Tampilkan postingan dengan label gmif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gmif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2016

Dari Putri untuk 1 Syawalku

Halo Putri, kabarku baik alhamdulillah :"
Too many things hal yang belum aku ceritakan.
Akan kucicil disini ya. Meski kalau ketemu kamu mungkin tetep akan diulang lagi.
.
.
Sama Temajuk, kangen ya, Put :"
Aku juga kangen.
Kalau Allah kasih kesempatan buat ke sana lagi. Anak-anak udah seberapa gede ya?

00.29 JST
Subuh tinggal 2 jam lagi :"

Sabtu, 19 Desember 2015

/tango-dan-surat-dari-devi/

dapet sesuatu dari Devi Lukita Sari. Something you found on your wardrobe/bed/pillow is something so surprise and so sweet. Saya sangat suka menemukan kejutan-kejutan kecil di atas pojok-pojok ruang saya di asrama. Sebagaimana mangga dari Jaden, buku dari Zayun, oat dan sari kacang hijau dari Nikari, dan masih banyak yang beelum sempat saya ceritakan.

to be honest, Devi adalah salah satu teman saya yang paling mudah memaknai suatu kejadian. Kalian bisa lihat di tumblrnya. Dia adalah tipikal perasa yang mudah menuai hikmah. Yang ngena kalo ngingetin orang masalah kedekatan sama Allah. Yang peka sama hal-hal kecil yan diceritakan orang lain dan bisa menuangkan itu ke blognya. Tipikal penyabar dan baik hati yang kalau kalian inget gimana Devi, rasanya malu banget sama kualitas ibadah pribadi #hiks.

*ps: kalo semenyenenangkan Nusa, saya kira kami sama-sama dekat karena saling menyenangkan dalam artian : kami sama-sama aneh dan menerima sisi aneh kita masing-masing. ahaha. everyone is special. just become you and i love yourself, the real you :)

ayuk kak Dev kita makan bareng :9

*p.s (lagi) : saya kenal Devi by name dari 2013 di FLP. Real ketemu 2014 awal kalo ga salah di GMIF. Dan sekarang kami seatap di Rumah Kepemimpinan Yogyakarta :")

Kamis, 03 April 2014

Cerita GMIF#2 (Sounds Like TGIF) : The 1st Meeting

Jumat, kumpul pertama. Gedung CED, pukul 15.30. Saya ke CED habis shalat Ashar. Alhamdulillah CED nggak sejauh MU dari Milan. Di perjalanan ke CED saya udah nawaitu mau bikin tulisan selama dapet bimbingan dari para coach GMIF, doakan ya biar istiqomah nulisnya. Btw, GMIF itu tiba-tiba terdengat seperti TGIF, hehe. Efek hari Jumat kali ya. Tau kan, TGIF itu Thanks God It's Friday.

Saya orang kedua yang sampai di sana-selain Mbak Birrul tentunya. Orang yang pertama saya kenal adalah Mbak Mila, Kedokteran Hewan 2011. Mbak Mila ini ternyata nggak tau kalau salah satu syarat daftar GMIF adalah second year student, tapi entah apa rencana Allah Mbak Mila lolos seleksi. Kemudian satu per satu yang lain pun datang Ada Imad anak Elektro, Ibnu anak Kimia *btw saya satu fakultas sama Ibnu tapi baru kali ini tau Ibnu, sebelumnya bahkan liat orangnya di kampus juga belum pernah, Devi anak Teknologi Pertanian, Nabil anak Mesin, Sekar anak Kehutanan, Putri anak Geografi, Hanif anak Psikologi, Ino anak Peternakan, Mbak Chaye anak Farmasi. Kalo Mbak Chaye juga 2011 tapi cerita daftarnya pas Jumat ini saya nggak tau, jadi dipending dulu aja ya sampe ceritanya pas waktunya sama ketika saya beneran tau. Oya, beberapa orang nggak datang.

Di pertemuan pertama ini, Imad sama Nabil cerita mimpinya masing-masing. Lebih mimpi ke Indonesia ke depannya mau gimana, sih. Terus ini agak menohok diri saya gitu deh, halo Fitri, mimpimu Indonesia ke depan itu pengennya seperti apa? Jujur, saya belum pernah mikirin matang-matang. Ketauan banget ya ini mereka berdua pasti punya track experience yang bikin mereka mikir tentang Indonesia dan upaya apa yang sedang merea tempuh saat ini guna kebaikan Indonesia kelak (yang mereka ceritakan juga -> Mimpi saya Indonesia itu nant....makanya sekarang saya...). Super sekali.

Selain peserta komapres yang hadir ada Mbak Birrul serta Mas Maul. Mas Maul ini anak Geofisika sebenarnya, sefakultas sama saya tapi -maafin saya Mas- sedihnya saya baru tau Mas Maul ini selama oprek GMIF. Padahal kalo kata Mbak Birrul "Kalo Maul udah tau semua lah ya." Oleh mereka berdua kami diceritakan kenapa Komapres bentuk GMIF *angkatan ini GMIF angkatan pertama. GMIF ini salah satu project para mapres selain inspirasi.ugm.ac.id Kagum ya, sama orang-orang hebat yang saya yakin sebenarnya mereka pun pasti punya kesibukan masing-masing. Tapi mereka tetap meluangkan waktunya demi sharing-sharing info buat adek-adeknya ini *terharu. Subhanallah, bener deh emang sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat yang lainnya. Semoga kalian mendapatkannya Mbak, Mas :)

Selain Mbak Birrul dan Mas Maul, ada juga Mbak Rida (FEB *lupa angkatannya), Mas Muhsin (Peternakan 2010), dan Mas Obi (Peternakan 2010). Ketiganya para peserta seleksi Mapres tingkat Univ tahun ini -yang otomatis sudah melalui seleksi fakultas sebelumnya. Berhubung catatan di notes saya rada acak-acakan, tapi intinya saya pengen nyampein apa aja yang mereka sampaikan pas kumpul pertama itu yang merupakan hal baik yang bisa diambil maknanya juga :)
"Untuk menjadi hebat, banyak challengenya, banyak tantangannya"
"Saya mungkin termasuk mahasiswa yang salah jurusan," kata Mbak Rida di awal pertemuan. Jadi manteman, Mbak Rida ini anak Akuntansi, tapi aktif pake banget di dunia lingkungan. Bahkan pengalaman ke luar negeri juga karena keaktifannya di dunia lingkungan. Mbak Rida cerita kalau dulu waktu -kalo nggak salah ingat- di Amerika, ada project bikin semacam tempat pengolahan sampah. Ngebangunnya itu pake batubata, semen, dan sebagainya. "Di antar kami nggak ada anak teknik sipil, kami ngaduk semen sendiri, bangun sendiri." *terus di kepala saya ingat tukang yang waktu itu bangun rumah pas jaman saya masih kelas 3 SD. "Saya juga kadang diledek teman di kampus. 'Kamu emang masih kuliah?' Karena saya mungkin lama nggak keliatan di kampus kalau ada agenda ke luar negeri atau kegiatan lingkungan lainnya. Atau diledek 'Aktivis lingkungan kok masih naik motor? Saya juga sekarang naik sepeda walau pada saat tertentu masih naik motor.'"

"Hidup itu harus berimpact. Jangan sekali-kali membawa kerusakan di muka bumi."
-Rida Nurafiati 

Mas Muhsin cerita kalau dia adalah ketua BEM Fakultas dengan masa jabatan terpendek yang pernah ada di UGM. Hanya 3 bulan. Jadi ceritanya pas itu ada info tentang belajar sapi di Australi-dalam jangka waktu yang cukup lama. Nah sayangnya anak Peternakan ini nggak ada yang daftar. Teru ada dosen yang nyuruh Mas Muhsin daftar. Awalnya nggak mau, tapi akhirnya terpaksa *mungkin nggak enakan gitu kali ya sama dosen. Nah seleksi awal lolos, selanjutnya wawancara. Udah niat nggak mau datang untuk wawancara, dipaksa-paksa sama senior buat datang. Lucunya, pas wawancara kan ada dua orang, satunya yang orang bule satunya semacam orang Indonesia yang ngarahin gitu. Mas Muhsin di awal bilang saya nggak bisa Bahasa Inggris. Terus orang itu bilang udah jawab sebisanya aja, yes no yes no, jawab pake Bahasa Indonesai juga nggakpapa. Eh pas udah dijawab secukupnya, campur pake Bahasa Indonesia, orang itu malah bilang 'Nih bule kagak ngerti nih, jawabnya pake Bahasa Inggris' -________- Rencana Allah meloloskan Mas Muhsin dalam tahap itu. Galau deh, soalnya Mas Muhsin saat itu emang baru menjabat jadi ketua BEM Fapet. Akhrinya setelah urus banyak hal, Mas Muhsin diturunkan secara terhormat dari jabatannya. Ciaaaat, pergilah Mas Muhsin ke Australi belajar sapi.
"Yang paling baik adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Jangan mau masuk surga sendirian!"
-Muhsin Al Anas

 Mas Obi, saya nggak begitu ingat cerita apa *maaf Mas. Tapi yang jelas Masnya ini baru pulang dari India dan akan ke Jepang Senin besok istilahnya kalo ngebahasain Jumat itu mah. Karena harus ke luar negeri itu akhirnya Mas Obi nggak bisa datang seleksi Mapres. Kalo kata Mbak Birrul sih 'Hdup adalah pilihan dan bagaimana memanajemen pilihan itu'. Oya teman-teman Mas Obi nyaranin kita buat follow @twitkuliah *alhamdulillah udah follow. Jadi di sana banyak info exchange, summer school, conference, lomba, dan lain-lain. Mas Obi ini pas ke India kemarin ketem langsung sama pemilik akun tersebut, anak Hukum UI.
"Kalian perlu ke luar negeri. Karena dengan ke luar negeri kalian bisa mencintai megeri sendiri"
 -Mas Obi


Selanjutnya kami para anggota GMIF dikasih project buat jadi panitia teknis acara seleksi Mapres. Nabil jadi ketua seleksi pertama dan yang kedua ketuanya Ibnu. Para coach bilang GMIF punya waiting list, jadi kami yang nggak disiplin pada kumpul GMIF bisa jadi kemudian digantikan oleh peserta waiting list. Jadi ingat, Mas Maul sama Mbak Birrul bilang, mereka sukses juga mengorbankan banyak hal. Jarang masuk kuliah, misalnya.
"Ada yang harus ditinggalkan, tapi titik beratnya adalah komunikasi." 
Ketika mereka sering gak masuk, absen gak mencukupi syarat ikut ujian, dan lain sebagainya. Komunikasi itu penting, makanya mereka bisa ikut ujian. Mbak Birrul juga menekankan ke kami tentang pentingnya konfirmasi. Jadi ingat dulu kata Mas Dimas di Medinfo "Konfirmasi itu bukan hanya sekadar memberi kabar, tapi juga mempererat silaturahmi".

Panjang banget ya tulisannya, hehe. Semoga bisa diambil manfaatnya ya. Oya saya lupa siapa yang bilang, kata-katanya begini :
"Gerbang kesuksesan itu saat kuliah, bukan saat sekolah. Organisasi, nulis *kayanya ini maksudnya paper/jurnal ilmiah gitu deh*, aktif kegiatan. Fase tahun pertama kedua itu fase investasi. Investasi dulu untuk jalani sesuatu sedikit demi sedikit."
Sudah dulu kok ceritanya. Semoga bisa menginspirasi, membakar semangat, atau sekedar diambil hal baiknya. Ga ada fotonya tapi no pict gak hoax kok :P. Sampai jumpa di cerita SuperCampI Seleksi Mapres ;)

Jumat, 21 Maret 2014

Selasa, 01 April 2014

CeritaGMIF#1: Di Balik Layar

Semester lalu saat kajian kemuslimahan KMFM, Mbak Birrul, Mapres (Mahasiswa Berprestasi) UGM 2013 jadi pembicaranya. Saya inget banget Mbak Birrul yang hebat dan sangat inspiring itu di akhir nyaranin kita para peserta untuk ikut SP2MP (Sahabat Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan). SP2MP (tahun ini namanya SP2KM : Sahabat Percepatan Pengembangan Kapasitas Mahasiswa) merupakan program dari Direktorat Kemahasiswaaan UGM yang rutin diadakan tiap tahun. Selain karena SP2MP ini melatih kemimpinan dan punya impact yang cukup bagus, Mbak Birrul bilang acara ini juga akan membuat kita punya teman dari berbagai fakultas di UGM yang gede sekali ini. "Saya sadar saya harus punya teman dari seluruh fakultas di UGM, salah satu caranya memang dengan mengikuti UKM univ. Tapi mengikuti UKM univ itu pasti kegiatannya sibuk sekali, sampai malam, dan sebagainya. Makanya adik-adik saya sarankan untuk mengikuti kegiatan SP2MP," begitu kira-kira kata Mbak Birrul saat itu.



Kata-kata Mbak Birrul melekat banget pada ingatan saya (gak cuma tentang SP2MP tapi yang lainnya juga kok :D). Sampai kemudian saat SP2MP oprek dan tahun ini khusus 2012 *jadi SP2MP itu emang alokasinya per angkatan gitu, kalo tahun ini buat 2012 berarti taun depan udah ga ada kesempatan. Tapi begitu lihat timeline kegiatan saya jadi mikir-mikir lagi. Apalagi waktu liat timeline kegiatannya yang cukup padat pas weekend-weekend. Bukannya mau libur, saya ga enakan banget kalo banyak-banyak izin sama anak MII. Padahal dulu Mbak Birrul ikut SP2MP pas jadi ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan yang otomatis pasti super hectic dibandingkan posisi saya di MII saat ini. Mbak Birrul bilang dulu juga ia memohon pengertian dari teman-temannya. Mengamanahi PH lain untuk menggantikan pada beberapa kegiatan. "Insya Allah aplikasi SP2MPnya ini juga akan memberi efek positif pada organisasi yang saya pimpin," begitu katanya.

Tapi, yang namanya saya masih belepotan gini ngatur diri dan udah kebayang ga enakannya kalo mesti sering izin *sekarang aja udah sering izin*. Akhirnya saya memutuskan untuk ga usah ikut dan ga care lagi sama info SP2MP *dadah*. Kesempatan baik yang ga akan datang dua kali itu saya tinggalkan.

Kemudian pertengahan Maret lalu, kira-kira tanggal 10 Maret atau sebelumnya, saya liat di home FB muncul statusnya Kak Fadjar ketua BEM MIPA yang isinya pendaftaran Gadjah Mada Inspiration Forum. Inti yang saya tangkap adalah ini komunitas yang akan dibina sama (Kommapres) Komunitas Mahasiswa Berprestasinya UGM. Mana profokatif banget posternya nampilin foto yang mana 3 orang dari 4 orang di poster itu saya udah pernah ketemu langsung. Mas Handi sama Mbak Mona di Final ImagineCup 2013, terus ya Mbak Birrul, Mapres UGM. Persyaratan applynya kirim email CV, transkrip sama essay pake Bahasa Inggris maksimal 500 kata. Dikirim 'before March 14th, 2014'. Sampe detik itu yang nempel di kepala adalah deadlinenya 14 Maret.

Saya tanya dua teman saya yang di mention sama Kak Fadjar di status itu : Himaya, anak Fisika 2012 sama Nabil, temen IC, anak Teknik Mesin. Dua-duanya mau daftar. Saya makin termotivasi meski nyadar diri banget kalau diri saya jauh lah dibanding mereka berdua. Tapi tetep saja niatnya makin bulet mau daftar. Dan kemudian berpikir bahwa ini mungkin bisa jadi pengganti SP2MP yang gak bisa saya ikuti  itu. Apalagi programnya hanya 2 bulan*jadi kayak OLC*, relatif lebih singkat dibanding SP2MP yang sampai Oktober

Yang sangat disayangkan dari niat saya adalah seriusnya yang sangat deadliners. Huaaaaa tanggal 13 sebelum rapat OLC dimulai saya nyicil bikin CV pake Bahasa Inggris (Pelajaran 1 : Bikin CV, dan edit kapanpun kamu selesai pada suatu kegiatan atau punya prestasi terbaru pada suatu kegiatan, biar ga numpuk kalo sewaktu-waktu buth kan jadi cepet :3). Mana ga pernah bikin CV Bahasa Inggris pula-,-. Akhirnya setelah mengingat-ingat blogwalking orang-orang kece saya pernah terdampar pada CV dua kakak keren yang pertama kali saya kenal pas final ImagineCup2013 : Mbak Mona sama Mbak Vina. Langsung buka chrome dan dua tab berdampingan isinya keduanya. Ditambah satu lagi : googletranslate :P

Jumat pagi tanggal 13, sebelum masuk Milan ketemu Himaya depan pintu masuk Milan. SMS terakhir Maya belum saya bales dan didalamnya berbunyi, lagi mau kirim emailnya ya Fit? *kira-kira isinya begitu*. Padahal saya bahkan belum bikin essaynya. Eh pas ketemu Maya itu ternyata malah dia yang udah kirim emailnya -.-. Terus saya makin sport jantung, keinget apply Jenesys yang tertolak karena email daftarnya udah kepenuhan email masuk : bahkan sebelum form saya dibaca saya udah tertolak di pintu masuknya T.T. Maya bilang pagi itu, 'Deadlinenya hari ini kan Fit?' Nada pertanyaan yang lebih kayak peringatan. Saya cuma jawab 'Eh iya ya?' sambil menenangkan diri karena seinget saya deadlinenya tanggal 14.

Jumat malam, saya kembali menuntaskan CV dan buka file word baru buat bikin essay. Ngantuk, kemudian nyemangatin diri sendiri lagi. Sampai ketika ngantuk bingit akhirnya buka FB bentar. Terus saya liat lagi poster opreknya dan terbelalak ketika melihat bahwa deadlinenya adalah BEFORE MARCH 14TH, 2014. Before means, hari ini, tanggal 13.

Alhasil, ngebutlah saya. Dengan Bahasa Inggris yang super pas-pasan. Nggak pake cek-cek grammar lagi, mikir kemudian nulis dibantu kekuatan google translate. Waktu saya hanya satu jam sampai 00.00. Sampai akhirnya jam 12 kurang 3-6 menitan *lupa* saya submit. Keren amat Fit bikin essay Bahasa Inggris secepet itu. Iya keren emang, soalnya ga pake ngeliat grammar dan essay saya disudahi karena perkara waktu. Jangankan ngecek. Bahkan essay saya baru mencapai angka 200 sekian kata. Jauh banget dari 500 dan seharusnya masih bisa dimaksimalkan. Tapi apa daya, waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dikalahkan *kata Bang Tere*. Akhirnya terkirimlah berkas saya*fiuuh, tarik nafas lega.

Keesokan harinya, siang-siang di Gazebo saat buka FB saya liat Mas Handi ngeshare poster oprek GMIF dan bilang deadlinenya malam ini pukul 00.00. Saya bengong dan kemudian memutuskan unntuk email CPnya tentang kapan deadline sebenarnya dan tanya boleh enggaknya perbaiki essay. Maghrib cek lagi udah ada balasan, katanya deadlinenya malam ini dan saya masih boleh perbaiki essay. Akhirnya, malam itu saya kembali berkutat dengan essay tersebut.

Malangnya, tiba-tiba saya terbangun dengan kondisi tertidur yang mengenaskan di lantai di depan laptop yang ditaroh di atas box. Badan super pegel karena kondisi tidur yang nggak normal. Entah mungkin malam itu kecapean. Kalo ga salah malam itu juga baru pulang jam 8 malam abis pelatihan SI. Saya lihat jam dan terbelalak, sudah jam dua malam. Baiklah, revisi saya yang memang baru setengah jalan itu...kemudian sia-sia.

Satu dua hari berlalu. Sampai suatu malam di mana saya udah mau off, saya iseng cek email dan kemudian...email itu ada di inbox, email lolos GMIF. Emailnya kelihatannya dikirim secara serentak ke 15 orang yang lolos. Saya lihat nama itu satu per satu dan senang karena ada yang saya kenal yaitu Nabil. Sekaligus sedih karena Himaya nggak lolos. Padahal kayaknya Himaya lebih kompeten daripada saya. Subhanallah, saya langsung teringat kata-kata bijak itu : tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Subhanallah, terima kasih Allah atas berkah ini. Saya langsung konfirm Mbak Birrul malam itu juga, terus ngabarin Nabil buat cek email.

Sejujurnya saya takjub dan sempat mikir apa panitia nggak salah nulis nih, atau jangan-jangan formnya cuma keselip opo piye lah yang selintas kayak kesalahan teknis gitu. Nabil udah punya pengalaman internasional dan sangat aktif di kampus. *Bandingin sama Nabil soalnya baru dia doang yang aku kenal*Jauh banget lah ama saya. Tapi kalo diinget-inget tentang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua pasti rencanaNya, maka saya kembali meyakini bahwa GMIF ini ya...memang ditakdirkan begitu :))

Semoga bisa mengikutinya secara maksimal, doakan saya ya teman-teman :)



*ah iya, salah satu yang paling nyesel adalah, saya lupa melulu gak share info ini di grup ilkomp12 :'(

Rabu, 26 Maret 2014

Membangunkan Raksasa Tidur

Ada raksasa. Seperti yang kita ketahui dan otomatis berada dalam benak kita, raksasa adalah sesosok bertubuh besar dan memiliki kekuatan berkali lipat dari kekuatan manusia biasa. Tapi ia yang memiliki kekuatan itu sedang tidur. Tidur untuk sekian lama dan kita yang menunggu bangunnya ia agar dapat melihat kekuatannya malah duduk menunggu. Ada satu dua yang berupaya membangunkan, raksasa itu tak peduli. Paling hanya bergerak-gerak sedikit, tak mengindahkan. Atau mengindahkan, tapi sedikit memasang muka sebal karena diganggu.

Raksasa itu nyata, ada dua raksasa yang terasa akhir-akhir ini. Saya seperti menyadarinya ketika tahu beberapa fakta yang diceritakan ketika kumpul GMIF dan satu lagi...gak usah disebutin deh ya, hehe. Tapi yang kedua itu alhamdulillah udah terasa mulai menggeliat dan bangun akhir-akhir ini. Yang diceritain pas GMIF itu, it's like yang punya hak dan kewajiban siapa, tapi yang ngurus siapa. Tentang event besar yang bergengsi di kampus ini. Saya terperanjat, keren banget, sama kakak-kakak yang akhirnya repot-repot turun tangan ngurusin hal ini-padahal kayaknya semua orang yang gak tau juga mikir kalo hal ini diurus sama pihak yang 'tinggi' di kampus. Tapi kenyataan berkata lain *tsah~ Dan para kakak keren ini, di tengah segala kesibukannya, meluangkan waktu untuk mengurusi acara yang dulu juga mereka ikuti.

Ada raksasa. Seperti yang kita ketahui dan otomatis berada dalam benak kita, raksasa adalah sesosok bertubuh besar dan memiliki kekuatan berkali lipat dari kekuatan manusia biasa. Tapi ia yang memiliki kekuatan itu sedang tidur. Tidur untuk sekian lama dan kita yang menunggu bangunnya ia agar dapat melihat kekuatannya malah duduk menunggu. Dan mungkin kita terlanjur lupa dan tidak peduli, bahwa raksasa itu, juga dapat berbentuk raksasa tidur dalam kita sendiri. Masih banyak yang harus dibenahi.


Isi kepala 20.50
26 Maret 2014 *sebenernya awalnya isi kepala 25 Maret sih
habis rapat PDD SuperCamp#1