Jumat, 28 November 2014

[Resensi#15] Girls and Tech : Bahwa Perempuan juga Bisa Berkarya dengan IT

Judul Buku          : Girls & Tech
Penulis                 : Ollie
ISBN                      : 978-602-7975-64-4
Penerbit              : Bentang Belia
Ketebalan           : x + 186 halaman
Ukuran                 : 20,8 cm
Harga                    : 49.500

Teknologi informasi (information technology/IT) semakin mudah diakses oleh manusia. Internet yang membuat dunia kehilangan batas antar negara pun makin mudah diakses manusia. Terbukti bahwa IT memudahkan hidup manusia, perkembangan IT pun begitu pesat belakangan ini. Sayangnya, mayoritas orang yang berkecimpung dalam dunia IT adalah laki-laki. Perempuan dengan teknologi informasi, adalah hal yang sampai saat ini masih dominan sebagai konsumen, bukan sebagai sosok yang turut berperan aktif sebagai pengembang. Padahal, peluang IT yang sangat besar bukan berartitidak mampu dihandle oleh tangan multitasking perempuan.

Melalui buku ini, Ollie memulai dari alasan dan poin-poin penting yang menjawab pertanyaan kenapa perempuan pun harus ada yang berani untuk berada dalam dunia IT. Ollie pun bercerita perihal pengalamannya selama ini sejak masih di bangku sekolah sampai bekerja di bidang IT yang akan memberikan pandangan baru bahwa tidak selamanya perempuan akan tertinggal jika ia memiliki passion yang besar dalam dunia IT. Penulis juga memberikan cukup suntikan bagi pembaca agar dapat terus semangat dalam berada di dunia IT.

Memiliki perspektif yang khusus ditujukan bagi perempuan, penulis menyebutkan segala keunggulan perempuan yang dapat membantunya di dunia IT ini. Sebagai pelengkap, disampaikan juga tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang maju dalam dunia IT seperti Shinta Danuwardoyo, seorang pioneer Woman in Technology dan masih banyak tokoh lainnya yang dapat menginspirasi para perempuan untuk berkarya di dunia IT.

Berada di dunia IT tidak berarti perempuan harus menjadi orang yang terus-terusan mengerjakan suatu program di depan layar komputer. buku ini akan mengajak perempuan melihat lebih luas lagi, melihat bahwa IT yang memudahkan berbagai persoalan kehidupan dapat menjadi peluang di berbagai kesempatan. Septi Peni Wulandari, salah satu tokoh yang disebutkan dalam buku ini merupakan pengelola situs http://ibuprofesional.com. Berkat bantuan IT, situs ini dapat menjadi lokasi belajar online yang cukup diminati oleh para ibu-ibu. Bu Septi memanfaatkan IT sebagai sarana media belajarnya, juga sarana berbagi untuk mengembangkan kapasitas para ibu di Indonesia.

Buku ini juga membahas langkah-langkah membangun startup. Kemudian juga membahas  berbagai tips dan trik agar perempuan tetap dapat survive bergelut di bidang yang masih didominasi oleh kaum pria ini. Berbagai komunitas yang dapat saling membantu dan memberi masukan bagi siapapun yang berminat pada IT pun dikenalkan di dalam buku ini. Sebagai tambahan, Ollie juga menceritakan kesehariannya dan apa-apa yang terkait dengan dirinya sebagai sosok yang sangat berkembang dalam dunia yang disenanginya, dunia IT.
Girls and Tech sangat cocok untuk dibaca oleh semua perempuan, tidak terkecuali yang tidak memiliki latar belakang IT sekalipun karena IT merupakan hal yang sangat dekat dengan manusia sampai detik ini. Berbagai aspek kehidupan dapat menjai mudah dengan memasukkan bantuan IT di dalamnya. Buku ini kaya akan informasi dan memberi motivasi agar perempuan tak mudah patah semangat dalam menjalani kesehariannya yang dimudahkan oleh IT, tentunya tidak hanya sebagai pengguna (user), namun juga pengembag (developer).


Selamat membaca J !

Senin, 24 November 2014

Mainkan Saja Peranmu

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika masa yang semestinya kamu sudah menjadi seorang mahasiswa, tapi nyatanya kini masih harus berjuang lagi untuk menjadi mahasiswa.
Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya, bahwa Allah menakdirkan kebaikan untukmu, dari jalan perjuangan ini, lagi dan lagi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Zulaikha yang sabar menanti Yusuf tambatan hati, atau bagai Adam yang menanti Hawa di sisi.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah dalam catatan takdir manusia.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

---
repost, dipost Hapsari di suatu grup WA entah beberapa minggu yang lalu

Happy Gemastik7 :D

Selamat Gemastik bagi yang menjalankan :) maaf ya ini logonya logo Data Mining karena ceritanya emang dibikin khusus buat anak Data Mining a.k.a Tim Sae a.k.a Amirah Farah, Rochana, dan Nur Rista. Semoga besok miningnya dilancarkan teman-teman :')

Sabtu, 15 November 2014

Laki-laki Hujan dan Perempuan Senyum

"
Laki-laki hujan (mungkin) tidak pernah tahu, bahwa perempuan senyum pada akhirnya berani bercerita karena suatu hal menyebabkan hilangnya senyum pada wajahnya.

Setelah pertahanan yang begitu lama membuatnya menghindar, berusaha agar bukan ia yang memulai percakapan.


Usaha yang melelahkan karena tidak ada obat rindu terbaik selain doa.

Setidaknya sampai saat ini.
"

-5 Oktober 2014

Kamis, 13 November 2014

Sebab Nanti... | Ayo Terus Mendaki


Seandainya kau tau bahwa, kau sungguh  berharga. kau bisa jadi apa saja, asal kau berupaya.
Seandainya kau tau apa, doa ayah dan bunda. tak mungkin sampai engkau tega, mematahkan mimpinya.

-
Teruslah bergerak hingga rasa lelah, sendiri kelelahan mengikutimu.
Sebab nanti suatu hari, kau akan tersenyum setiap pagi, menikmati jerih diri, dan segala yang telah kau lalui.
Sebab nanti suatu hari, kau punya cerita tuk dibagi, tentang mimpi yang tak pasti, namun kau membuatnya terjadi.
Belum saatnya berhenti, ayo terus mendaki, sudah tak jauh lagi kini, ayo terus dekati.
-
Seandainya kau tau apa, dibalik gunung sana, terhampar padang bunga-bunga, kau akan bahagia.
Seandainya kau tau bahwa anak-anakmu kelak, inginkan sebuah cerita pahlawan dihidupnya.
Teruslah bergerak hingga rasa lelah, sendiri kelelahan mengikutimu.-
Sebab nanti suatu hari, kau akan tersenyum setiap pagi. Menikmati jerih diri, dan segala yang telah kau lalui.
Sebab nanti suatu hari, kau punya cerita tuk dibagi, tentang mimpi yang tak pasti, namun kau membuatnya terjadi,
Belum saatnya berhenti, ayo terus mendaki, sudah tak jauh lagi kini, ayo terus dekati... semua mimpi.
---


dapet dari link http://sepuhseger.blogspot.com/2014/03/untitle-ayo-terus-mendaki-by-unknown.html , langsung googling habis denger Devi buka tumblr orang yang muter lagu ini. Jatuh cinta sama liriknya. Inget percakapan tadi sama @arumadin, inget Gycen, inget Kak Suci :")

sumber lagu : https://drive.google.com/file/d/0B0YmKcIKLgW_MG1PNTRoM3Nlc3c/edit?usp=sharing

Minggu, 09 November 2014

Andini

 Andini baru saja sampai kos-kosannya saat hujan tiba-tiba turun deras.
Seperti tadi pagi saat ia baru saja berangkat. Jam enam kurang dua puluh, atau lima belas.
Andini berjalan menghampiri kasurnya. Menghela nafas panjang. Ada yang mengerti? Bahkan dirinya pun tidak mengerti,
Andini tahu, dirinya sedang dalam titik tertekan. Bahkan ia tidak merasa lapar walau makan terakhirnya kemarin siang. Dan ini sudah malam pada hari berikutnya. Padahal, kadang-kadang malah jam sebelas pagi dia sudah lapar walau sudah sarapan. Andini tahu dia sedang stress.
Andini mengendarai motornya hanya kisaran kecepatan 30-40. Jarang sekali sesungguhnya ia mengendarai hanya dengan kecepatan itu. Tapi rasa-rasanya ia ingin lebih lama duduk di motor. Biar ia menjalaninya pelan-pelan. Biar ia bisa memarahi dirinya sendiri sepanjang perjalanan. Biar ia bisa bebas berteriak tanpa seorang pun tahu. Biar ia menangis tanpa ada yang peduli.
Sepanjang jalan.
Bahkan rasa-rasanya ini setelah sekian lama ia menangis tanpa langsung diseka. Air matanya mongering sepanjang pipi. Rasanya pipinya menjadi kaku. Aneh.
Kalau kalian tanya Andini kenapa. Dia pasti tidak menjawab. Ia malu sekali menjawab. Takut menjadi keluh yang berlanjut peluh.
Ia hanya butuh doa, mungkin sampai saat ini. Sampai kalian berhasil menebak dan tangisnya pecah di bahu kalian. Doakan saja agar kuat dan sabar selalu Allah anugerahkan untuknya.

Sabtu, 08 November 2014

Terima kasih untuk hari ini Allah. Terima kasih atas pulang jam setengah sembilan malam. Terima kasih atas guyuran hujan yang membuat basah bahkan hingga kering lagi. Terima kasih atas segala keresahan hati. Terima kasih atas gelisah berkepanjangan (yang entah kapan berhentinya aku bahkan tak tahu).Tterima kasih atas ketidakbisaanku menghadiri acara penting yang terutama malam ini. Terima kasih atas materi setadi pagi. terima kasih atas perasaan bersalah yang masih muncul karena tidak ada di sekre pagi ini. Terima kasih Allah. Terima kasih.

Apapun yang terjadi izinkan aku agar senantiasa berterima kasih :""
Karena setidaknya, aku masih punya hidup yang jauh lebih beruntung dibandingkan banyak orang di luar sana.

"Semoga Allah menguatkanmu Fit...." (Hap, nggak sengaja tadi ketemu di mushala MU, dengan kostum basah kehujanan yang nggak banget yang aku pake)

and surely, aku rindu banyak hal. Bukan hanya orang, tapi keadaan. Bukan sekadar keadaan, tapi semangat yang ada :"

Maaf, untuk pihak yang senantiasa aku repotkan dan belum bisa aku ajak senyum akhir-akhir ini. Sungguh aku ingin sekali senyum sepanjang waktu seperti dulu itu. Akhir-akhir ini berat sekali rasanya. Padahal kalau begitu artinya tidak mensyukuri apa yang Allah beri, ya?

Ah, masih saja Fit. Kamu kayak anak kecil.

Rabu, 05 November 2014

Oktober

Hello,
i do really miss this blog.

Sejak Oktober yang superhectic *mulainyalahin*, uts, tugas asrama, tugas tambahan karena hukuman, oprec ini itu (sayanya panitia sih), rapat, seminar, SME, ngerjain bisnis game sama sok googling ksj, dan tugas tiada akhir yang udah kayak kasih sayang ibu : tak terhingga sepanjang masa .

Saya bahkan sampai yang dulunya mungkin nulis enggak tapi buka dashboard blog hampir tiap hari, sampai lupa caranya buka dashboard blog *naon*

i don't know what to say actually. saya kangen sama kebiasaan menulis ini. Oktober disamping kehecticannya memberi saya kesempatan ditegur Allah dengan cara yang sangat sopan, memberi kesempatan saya untuk ada dekat anak-anak 2013, membuat saya sedih karena nggak bisa masak bareng MII *mutung ke BKK~ampuuun*, membuat saya mengamati berbagai cara orang memimpin, membuat saya BT banget sama sesuatu, membuat saya kehabisan uang, membuat saya terharu denger cerita Ummi tentang Fatih sama Fahri, membuat saya menyadari bahwa saya belum benar-benar menyadari apa yang benar-benar ingin saya capai dan bagaimana saya harus menempuhnya.
Oh iya di bulan ini juga saya pengen inisiasi gerakan sapa teman. Jadi ceritanya teh saya pengen banget nanyain kabar satu-satu temen SMA-SMP-SD saya bahkan kalo bisa, tapi baru lewat medsos dulu. Sapa-sapa minilah intinya yang penting nyapa lagi. Nggak enak euy kalo lama ga komunikasi Doanya ya semoga istiqomah *yuk ikut gerakan sapa teman ini hehehe.

Super October. It was. Even banyak yang menurun sebulan belakangan ini. Harus saya akui. Nggak ngerti lagi kenapa kondisi diri bener-bener bisa drop dalam segi emosi. Kecewa, iri, kagum, ah...banyaklah :""

Dear Allah, bimbing saya atas banyak hal, ya. Izinkan saya bisa menuai hikmah dan kebaikan yang selalu ada tiap harinya. Semoga apa-apa yang telah saya kerjakan jadi berkah dan manfaat. Bantu hapus keluhnya, bantu hapus cemberutnya....

Terima kasih, Allah :")


----
actually saya pengen posting beberapa foto *yang belum difoto* see ya!