Bogor-Jogja

Rabu, 17 Juni 2015

Tiba-tiba saja, saya jadi merasa jarak Bogor-Jogja sangatlah jauh setelah tau teman saya yang sakit pulang ke kota asalnya-setelah kemarin ada yang pulang juga karena sakitnya. Sakit jauh dari rumah itu nggak enak, walau di sini juga saya sebut rumah, dan walaupun bagaimanapun juga sakit tetap saja nggak enak. Yang bikin sakit sekarang makin nggak enak adalah waktunya yang juga bertepatan dengan tiga hal : UAS, Ramadhan, dan persiapan KKN-ah iya yang itu juga : the most 'mengerikan' saat ini buat saya. Saya mencicil sakit ini sejak Jumat dan masih belum pulih sepenuhnya hingga hari ini. Tiga hari belakangan cek lab berturut-turut setelah Jumat Sabtu Minggu mati gaya kebosanan hanya berdiam diri atas nama istirahat. Mulut saya pahit dan perut saya seolah tidak butuh makan. Saya diceramahin ini itu sama ibu dan saya makin pengen denger ceramah itu langsung, tidak lewat gadget.

Baiklah, maaf meramaikan dashboardmu hanya dengan cerita keluh-mengeluh. Saya kan sudah bilang di atas : writing like no one watching. Selamat menikmati keberkahan Ramadhan :"") Bahagialah kalau kau menjemputnya tanpa keadaan sakit. Karena kondisi kayak gini sungguh tidak enak sekali.

amunisi dari kakak Zahra Yuniarti



adik saya wisuda Ahad kemarin, siapa coba yang nggak pengen dateng?
wajah lucu mana lagi yang bisa kamu dustakan? 
adik ini kalau ditelefon kerjanya tanya : mbak Fitri kapan pulang?

Kamis, 11 Juni 2015

Halo Kak, apa arti fokus?

Dan...bagaimana menerapkannya-agar menjadi adil : tidak hanya seimbang ?
Belakangan wajahnya terlihat lelah ?

Ah, iyakah? Belum bisa menyembunyikan, ya saya rupanya.

Saya jadi tahu bagaimana rasanya terpuruk karena kurang tegas. Sudah, itu saja.

Besok Jumat, ada yang menunggu.

Besok Jumat, saya harus sudah punya kalimat yang diutarakan.

Senin, 08 Juni 2015

saya pernah berpikir begini :
betapa beruntungnya ditemukan. juga menemukan.
tapi kemudian saya berpikir dan menambahi :
tapi lebih beruntung lagi orang yang bersyukur .
-bersama nusa, temen ter-epik, ter-aneh, ter-lucu, ter-menyesuaikan dengan diri ini--sepanjang masa
gaya doa khas Nusa di nikahan Mas Muhammad Lutfi Firdaus dan Mbak Ervira Rusdhiana
Madiun, 6 Juni 2015

*btw, nusa curang, sudah tinggi masih saja pakai wedges. padahal saya yang sudah lebih pendek, pakai flat shoes yang sudah semakin flat gegara dipake kuliah sudah sejak entah semeser berapa

barakallahulakumaa mbak dan mas!
semoga sakinah-mawaddah-warahmah selalu mewarnai rumah tangga kalian

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS