dibersihkan dari debu, dan membersihkan sarang laba-laba yang ada di sudut-sudut kamar atau kamar mandi.
✨SEIKETSU
SEIKETSU bicara standar agar lingkungan tetap terjaga kebersihannya. Standar ini harus mudah dipahami dan diimplementasikan serta perlu pemeriksaan secara berkala. Contohnya kalau di kamar sih misalnya sekamar sama-sama sepakat tidak meninggalkan barang di lantai ketika mau berangkat kuliah atau sepakat langsung membuang sampah selesai makan di kamar. Bisa juga bikin jadwal piket untuk mengontrol kebersihan setiap hari.
✨SHITSUKE
Shitsuke maksudnya disiplin. Sama kayak kalau kita PBB kan mesti disiplin, nah sebelas-duabelas kayak gitu deh hehe. Jadi kita disiplin dan saling menghormati kesepakatan kamar, patuh sama jadwal piket yang telah disepakati, malu kalau melanggar jadwal atau kesepakatan, dan senang melakukan perbaikan.
Yak kurang lebih, 5 poin itu yang jadi budaya Jepang dan perlu kita contoh dalam keseharian. Satu hal, budaya 5S adalah budaya yang dibuat orang-orang Jepang yang mayoritas tidak percaya pada Allah. Nah kita sebagai muslim seharusnya bisa membuat konsep yang jauh lebih baik dengan landasan keimanan kita pada Allah.
Karena kebersihan sebagian dari iman, yuk sama-sama meningkatkan kebersihan, sebagai salah satu bentuk meningkatkan keimanan ;)
Semangat Pemimpin Muda^^!
-TimSat Sunan Kudus-
Credit :
Al Fath Bagus Panuntun El Nur Indonesia
Arief Rahman Hakim
Dodik Dermawan
Ditta Nisa Rofa
Fitri Hasanah Amhar
Zahratul Iftikar Jadna Masyhida
Inspired by Aulion at https://www.youtube.com/watch?v=CvL7CZspIp4
Thanks to:
Laptop Aqmal Nur Jihad
Dedicated to :
Leaders and Leadership with Ahadiyat, S. Sos.
29-30 May 2015
Rumah Kepemimpinan PPSDMS Regional 3 Yogyakarta
Bintang buat kamar terbersih versi putri dan putra
kenang-kenangan yang dibuat Bang Ahad adalah gambar pohon beserta rantingnya. Nah daunnya dari sidik jari kita semua seasrama (plus ER kalo ga salah). didalam daunya ditulis nama kita.
terus kita pake dc ala-ala *silakan tebak sendiri* terimakasih pada teman-teman kontingen Gemastik yang mau saya pinjami bajunya :"). Sayang fotonya abis kelar acara dan saya pagi itu cuma bisa dateng setengah acara karena ada agenda lain :""
3 Juni 2015, penghargaan Tim Sat. Sempet ngga nyangka dapat Tim Sat Terbaik, soalnya pas LnL persiapannya agak rempong *karena kita sok mau hemat tapi jadinya malah berantakan T^T. Alhamdulillah :")
Termasuk agenda syukuran, jadi niatnya mau jalan-jalan ke ArtJog gitu kan. Tapi ngga TimSat aja, ngajak yang lain juga. Cuman yang TimSat kita pake uang hadiah. nanti sisanya buat agenda selanjutnya. Nah terus...dari H-1 ArtJog saya demam. Jadilah ngga bisa ikut ke ArtJog. Dan dioleh-olehin ini :""
Project#3 TimSat Sunan Kudus : Kick Andy : Pengabdian Masyarakat (30 Juni 2015)
Ini program asrama yang intinya kalau nggak mengambil inspirasi dari Mata Najwa, dari Kick Andy. Nah kebetulan kita biasanya nonton MataNajwa tapi belum pernah Kick Andy. Akhirnya, berhubung waktu juga udah mepet keberangkatan KKN, dan bahkan pas acara ini ada yang udah berangkat KKN :"", kita ambil Kick Andy dan nyari yang pengabdian masyarakat gitu. Terus...sisa uang hadiah yang dulu itu ngga dibeliin konsum atau hadiah baut award, tapiii...(liat di bawah).
*sempet dikira ada Bang Bachtiar dateng *terus brb panik*
ini video yang diputer. inspiratif lah :")
terus habis itu kita yang setimsat cuman sisa berempat bacain puisi Karya Taufiq Issmail yang mengisahkan soal Kasim, mahasiswa IPB yang setelah KKN ngga pulang-pulang sampai hampir 15 tahun di Waimital. Sampai utusan rektor IPB menjemputnya agar Kassim merampungkan studinya.
Saya pertama tahu soal Kasim di suatu forum yang diisi oleh Mas Bayu, ketua Palapa zaman saya jadi maba. Kemarin pas search puisinya buat ditampilin, aaaah ngena banget. Bagaimana Kasim yang mengabdikan dirinya, turut membantu warga di sana, sampai-sampai membuat Taufiq Ismail malu ketika melihat bayangannya di sungai, terbalut baju rapi. Saat di mana Kasim mencetk harapan, saat yang sama di kota mungkin kita mencetak keluhan.
Baca puisinya deh. Search Puisi Taufiq Ismail untuk sahabatnya, Muhammad Kasim Arifin.
tadaaa ini foto kenang-kenangan yang dibagikan ke semua. Term Saudara Sampai Surga itu sebenernya term kalimat yang dalam ya maknanya. Bersaudara sampai surga itu artinya menjaga : agar kita bisa bersama-sama di dunia hingga di surga. Artinya harus saling ngejaga dan ngingetin agar satu sama lain tetap selalu berada di koridor yang Allah tentukan agar dapat meraih surgaNya.
itu yang saya pegang naskah puisinya Taauiq Ismail
sampe detik ini belum pernah foto TimSat fullteam. Ini Dodik sama Ditta udah berangkat ke lokasi KKNnya masing-masing.
Ala kulli haal, satu semester beserta anak kamar Ja'far Shadiq dan TimSat SunanKudus seru dan menyenangkan. Terima kasih telah memberi warna untuk satu semester ini :')
Semoga tidak terputus persaudaraannya yaa meski udah ga setimsat :')
Barangkali kita berhutang terlalu banyak syukur pada Tuhan atas segala nikmat sehat yang Ia beri.
Siang tadi saya ke rumah sakit. Menjenguk ibu seorang teman. Ketika menaiki lift dari lantai G, lift berhenti di lantai 1 dan masuklah seorang Bapak yang mendorong kursi roda : ssepertinya istrinya. Bapak itu diiringi oleh seorang gadis kecil yang mungkin baru kelas 2 SD. Langkah si Gadis waktu keluar lift terlihat riaang; walau saya menakar dalam hati seberapa sedih hati anak itu mengetahui ibunya sakit.
Saya memasuki ruang rawat inap ibu teman saya. Wajahnya membengkak, terlihat jauh lebih berisi dibanding ketika kami menjenguknya sekitaran dua minggu lalu di rumah sakit berbeda. Tensinya sempat mencapai angka 220. Suntik insulin sehari lima kali. Saya tidak bisa terbayang bagaimana teman saya begitu sabar menghadapi takdir yang Allah berikan padanya. Entah bagaimana.
Saya berpikir. Bagaimana kalau saya yang ada pada posisi itu. Bagaimana jika Ummi sakit dan saya harus bergantian dengan ayah menjaga, sementara kemudian ada adik-adik yang juga harus dijemput dari sekolah, sebagaimana teman saya itu.
Ah Allah, kalau semua orang diuji sesuai tingkat kesanggupannya, barangkali iman saya masih terlalu lemah untuk diuji dengan cobaan. Membayangkan kondisi itu saja rasanya jerih.
Allah, berilah kekuatan lahir dan batin, fisik dan non-fisik, materi dan non materi, kekayaan hati dan pikiran untuk teman saya dan keluarganya. Sembuhkanlah ibunya. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik penyembuh....
Teman-teman, saya minta doanya ya untuk kesembuhan dan kesehatan ibu teman saya :""
Amalan seorang muslim seharusnya merupakan cerminan
Quran. Kalau tidak, orang akan mempertanyakan, di mana quran yang selama ini dipelajari, dihafal, dan dipahami?
Berpolitik adalah dakwah. Sayangnya biasanya
politik adalah penghasilan.
Kauliyah membuat manusia dapat menjadi manusia yang baik. Kauniyah membuat manusia dapat mengelola bumi dan seisinya
-ust. Musholli, pada suatu Kajian Islam Kontemporer
Rapat Tata Program terakhir, sedih aja rasanya. *ah harusnya rapat fullteam FLP tadi sore juga ada dokumentasinya*
Tata Program; amanat kabinet asrama sesemester ini. Rapat Tata Program rutin sekali setiap bulan. Bahas serius sampe bahasan ngaco. Makan-makan apapun yang dibawa Mas Adi. Bujuk-bujuk dikasih tau pasangan tim sat, kamar terbaru, dan apapun yang ceritnya masih disembunyiin ER, wkwk. Agak-agak konspirasi soalnya ga sengaja se-tim sat juga kita. Aaaaah, terima kasih Tata Program :') Selamat buat Al Fath atas amanahnya jadi kadiv Tata Program lagi gantiin Dodik. Semoga bahagia di semester selanjutnya :')
--at Kantor Rumah Kepemimpinan with Adi Suharyanto, Tri Kartika Sari, Juhainah Intan Maharani Ngithriyah, Al Fath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, and Dodik Dermawan
terima kasih juga buat tim super Taprog Srikandi : Devi Lukita Sari, Tadzkia Nurshafira, Farah Uma Mauhibah, Safitri Setyowati. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya ya :""
berkas persiapan acara idul adha di Dusun Kemiriombo, Kulon Progo. ngga tau kenapa dari Kamis minggu lalu pengen ngepos gambar ini, berkas yang kebawa bahkan sampai ke Bogor. persis seminggu lalu saya sama lilis nunggu berangkat di asrama Nakula. Ke lokasi nyampe ashar, kemudian disambut dengan celotehan anak-anak waktu Reza nanya, udah rajin sholat belum? dijawabnya : udah mas,,,(hening sejenak) dalam dua hari! kami tertawa, mereka tertawa.
anak-anak di kulon progo secara garis besar manut-manut. entah karena belum terlalu kenal dan sering main bareng banget cem bocil di kkn atau emang merekanya gitu. Farass yang banayk omong, Umi yang supel, dan adik-adik yang lain. Terima kashi sudah berpartisipasi di acara yang kami adakan. Semoga menjadi adik-adik yang sholeh ya :')
Kalau jadi kakak mentor, kita nggak hanya memberikan ilmu. Tapi kita harus make sure bahwa dia pemaknaannya juga dapet.
-Ammah Intan, pada suatu KIP, dengan redaksi yang seidkit berbeda.
Karena bahkan soal ihdinashshiratal mustaqim saja tidak pernah semudah ucapannya. Itu permohonan, yang jika dirasakan dari hati, menunjukkan penghambaan untuk meminta ditunjukkan jalan yang lurus selama hidup ini.
Tiba-tiba saja, saya jadi merasa jarak Bogor-Jogja sangatlah jauh setelah tau teman saya yang sakit pulang ke kota asalnya-setelah kemarin ada yang pulang juga karena sakitnya. Sakit jauh dari rumah itu nggak enak, walau di sini juga saya sebut rumah, dan walaupun bagaimanapun juga sakit tetap saja nggak enak. Yang bikin sakit sekarang makin nggak enak adalah waktunya yang juga bertepatan dengan tiga hal : UAS, Ramadhan, dan persiapan KKN-ah iya yang itu juga : the most 'mengerikan' saat ini buat saya. Saya mencicil sakit ini sejak Jumat dan masih belum pulih sepenuhnya hingga hari ini. Tiga hari belakangan cek lab berturut-turut setelah Jumat Sabtu Minggu mati gaya kebosanan hanya berdiam diri atas nama istirahat. Mulut saya pahit dan perut saya seolah tidak butuh makan. Saya diceramahin ini itu sama ibu dan saya makin pengen denger ceramah itu langsung, tidak lewat gadget.
Baiklah, maaf meramaikan dashboardmu hanya dengan cerita keluh-mengeluh. Saya kan sudah bilang di atas : writing like no one watching. Selamat menikmati keberkahan Ramadhan :"") Bahagialah kalau kau menjemputnya tanpa keadaan sakit. Karena kondisi kayak gini sungguh tidak enak sekali.
-bersama nusa, temen ter-epik, ter-aneh, ter-lucu, ter-menyesuaikan dengan diri ini--sepanjang masa
gaya doa khas Nusa di nikahan Mas Muhammad Lutfi Firdaus dan Mbak Ervira Rusdhiana
Madiun, 6 Juni 2015
*btw, nusa curang, sudah tinggi masih saja pakai wedges. padahal saya yang sudah lebih pendek, pakai flat shoes yang sudah semakin flat gegara dipake kuliah sudah sejak entah semeser berapa
barakallahulakumaa mbak dan mas!
semoga sakinah-mawaddah-warahmah selalu mewarnai rumah tangga kalian