Tampilkan postingan dengan label iCare 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iCare 2011. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Belajar dari Orang-orang Baik

Suatu masa saat aliyah, pada suatu kepanitiaan bakti sosial, kami berdiskusi tentang peminjaman mobil sekolah untuk urusan operasional panitia. Kala itu menjelang dua acara besar di sekolah, bakti sosial yang tadi saya sebut, dan satu lagi kompetisi antar sekolah yang telah melegendaris dari masa ke masa. Dua-duanya tentu butuh mobil sekolah untuk urusan operasional kepanitiiaan.

Saat itu saya bilang, Kita pinjam aja duluan mobilnya daripada keduluan sama panitia acara lomba (saya nyebut nama acaranya).
Tapi salah satu teman saya yang ikut rapat bilang, Jangan. Kita obrolin aja sama mereka biar sama-sama enak. kapan mereka mau pakai, kapan kita mau pakai.
Honestly, saat itu saya maluuu banget. Kayak saya kok egois banget ya mentingin acara yang saya termasuk panitia intinya. Padahal di acara kompetisi antar sekolah itu saya juga jadi panitia.

Waktu berjalan, obrolan itu ternyata berkesan dan masih saya ingat sampai hari ini.
***
Suatu hari di tingkat akhir kuliah. Skripsi saya mentok, saya perlu bimbingan. Ibu dosen pembimbing sedang masa-masa sulit dihubungi, dan anaknya beberapa kali jatuh sakit sehingga sulit sekali janjian untuk bimbingan. Drama-drama skripsi yang pake nangis sudah berlangsung.

Kala itu pikiran saya berbunyi, kalau memang nggak bisa bimbingan, setidaknya ada kabar kalau memang tidak bisa. Atau kalau memang tidak bisa ketemu, email progress saya mengapa tidak ditanggapi. Email pertanyaan dan chat minta bimbingan kenapa tidak dijawab. Itu kalo gak salah ceritanya ibu dosen abis sulit dihubungi yang sulitnya tuh semacam lapor progress tak ada balasan, tanya konsul tak ada balasan, dsb dll. Padahal biasanya meski nggak ketemu Ibu dosen tetap membalas email-email itu.

Lalu waktu saya nelpon Ummi ceritalah saya hal-hal tersebut.

Saya ingat sekali, salah satu hal yang Ummi saya bilang adalah, Doain dosennya. Doain semoga anaknya lekas sehat. Doain semoga urusan-urusan dosennya lancar.

Saat itu saya tertegun. Iya, ya. Kenapa dari dulu doanya hanya sekadar semoga dosennya mau balas email saya. Semoga janjian bimbingannya mudah. Semoga saya dikuatkan dan dimudahkkan dalam mengerjakan skripsi saya.

Egois sekali doa-doa saya. Padahal doa kita ke orang lain akan malaikat aminkan untuk diri kita juga. Padahal doa tuh gratis, murah, mudah. Tapi kenapa isi doa itu saya ngak kepikiran, ya. Doa untuk kebaikan-kebaikan Ibunya. Bukan melulu terpusat pada saya.

Hiks, malu sekali saat itu.
***
Suatu hari di Badr, saat teman saya menyadari ada sedikit bug pada salah satu aplikasi yang kami jadikan benchmark.
Saya bilang, lapor aja ke mereka bug yang kamu temuin. Kali aja dapet sesuatu. Kalimat terakhir rada-rada oportunis sih hehe soalnya dulu ketemu temennya Nilam yang ngelaporin bug ke Gojek terus dapet saldo gopay sekian ratus ribu. Tolong abaikan saja kalimat itu karena itu bukan ini utama tulisan ini ehehe dan jangan ditiru pls.

Temen saya bilang, Gak mau ah, nanti mereka jadi lebih bagus daripada punya kita.

Lalu saya dengan reflek bilang, Tenang aja, kebaikan itu pasti berbalik ke kita juga, kok. Abis ngomong gitu saya bengong juga sih sama kata-kata saya sendiri.

Pulang dari Badr, di perjalanan saya mikir juga, kok bisa ya tadi seenteng dan serefleks itu ngomong begitu. Mikir, mikir, mikir, lalu terngiang lah saya akan obrolan semasa aliyah dan obrolan sama Ummi yang tadi saya tulis. Mungkin nggak nyambung-nyambung banget ya Tapi otak saya merelate ke situ aja secara otomatis. Dua hal itu.

Dua hal itu yang membuat saya berpikir bahwa, kebaikan orang itu magis, meskipun orang-orang tadi tidak menyadari.

Teman aliyah saya barangkali (dan saya yakin wkwk) sudah lupa isi obrolan itu. Dia tidak tahu bahwa obrolan itu saya ingat sampai hari ini dan bahkan bisa mendukung lahirnya ucapan lain setelahnya. Teman saya mengajakan saya untuk mencari titik temu, dibandingkan merasa menang terhadap yang lain. Ummi juga barangkali tidak berpikir bahwa kalimatnya akan membekas bagi saya. Bahkan juga tidak tahu bahwa saya sempat mengatakan hal tersebut pada teman saya yang sempat sulit mencari tanda tangan dosennya kala pengurusan skripsi. Ummi mengajarkan untuk peduli, mengajarkan untuk coba perhatikan juga urusan orang lain, dan doakan. Berpikir untuk tidak mementingan diri sendiri bahkan dari sudut pandang doa, sudut terkecil yang kalau dipikir-pikir, isi doa itu nggak banyak kan orang yang tau. Paling ya kita saja sebagai orang yang berdoa.

Saya berpikir, dua obrolan kecil itu saja bisa mengubah pola pikir saya beberapa waktu setelahnya tanpa saya sadari.

Saya bersyukur akan keberadaan orang-orang baik di sekitar saya. Kebaikan yang bahkan bisa mengubah pola pikir. Kebaikan yang bisa membuka mata untuk melihat dari kaca mata yang lebih luas. Di sisi lain, mereka tentu tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan berkesan dan menimbulkan bekas bagi saya yang dalam case ini mengorol dengan mereka. Pelajarannya apa? Kita tidak pernah tau apa yang bisa dipelajari orang lain dari diri kita, dan, ya tidak perlu tahu juga sih. Tapi, berbuat baiklah di manapun, tanpa perlu berharap apa-apa. Kebaikan akan menimbulkan kebaikan lainnya, insya Allah.

Semoga Allah memberi kebaikan pada teman saya, Ummi, dan juga orang-orang baik di sekitar saya.


Rumah, 1 Maret 2018
tulisan ini sudah lama menjadi draft di kepala

Minggu, 24 April 2016

Coming Soon iCare2016

so suddenly, dichat sama Faris, partner bendahara iCare jaman 2011 dulu
iCare; Islam Care, Insan Cendekia Care-proker bakti sosial yang dulu saya sempet jadi PHnya
belajar banyak soal kebendaharaan, bagaimana megang uang yang harus dipertanggungjawabkan dengan alur ribet. punya stok kwitansi banyak. punya buku khusus pengeluaran, map khusus, amplop khusus, excel khusus.

Bareng-bareng bikin perencanaan humas di RO (ruang osis), bikin jadwal telpon, narikin ukuran sama uang kaos panitia, dapet pin panitia yang font PHnya beda dibanding sie. lain, yang sempet malu gegara lupa izin pas kelas Biologi dan saya dipanggil keluar sama PH iCare buat ngurus apa gitu.

punya partner yang keceeee XD. adik kelas yang lebih tua tiga hari. adek yang dibangga-banggain. partner ngitung pengeluaran, partner ngerapiin catatan pengeluaran, partner yang anak OSN ilkomp tapi putar haluan buat ke FKUI. partner yang saya inget banget nasihat metode tidur 4 jam seharinya : 10p.m-2a.m. Yang pas itu Moza mau ada urusan terkait sonlis, aku bilang ambil di faris, ya, segera, soalnya  jam 10 dia udah tidur. Dan benar, karena itu udah mepet, pas Moza ketemu Faris dia udah persiapan istirahat.

partner rempong yang perfeksionis bergolongan darah A : Nisa Karima. sekretaris super detail.super menghargai momen.super penyemangat. siapalagi yang ngajakin bikin timetable kalo bukan kamu Nis? Siapa lagi yang sempet-sempetnya beride buat bikin grafik stress-_-,bikin postingan2 pengingat. partner mewek bareng abis iCare selesai soalnya kita merasa kehilangan anak yang kita urus bareng2.dari jaman Agustus 2010-April 2011.partner yang selalu pengen bikin kado unyu atau hadiah-hadiah buat PH.
dan PH lain, Pyan yang bahkan ngadain lomba foto dalam rangka memperingati 2 tahun iCare *naon sih, tapi kalo liaat hasil2nya temen2 dulu ternyata lucu banget XD. Hamzah yang (ngga tau ini anak keknya sering banget partneran ama Pyan *terus inget PTS momen pas mereka tetiba masuk akting2 marah2-___-). dan Iman yang selalu bawa tempat pensil lengkap banget isinya bahkan mengalahkan cewek--"

iCare sekarang udah besar.
bukan cuma pembagian sembako, beasiswa, khitanan massal, pengobatan gratis, sunatan massal, donor darah.
ada berbagi ke SLB, tur ke panti asuhan, kunjungan ke RSUD, 

sangat ngga terasa, ya. udah 5 tahun dari momen-momen itu :")

semoga lebih baik, dan teruuuuuuus lebih baik lagi.

#pengen pos poto reramean jaman iCare 2011, tapi mager ambil HD :P

*dipos disini, karena IG sudah terlalu mainstream #alesan

Senin, 20 Januari 2014

#BukuPutih-Nisa Karima

"Friends always wipe your tears everytime you cry. Friends will always rise you up everytime you down. So, everytime you feel so alone, believe that there are friends who will always cheer you up, brighten your days, give you happiness." 
dream high~work hard~pray heartfully~miracles happen :) 
No matter what happen, we'll always be OHANA 

--Tulisan di Buku Putih dari Nisa Karima
Ohana means family, family means nobody gets left behind
*quote film Lilo & Stich, paling suka dibilang Nikari buat nggambarin BPH iCare 2011
partner tercare sepanjang masa :')
menyenangkan sekali membuka buku ini kembali :')  






Rabu, 03 April 2013

Ulang Tahun

Hari ini Dua April(ini catatan 2 April), kaget sejenak setelah kemarin di kampus nerima sms Pyan tentang lomba foto iCare, dan hari ini setelah pulang dan online wasap ada message dari Pyan juga, bahkan nama wasap grup Gycen berubah jadi Gradiator edisi iCare. Wah, saya jadi terharu juga. Beberapa mengirimkan karya terbaiknya. Nanti deh saya post disini insya Allah. Saya masih bingung gimana caranya nyambungin foto dari wasap bluestack ke blogger, bahkan ke fb juga saya masih bingung hehe:D.

Intinya tanggal dua April itu saya bahkan belum mengonsep mau foto kayak gimana atau mau bikin gambar apalah atau ngedit foto apalah yang bisa memberikan semangat ke iCare 2013. Setelah malam sebelumnya saya niat mau ngerjain basdat tapi bingung mau mulai dari mana dan gimana ngerjainnya, eh malah ketiduran. Kemudian selasanya saya baru saja diingatkan kalo ada pr praktikum basdat juga dan deadlinenya hari itu. Panik lah akhirnya. Mana besok ada kuis kalkulus sama praktikum algo. aduh rasanyaaaaa...

Sorenya saya ada kumpul, sesaat sebelum berangkat ke Mipa Utara, saya sempet membatin lagi pertanyaan yang sebenarnya telah muncul sejak zaman saya di IC sana. Kenapa sih ulang tahun itu penting?

Dulu pada beberapa waktu saya sempat kepikiran hal ini. Entah mengapa. Tiba-tiba teringat, mikir bentar, cari alasan, nggak nemu, lupa. Kemudian kapan lagi inget, mikir bentar, lupa lagi. Ya gitu-gitu aja, stuck sampai situ.

Skip bentar, saya memilih jalan lewat FK buat ke Mipa Utara. Sejujurnya saya berharap nggak sengaja ketemu Nikari. Saya nggak ngabarin dia sih sebenernya. Ngarep aja tiba-tiba ketemu *yakali emang jodoh, hehe. Tapi ternyata nihil. FK sepi banget kaya udah nyaris ga ada aktifitas berarti *lah. Emang udah hampir jam 5 sore gitu sih. Di parkiran sepeda juga udah nggak ada sepedanya Nikari (dan besoknya saya baru tahu juga kalo dia udah bawa motor ternyata). Yah pokoknya nggak ketemulah, bahkan anak FK yang saya kenal pun saya nggak ketemu. Yasudahlah saya melanjutkan perjalanan menuju Mipa Utara. Di perjalanan dari berangkat tadi saya masih mikir kenapa ulang tahun menjadi momen yang begitu spesial? Bukannya sebenarnya sama aja kayak hari-hari lainnya? Tiap hari kita juga nambah usia satu hari, kan? Bukannya bedanya cuma penggenapan satu tahunnya aja? Saya terus mikir, pengen nemu aja alasannya apa. Terus tiba-tiba di FKG saya mulai menemukan titik terangnya *halah* yang kemudian makin jelas konklusinya setelah saya duduk di selasar selatan Mipa Utara.

Ulang Tahun menjadi penting karena itu adalah momen yang tepat untuk mengenang. Saya cermati kata-kata itu dalam benak saya : me-nge-nang. Mungkin saya termasuk salah seorang yang suka tiba-tiba mengenang atau ingat suatu hal yang nggak penting, tapi berkesan *kayak apa yang dulu Adit bilang, kita ingat suatu hal karena berkesan, kan? Bahkan dulu Qonita sempat bilang,"Sumpah, Fitri inget banget, ya," buat beberapa hal yang nggak penting sebenarnya, tapi saya ingat, entah mengapa. Selain itu dulu *sebenarnya saya sedih kenapa sekarang jadi jarang* saya lumayan sering nulis jurnal harian. Pas baca-baca lagi jadi ingat. Kadang juga saya nulis agenda gitu aja di notebook yang sering saya bawa-bawa. Tapi itu saya, dan mungkin yang lain enggak. Setidaknya ulang tahun menjadi suatu momen istimewa untuk mengenang kembali. Penggenapan bahwa : oh dulu tepat satu (atau berapa terserah) tahun yang lalu kami bla bla bla... 
Sama halnya seperti ulang tahun manusia juga bukan? Momen ulang tahun membuat kita ingat hari ini adalah pertambahan usia kita sekaligus menjadi momen mengenang. Bisa orang tua kita yang mengenang kelahiran kita sampai kita berumur segini, atau bahkan kita sendiri yang tiba-tiba teringat tahun lalu kita gimana, tahun lalunya lagi gimana (entah mengapa saya ingat hal-hal begini*kenapa ingetnya bukan pelajaran, ya?--")

Sama halnya kayak ulang tahun iCare hari ini. Setidaknya ketika kami semua menyadari bahwa hari inilah dua tahun lalu iCare 2011 berlangsung, memori-memori kami kembali pada kaos panitia krem, sabtu pagi dengan alur tali untuk donor darah, tas biru, sepatu kena rayap, truk, rawakalong, Deta yang suka minta uang transport di kelas, izin keluar, naik angkot dan hujan, survei lokasi, kantor pak lurah, ke BSM buat ngurusin rekening, mug unyu itu, ruang OSIS yang pw, kumpul di ruang OSIS, susu ultra milk dari Nikari, traktiran es buah Jaisyi-Iman, sewa angkot, laptop Faris, sorting di ms.excel, LK, nyari tandatangan guru (ah bahkan saya ribuan kali lebih suka cari tanda tangan di IC daripada buat surat-surat organisasi di kuliah :( ), proposal pink, salman yang dibilang lembut gara-gara desainnya, time table iCare, leaflet-leaflet, cari dana, telpon sponsor, ditolak berkali-kali. Ah, tiba-tiba saya ingat banyak hal... :")

Jadi, mungkin itulah fungsinya ulang tahun. Waktu untuk mengenang. Saya bahkan jadi ingat setahun lalu saya nulis di jurnal harian saya *bisa lihat di sini. Saya bukan siapa-siapa tahun sebelumnya di iCare. Tapi saya bisa mencintai iCare kayak anak sendiri #eh. Entah karena apa, entah mengapa. Saya merasa sangat menjiwainya. Maksih Pyan, makasih kepercayaannya buat jadi bendahara :)

***

Besoknya, 3 April 2013 saya ketemu Nikari; :)



#semangaterusiCare2013 :")

Ini saya kasih liat beberapa skrinsyut foto dari teman-teman, sebenarnya ada juga sih video harlem shake dari Ibun *dan tersangka utama artisnya adalah ali, wkwk* sama ada file suara gitu, tapi gabisa di upload disini...

pengumuman dari bang bos

sampe diubah nama grupnya

dari Ariq part 1
dari Ariq part dua

dari Hime part satu

dari Hime part dua

dari Bella

Selasa, 03 April 2012

Selamat Ulang Tahun, iCare 2011!



Selamat ulang tahun iCare 2011 :)
Semoga iCare selanjtnya bisa membentu kesejahteraan masyarakat dengan lebih baik lagi,
amin .

Minggu, 24 April 2011

Sebiru Hari Ini -Edcoustic

Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

reff:
Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

intro

reff 2x

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah



sumber : http://liriklagump3indonesia.com/e/edcoustic/edcoustic-sebiru-hari-ini/

Lagu ini, lagu yang sering disetel Faris Jaisyi Umam di ruang OSIS kalo lagi bikin laporan keuangan iCare 2011. Jadi kangen suasana bareng-barengnya iCare ~ . Jadi sedih deh kalo inget lagu ini

Kamis, 21 April 2011

iCare 2011 : Curhatan Nikari yang Bikin Aku Terharu

Pagi ini, aku barusan mampir ke blognya Nisa Karima. Niat awalnya emang liat Laporan Kegiatan iCare 2011 yang dia posting di blognya. Aku cukup menikmati foto-foto itu. Alhamdulillah banget, LK udah selesai. Walaupun ga' sesuai target kita yang pengennya bisa selesai seminggu setelah kegiatan. Maaf ya Pyan!

Selesai baca curhatnya Nisa tentang LK, aku mampir ke postingan dia yang lain. Aku berhenti di curhat dia yang judulnya : " Untuk Kawanku : Sepotong Lukisan Persaan tentang iCare 2011 "

Awalnya, aku baca cepat curhat Nisa. Panjang banget deh tulisan dia tentang iCare. Terus ga' sabar sama isi-full tulisannya, aku mulai baca cepat. Scanning.

Tapi, bahkan belum selesai aku membacanya. Mataku terasa panas. Ia mulai berkaca-kaca.

Ah, iCare .

Baca tulisan ini bikin aku kangen banget sama suasana ketika itu.

Disini, aku kutip sekalian tulisan panjang bangetnya Nisa Karima (udah ijin kok). Thx a lot Nis, kamu emang partnerku yang super keren, super perhatian!

http://bintangdilangitkita.blogspot.com/2011/04/untuk-kawanku-sepotong-lukisan-perasaan.html

Senin, 18 April 2011


Untuk Kawanku : Sepotong Lukisan Perasaan Tentang iCare 2011

Pada akhirnya, semuanya akan diawali dengan kalimat : 'semua berawal di...', mau tidak mau. Dan kurang lebih, itu juga yang akan aku pakai dalam postingan sekarang.

Ini tentang iCare 2011. Kau tau, kawan? Buatku, semua berawal di Puspiptek. Dari sebuah kejadian penawaran yang unik antara aku dan ketua panitia (dan tentu saja teman yang menemaninya saat itu). Saat itu, aku sama sekali tidak pernah membayangkan akan menjadi seseorang yang penting dalam kegiatan yang sangat berkesan buatku dulu : iCare. Tahun sebelumnya aku hanya menjadi bagian kecil darinya. Bisa dibilang, aku tidak tahu apa-apa tentang kegiatan itu selain "iCare merupakan program kerja tahunan OSIS MAN Insan Cendekia. dan blablabla...". Nah, jadi, bisa bayangkan betapa aku bingung saat itu? Maka, dengan polosnya aku berkata, "Sebenarnya aku pengen jadi anak distribusi." Dan, ya! Hahahaha. Lucu.

Lalu, setelah ditawari seperti itu, aku menemui Fitri, temanku yang ditawari menjadi bendaharanya. Di depan toilet, kami membicarakan hal ini. Bingung. Terutama, saat itu kami baru tahu kalau anak Gycentium putra sudah menyiapkan rancangan OSIS beserta koor-koornya. Saat itu, menurutku, itu adalah sebuah ketidak adilan. Sebuah keputusan sepihak. Seolah-olah, kedepannya, OSIS hanya mereka saja yang akan menjalani. Tapi, pada akhirnya aku memutuskan berkata "YA" dan menyambut dengan suka cita amanah itu. Hei, kau harus menjadi aku untuk tahu betapa aku sangat menyukai kegiatan ini.

Aku ingat saat aku dan Fitri ditanya, "Kalian mau pilih siapa sekretaris 2 sama bendahara 2 nya?". Aku dan Fitri kemudian menyerahkan semuanya pada ketua panitia dan wakilnya. Kami rasa, bila partner kami saat itu adalah putra, akan memudahkan kami dalam melakukan beberapa aktivitas. Dan memang benar. Aku ingat saat kami pertama kali dikenalkan dengan sekretaris 2 dan bendahara 2 didepan pintu dibawah jembatan ADM. Sejujurnya, saat itu aku tidak terlalu ingat wajah mereka. Sebuah pertemuan singkat yang menyenangkan!

Dan berikut-berikutnya yang kami alami adalah kumpul BPH, kumpul koor, rapat pleno, meyelesaikan proposal di komat (sampai waktu asar dan aku terpaksa keluar ketika jamaah masih banyak!), mencetak booklet (jadi ingat cerita Fitri tentang ketua panitia yang ngos-ngosan mengejar Fitri untuk minta uang untuk bayar booklet), cetak proposal, ngeprint alamat yang baru (soalnya alamat emailnya salah), cari dana kesana kemari, cari link dokter, kerjasama yang banyak hambatan, kumpul BPH lagii, kumpul koor lagi, makan-makan (emang ada ya?), belanja ini itu, mintain dana dari orang tua siswa (nunggu di depan GSG waktu bagi rapot), presentasi tentang iCare, publikasi yang gencar, cetak pamflet (yang salah tahunnya), bikin kaos (bingung pilih warnanya), bikin tas iCare, publikasiin khitanan massal dengan sangat gencar, kehilangan uang, pleno lagi, kumpul lagi, dan banyak sekali hal yang ada di memoriku tapi rasanya tidak akan mungkin aku tulis semua, kawan. Ah, kau tahu, aku mulai merindukannya.

Saat kami dulu masih canggung dan kaku. Tertawa hanya pada yang dekat saja. Lucu sekali rasanya kalau mengingat aku berusaha mencoba mengakrabkan kami semua dengan saling berbagi cerita tapi malah ditanggapi dengan dingin. Dulu kami mudah sekali tersinggung. Mudah sekali retaknya. Sebenarnya aku juga tidak tahu dari mana awalnya kami bisa dekat dan cair. Tidak lagi tertawa sendiri-sendiri. Mulai iseng mengata-katai. Tertawa-tawa karena hal sepele. Kau tahu, buatku itu semua berarti. Sangat. Entah kenapa. Rasanya, seperti memiliki keluarga baru disini.

Aku ingat, surat pertama yang aku buat ada di buku OSIS dengan nomor surat OSIS tahun 2009-2010. Makanya, ada satu surat kami yang memiliki nomor yang unik : 003.002/OS.10-11/CR-KH/VIII/2010. Yah. aku ingat nomor surat itu persis dibawah surat BPH OSIS kami yang baru. Dan satu hal lagi yang membuatku begitu bangga, (sebenarnya tidak penting sih. Tapi buatku penting!) tanggal yang tertera di proposal iCare 2011 : 26 Agustus 2010. Yayayayayayayaya. Senang? Sangat, kawan!

Aku ingat debutku keluar iCare bersama anak beasiswa, khitanan massal, publikasi, dan mm dulu. Kami jalan kaki ke kantor kelurahan Rawakalong (tentnu saja hanya dari gang masuknya). Tapi itu jauh, kawan! Dan kami pulang membawa nihil. Hari itu sekolah-sekolah libur. Akhirnya kami oulang naik angkot dan hujan-hujanan sepanjang jalan. Hahahaha. Menyenangkan sekali.

Tanpa terasa, waktu yang awalnya merangkak, tiba-tiba berjalan. Lalu ia berlari, mengejar kami yang belum siap dengan banyak hal. Maka, bukan Maret kami mempersiapkan segalanya. Belanja segala macam kkebutuhan, keluar masuk kelas untuk buat surat publikasi, bolak-balik ATM untuk mengambil uang dan mengeprint buku bank, ah... banyak hal!

Hingga akhirnya, tidak terasa hari H tiba. Hari pertama, di Insan Cendekia. Ada beasiswa, donor darah dan pembagian sembako. Waktu beasiswa yang memberi sambutan Pak Ahmad dan ketua panitia. Kami menonton film untuk mengisi kegiatan. Lalu donor darah. Ah, itu yang paling membuatku merasa bersalah karena memaksa untuk segera datang padahal kakak kelas saat itu sedang ada kegiatan juga. Tapi alhamdulillah, semua tertangani.

Kemudian hari berikutnya! 3 April. Kami bersama-sama berangkat menuju Rawakalong. Anak PLKP dan wakil ketua sudah berada disana sejak sehari sebelumnya untu kmenyiapkan segala hal. Kau tahu teman, aku dan Fitri sangat cemas malam itu. Tidak tahu kenapa, kami sangat mengkhawatirkan mereka yang sedang membagi-bagi sembako menjadi 200 katong baru. Rasanya aku mau menangis. Dan memang, aku menangis. Ah, tiba-tiba saja berubah menjadi sentimentil. Tapi ini iCare, kawan! Kau akan tahu bagaimana rasanya bila menjadi aku. BPH yang malam itu kumpul pun sama cemasnya. Kami semua berwajah tegang. Ketua paitia sampai tidak mau masu kelas pagi sebelumnya. Sungguh sensasi yang tidak akan kau dapatkan 2 kali.

Alhamdulillah kegiatan tanggal 3 April juga berjalan dengan damai dan lancar. Pembagian sembako memang menjadi perhatian utama karena jumlah penerima yang membludak. Lalu ada khitanan massal. Juga pengobatan gratis.

Well, meski kami mengalami banyak sekali sakit hati. Meski kami mengalami banyak sekali hambatan. Meski pada akhirnya harus ada yang berkorban. Meski ada banyak sekali kesalahan. Meski peserta khitan tidak sebanyak tahun sebelumnya. Meski pengobatan gratis tidak seramai tahun sebelumnya. Meski aku tidak ikut foto bersama di Rawakalong (aku sangat kesal dengan yang satu ini!). Meski BPH tidak foto dengan seragam iCare. Dan meski kami harus mengakhiri semua yang telah kami awali bersama ini...

Apa yang sudah kita lakukan bersama selama ini, kawan, tidak akan terlupa. Kita memulainya bersama, menjalaninya bersama, dan mengakhirinya bersama. Mungkin iCare 2011 memang sudah berakhir. Tapi jauh dari itu semua, ukhuwah yang selama ini kita eratkan, ukhuwah yang selama ini kita jalin, tidak akan sirna sampai kapanpun. Karena ukhuwah kita suci. Karena ukhuwah kita tulus. Percayalah, meski tidak pernah kau sadari.


Jadi, aku benar-benar mengucapkan terima kasih banyak kepada kalian semua. Yang telah banyak mengajarkanku untuk bersabar. Mengajarkan arti pengertian. Mengajarkan arti ketulusan. Mengajarkan arti memaafkan. Mengajarkan arti kebersamaan. Mengajarkan arti bahagia. Hei, kalian tahu, aku sangat bahagia melihat kita berbahagia bersama. Dan lebih dari itu semua, kalian adalah sebuah bagian penting dalam hidupku. Bagian yang selalu dapat kuingat dengan mudah dan membawa sebuah kebahagiaan jika mengingatnya.

Terima kasih banyak, kawan. Terima kasih banyak. Semoga Allah selalu mengikatkan hati kita dalam kebaikan dan kecintaan padaNya. Amin.


,Yang selalu berbahagia untuk mengenang kebersamaan kita



Nisa

Diposkan oleh nisa di 01:12
Label: iCare 2011


Makasih banyak ya Nis !

Sayang iCare..

Selasa, 19 April 2011

Upload foto BPH iCare

niat mau ngupload foto BPH iCare, tapi udah jam segini. Gak apa deh. Siapa tau aja masih sempet. Bismillah.

Ahaa...sedih lagi deh rasanya pas milihin foto mana yang mau di-upload.

Kangen deh bareng-bareng lagi :)

Senin, 18 April 2011

Header Baru di Blog Baru

Siapa yang tahu gelas kembar berenam. pastilah tau gambar siapa gerangan di header di blog ini (fitrihasanahamhar.blogspot.com). Entahlah, putus asa gimana nyari hubungan multiply sama blogspot bikin aku coba-coba. Meski hasilnya cuman ini. Yah, gakpapa lah. 


So, jadi header ini adalah gambar ikon 6 BPH iCare 2011 yang iseng digambar Bella (Nabilla Kenyaswasti) pas lagi pelajaran. Kan waktu itu kita duduk sebelahan. Terus...
"Ah...mau gambar-gambar..." kata Bella, nadanya sedikit merajuk.
Tiba-tiba aku dapet ide. Inget rencana yang aku n nikari bicarain di angkot ; mau bikin mug spesial buat BPH iCare.
"Ya udah Bell, mau nggak gambarin BPH iCare? Nih aku kasih kertas," kataku
"Ya udah sini. Terserah aku ya, gambarnya gimana."


Akhirnya Bella pun gambar. Yah, agak kacau juga tuh gambar pertama. Akhirnya aku minta Bella bikin ulang. Aku bilang,"Aku sama Nikari pengennya sifat kita masing-masing keliatan di gambar itu Bel," kataku.
Bella jawab,"Aku juga pengennya gitu Fit. Masalahnya aku gak tau sifat kalian gimana."
Aku juga bingung sih. Yaudahlah. Ntar tanya Nikari aja. Dia aja yang bikin list sifatnya.
Akhirnya gambar kedua jadi. Vrsi karaokean. Iman sama Farisnya duet song. Pyannya solo-kabelnya dipegangin Hamzah. Aku main keyboard, Nikari main gitar.
Dasar Bella, ada aja idenya! (Thx banget Bell!)




Karena akhirnya Nikari ngasih list sifat, Hari Jumat Kamis Bella bikin gambarnya. Pas jam pelajaran juga tuh. jadi, tapi baru ikon 6 BPH. Belum pake latar. Aku bingunag juga mau gambar yang kayak gimana. Ntar deh dibicarain ma Nikari lagi, kataku.


Akhirnya disetujuilah backgroundnya awan-awan gitu. Tapi ternyata besoknya Bella ga mau gambar. Ujung-ujungnya sih diketahui bahwa hari itu dia ngambek (gara-gara aku lagi ulang tahun sih sebenernya) sampe besoknya. Akhirnya, tak ada Bella, aku dan Nikari pun mengedit gambar itu dengan awan-awan n pelangi. Terusnya kita juga bikin panah-panah penunjuk gambar gitu. Terus ditambahin juga sama balon percakapan.
Alhamdulillah,,, Sabtu, 9 April 2011 gambarnya jadi!



Kita ngerjainnya di kelas Bahasa Arab. Biasa, Sabtu : makanya sekolah sepi banget. Abis gambar selesai kita ke R.O deh, numpang scan. makasih banyak ya R.O!!
Gambar siap cetak deh..(aku ceritain nyetak mug-nya lain kali ya...)