Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juni 2019

Ayat Hari Ini: Tentang Takut dan Sabar

Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.-QS Al Baqarah:150
Ada satu hal yang sangat kuingat waktu baca terjemah ini. Kata-kata Abidah. Dulu dia bilang.
"Jangan sampai ketakutan kita kepada sesuatu megalahkan ketakutan kita pada Allah."

Waktu itu-sudah lama sekali-aku bercerita yang intinya aku banyak takutnya. Lalu Abidah bilang kata-kata itu.

Terus waktu baca terjemahnya, aku jadi kayak, wah, kalau ketakutan sama Allah melebihi ketakutan pada apapun, Alah akan sempurnkan nikmatNya pada kita, lho. Memang apa yang lebih baik dari kasih sayang Allah lewat penyempurnaan nikmatNya itu? Bukankah penyempurnaan nikmat akan menjadi jawaban atas segala kegelisahan? Menjadi penawar atas segala perasaan tak nyaman?


Lalu ayat ini
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.-QS Al Baqarah:152-153

Waktu acara syawal kemarin, pematerinya sempat bilang. Allah meminta kita minta pertolongan dengan sabar dan shalat, tapi kenapa di akhir hanya disebutkan bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar? Kenapa nggak sama orang yang shalat?

Beliau bilang, karena shalat butuh sabar. Belajar ilmu tentang shalat pun butuh sabar.

Di hidup ini, banyak sekali kan yang butuh aplikasi sabar dalam keseharian? Ah, kalau bacaa tulisan-tulisanku sebelumnya yang mencaatut kata ini. Hebat banget kata sabar tuh.
Semoga Allah karuniai aku sifat sabar. Sabar yang mendekatkan. Sabar yang baik. Sabar yang ikhlas. Aamiin.


Jumat, 14 Juni 2019

Ayat Hari Ini: Tips Menghilangkan Takut dan Sedih (2)

Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.-QS Al Baqarah: 112

Bahwa, oh kalau nggak mau takut dan sedih itu, ya menyerahkan diri sepenuhnya sama Allah. Terus berbuat baik.

Menyerahkan diri sepenuhnya itu, bayanganku (dan mengingat sore tadi), mungkin seperti berpasrah, yang darinya lahir bentuk ridha atas takdir apa-apa yang Ia tetapkan pada diri ini.

Dan berbuat baik, ini mah jelas ya. Ndak perlu ditanya baik itu seperti apa.

Tulisan sebelumnya yang membahas cara untuk tidak takut dan sedih versi Alquran ada di postingan ini.

Rabu, 12 Juni 2019

Ayat Hari Ini: Tips Menghilangkan Takut dan Sedih dan Memahami Khusyuk versi Alquran

....Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. -Al Baqarah: 38

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.- Al Baqarah: 45-46

Tadi waktu tilawah, dua ayat ini cukup menghadirkan kesan :)

Bahwa, oh kalau nggak mau takut dan sedih itu, ya tinggal mengikuti petunjuknya Allah. Ini mengingatkanku sama chat dengan Annisa kemarin (aku tulis di postingan lain, insya Allah).

Bahwa, oh khusyuk itu, yakin bahwa diri ini akan menemui Allah, dan akan kembali kepada-Nya. Sehingga diri ini meraasa terus diawasi dan nggak berani melanggar apa yang Allah larang. Menghidupkan khusyuk itu yang masya Allah ya :"), berat sekali. Tapi ya hadiahnya emang sepadan, pertolongan dari Allah.

Semoga Allah jadikan kita semua golongan yang mengikuti petunjukNya, senantiasa sabar dan shalat, serta khusyuk padaNya.

hari pertama ke Badr setelah libur lebaran
13.01

Selasa, 14 Mei 2019

Doa Khatmil Quran

doa khatmil di Alquran Syamil
Indah sekali doanya. Dulu yang membuat aku nangis di doa yang sebelah kiri. Sekarang sebelum mencapainya saja rasanya sudah haru--sekaligus malu karena interaksi yang masih kurang, ayat-ayat yang lari dari ingatan, sementara berharap Alquran berkenan memberi syafaat di hari penghitungan kelak. Betapa tidak sepadannya.

Mungkin memang sebaiknya doanya dibaca lebih sering.

Juz 29 dan Sepi

Membaca (kembali) Juz 29 dan suasana yang menyenangkan.

Aku jadi ingat, masa-masa sekolah asrama. Masa-masa mencari tempat sepi untuk berusaha menghafalkan ayat-ayatNya. Jadi nostalgia. Masa-masa Juz 29 yang kalau sekarang sok-sokan kubaca tanpa liat mushaf, banyak salahnya. Sedih.

*

Aku ada cerita, nanti baca ya. 
Atau mungkin bukan cerita lebih tepatnya.
Semoga tujuannya terwujud, bagaimanapun jalan yang ditempuh, ya.

8.59 pagi
ditengah mengantuk yang (kayaknya) karena semalam malah tidur larut

Selasa, 07 Mei 2019


Tadi siang waktu tilawah habis zuhur(atau sebelum, ya(?)), tertarik mencermati arti ayat ini karena ada kata-kata hafizallah (itu ikut sepotong kefoto arabnya), yang mana aku tahu arti kata hafiz adalah menjaga. Terus mikir apa ini maksudnya adalah penjagaan Allah ya. Dan suka aja denger kata hafiz-hafizah. Itu kan istilah common buat penghafal Alquran. Yang maknanya, semoga juga bisa menjaga Alquran.
.
Pas baca artinya beneran eh...ternyata tentang ini. Gak ngeh. Padahal biasanya kalau baca depannya ngeh ayatnya tentang apa. Terus setelah mencermati artinya...jadi mikir. Mikir dari sudut pandang perempuan, yang juga punya amanah besar di ayat itu.

Jumat, 29 Maret 2019

Hadits: Yang Mencintai Alquran

عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مسعود رضى الله عنه ، أنه قَالَ: ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ “

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/8669-keutamaan-membaca-al-quran.html

tadi sore menemukan kutipan ini di antara sumber-sumber dan referensi, ingat pingin nyeritain obrolan tahun lalu dengan dua temanku di waktu yang berbeda tentang seseorang dengan Alquran. tapi belum. semoga segera kulengkapi ketika tiada malas :)

Rabu, 27 Maret 2019

Yang Tidak Memutuskan dengan Apa Yang Diturunkan Allah


44-وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ...

45-وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ...

47-وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ...

menarik sekali potongan terakhir QS Al Maidah ayat 44, 45, 47
semuanya sama, namun di akhir menyebutkan golongan yang berbeda

Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang:

kafir

zalim

fasiq

Padahal ayat-ayat awalnya beda-beda.

naudzubillahimindzalik.
-
Segala keputusan, kalau dilandasi taat, sedih atau gembira dalam kacamata manusia, semestinya akan membawa kebaikan Karena sandarannya sudah jelas: Rabb seluruh alam. Karena kata Mbak Dini waktu KIP gabungan di asrama dulu; Kemenangan adalah tentang kesabaran-kesabaran kita di dalam ketaatan.

*lalu saya takjub sendiri menemui postingan lama saya tentang quotes terakhir itu dan mengenang hal-hal masa itu yang menumbuhkan diri saya jadi sampai saat ini.

Rabu, selepas zuhur
kenapa ga langsung dipos aja ya abis ngetik kemarin

Jumat, 15 Maret 2019

Ali Imran 147

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami(149) dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”-QS Ali Imran 147

(149)Melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah swt.

itu yang (149) kayak keterangan tambahan di footnote Alquran syamil.
-
Jumat ini cukup lelah bahkan sejak berangkat. Samai Badr aku bwa bekal sarapan tapi bahkan untuk makannya pun capek. Lalu aku mengantuk sekali. Alhasil, saat orang-orang sudah berangkat Jumatan, aku ingin sekali tidur sejenak. Tapi tak lama, ada teman yang masuk, maka kami bersiap shalat. dengan posisi aku takut kalau waktu shalat aku masih ngantuk. atau nanti waktu udahan shalat pas doa ketiduran.

Sebelum shalat dan sembari menunggu yang masih shalat sunnah, aku mengaiji lalu membaca ayat itu. Karena kelihatan doa, aku jadi lari ke artinya, baca artinya. Terus kayak tercenung. Ingat hal-hal yang kayaknya mah udah bukan boleh jadi lagi, tapi sudah pasti, berlebihan....

Habis shalat, aku tiba-tiba diem, aku awalnya ngira aku masih ngantuk. Tapi nggak kusangka. Mataku terus berkaca-kaca. Aku jadi ingat segala hal yang terasa rumit di kepala. Ingat gimana beratnya melewati segala hal ini dengan tetap normal dan biasa. Sulit....

Setelah sunnah dan menunggu al kahfi, aku membaca arti sehalaman itu. Lalu ternyata arti ayat-ayat sekelilingnya....
145
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

146
Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.

148
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
-
itu rasanya kayak,
fit, kamu dikasih Allah ujian. tapi akan ada balasannya. akan ada janji baiknya kalau kamu bisa melewati ini dengan baik. syukurin aja ujian ini. masih banyak orang dengan ujian yang lebih berat. jalani dengan baik.
kalau Allah kasih kamu ujian, bukan berarti kamu jadi pasrah, nyerah, terus jadi gak produktif, jadi susah fokus, jadi gak kelar-kelar kerjaan (Ini aku akhirnya switching konteks dari ngerjain kerjaan malam ini karena rasanya gelisah banget heu, lalu aku pengen menuliskan biar terurai rasanya, biar mikirnya satu-satu, semoga benar begitu, ya. rasanya kepalanya penuh pisan :(( ) Kalau kamu sabar, Allah sayang.
Dan pasti ada balasan kebaikan, atas segala jenis usaha kebaikan yang diusahakan. Kamu selalu percaya itu, kan Fit?
-
Malamnya ternyata aku masih  unstable dan belum bsia mengerjakan hal-hal yang direncanakan. Aku nguyel-uyel ummi lagi. Aku kalo ngerasa gini tuh ngerasa childish banget, kekanakan banget. Beberapa hari sebelumnya aku akhirnya cerita ke ummi. Lalu hari ini aku cerita lagi. Honestly, lelah rasanya. Tapi semoga bisa kuubah jadi pahala. Doain ya. Mungkin kalian juga, sedang berjuang keras untuk apapun itu. Semoga Allah juga kuatkan kalian, ya :)
--
dear langit, 
aku mau bilang aku capek. banget
maaf ya aku mengeluh
tapi aku pengen minta satu hal
temenin aku ya Allah, dan aku titip ujian ini. bantu aku melewatinya
Allah suka hambaNya yang meminta, kan?

diselesaikan Selasa, 19 Maret 2019

Sabtu, 09 Februari 2019

Thaha 31-35

اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ ۙ
usydud bihī azrī
teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,
وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ ۙ
wa asyrik-hu fī amrī
dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا ۙ
kai nusabbiḥaka kaṡīrā
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا ۗ
wa nażkuraka kaṡīrā
dan banyak mengingat-Mu,
اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا
innaka kunta binā baṣīrā
sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”

QS Thaha 31-35
*
tadi khilaf mainan instagram, masuk-masuk ke akun orang, sampai menemukan potongan doa ini yang menjadi kepsyen di foto orang saat khidmat (sepertinya) pasca akad di sini

da akunya mah dak kenal

Rabu, 23 Januari 2019

Dekat dengan Quran (1)

Alquran isinya kebenaran
Kepala kita isinya prasangka
Aku perlu dekat-dekat sama Quran. Biar diisi banyak-banyak sama kebenaran

-Ima, tadi di mushola

Rabu, 16 Januari 2019

Bergantung (1)

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).-Al Isra 67

Dalam ya maknanya.

Ayat ini membuatku ingat cerita Ima.

Ima pernah bilang dalam retrospective dan meet up. Soal manusia dan ketergantungannya. Waktu bayi, sejak jadi bakal bayi di kandungan sampai lahir, kita seratus persen tergantung dengan Allah. Nggak tau gimana caranya dapet makan, gimana caranya kotorannya dibersikan, gimana caranya menyampaikan rasa sakit dan meredakannya, gimana caranya terpenuhi kebutuhannya.

Lalu waktu beranjak, manusia mendewasa. Pelan-pelan.
Pelan-pelan anak tahu bahwa nangis bisa jadi senjata. Atau jadi tahu kalau mau dapat nilai baik berarti perlu belajar keras. Kalau mau diberi uang, maka menulis, atau berpuasa, atau mijetin orang tua, atau melakukan hal-hal lain yang tanpa sadar jadi bergantung padanya.

Besar dikit, tau kalau mau nilai bagus perlu belajar keras. Maka, aku ingat sekali, dulu waktu tsanawiyah, aku sempat meliat adik-adik kelas yang belajar di sela-sela shalat tarawih di masjid. Atau juga memilih membaca catatan ketika tausiyah atau dzikir pagi bakda subuh berlangsung. Perlahan, kebergantungan diletakkan pada hal-hal dunia. Dan mulai kendor kebergantungan pada Allah.

Besar lagi, bekerja, menghidupi keluarga, mencari rezeki. Lalu kebergantungan pada selainNya makin membesar (naudzubillah). Takut dipecat, takut meninggalkan pekerjaan yang jelas mengandung riba, takut Allah gak mencukupi rezeki, takut besok dak bisa makan, takut gak lulus, takut gak tepat jodohnya, taut dengan ketidakpastian masa depan. Semakin besar, semakin banyak variabel dunia yang jadi bergantung padanya....

Baca ayat tadi itu kerasa malu. Kayak kenapa ya, ingat dan berpasrah sama Allah kadang masih pilih-pilih. Saat tertekan, saat ada masalah, saat gelisah, saat gundah, saat resah, saat galau. Waktu lagi hepi banget bawaanya bisa jadi memanjatkan syukurnya masih kurang, memberinya masih kurang....
Dan luar biasanya Allah Maha Baik untuk selalu memaafkan, selalu mau mendengar, selalu mau menerima hambaNya. Bagaimanapun hambaNya belum cukup memenuhi hak Allah dengan baik.
.
Semoga Allah ampuni dan iringi unuk bsa berjuang sellau mensyukuri nikmatNya yang tertuang dalam laku. Aamiin.

Tilawah Hari Ini Chapter Ruang Tebi
16 Januari 2019

Kamis, 20 September 2018

Dan Bersegeralah .

133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,

135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui.

136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.

QS Ali Imran: 133-136

Rabu, 23 Mei 2018

Ujian (2)

"...Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat." QS.Al-Furqan(25):20

Dulu pernah nulis tentang manusia yang bisa jadi ujian satu sama lain. Detailnya ada di sini. Nggak nyangka pada suatu hari saya nemu terjemah ayat yang secara letterlek menyebutkan hal itu. Dan jadi kembali mengingat bahwa Allah nggak akan berhenti menguji hambaNya sampai dia lulus dari ujian tersebut. Jadi kalau kita lari, ya Allah akan ngasih ujian yang sama bertujuan sama biar kita naik kelas ke level berikutnya(lengkapnya ada di tulisan yang pertama itu).
.
.
Dan untuk kesekian kalinya...diingatkan tentang bersabar. Lagi dan lagi.
(juga tentang Allah Maha Melihat, relate ke postingan beberapa menit lalu yang ini)


Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H

Takut Kepada Siapa(?)

"...dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti..." QS. Al-Ahzab(33):37.
ga terlalu nyambung sih, tapi jadi inget kata-kata Jajang. "Ga usah sedih kalo karena kerjaan lagi banyak. Sedih tuh kalau kerjaan jadi ganggu ibadah, shalat atau ngaji misalnya, jadi keganggu...."
Kira-kira begitu.

Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H

Balasan Kebaikan dan Kejahatan

"Barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." QS.Al-Qasas:84

Allah itu baik banget ya. Buat yang baik dikasih lebih. Buat yang jahat, dikasih (pake hanya pula) seimbang.

"(Lukman berkata), "Wahai anakku! Sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti." QS.Luqman:16.

Tadinya hanya mau pos sampe angka 16 itu. Tapi jadi keinget. Dulu aplikatif ayat ini terasa waktu aliyah. Padahal mungkin gak ngeh-ngeh banget kalau diajarin ngaplikasiin ayat ini (yang familiar kan biasanya 2 ayat terakhir surat Al Zalzalah). Sadarnya juga baru sekarang-sekarang ini. Dari ngebiasain matiin lampu, ngecek air, makan dan minum sambil duduk, makan diabisin, bertukar salam kalau berpapasan, membiasakan term maaf, tolong, dan terima kasih, sampai menepati akad janjian secara datang tepat waktu dan membiasakan menghargai forum (dengan tidak menyambi forum dengan kegiatan lain). Contoh terakhir kerasa berat, apalagi kalau ada kajian abis subuh atau bakda isya dan hari itu atau besoknya tes blok :(( asa mau kabur pulang asrama belajar aja (kalo pas bawa catetan ke mesjid). Tapi, aku lupa siapa, yang menyadarkan soal menghargai forum, menghargai yang bicara di depan, berusaha mengalokasikan waktu. Jadi berusaha berbesar hati buat menempatkan diri pada agenda yang mana sebenarnya ada hal lain yang ingin diselesaikan. Dan ini (semua) masih terus proses belajarnya. Sama kayak di kantor ada agenda wajib dan kalau berhalangan mesti izin. Kadang keliatan kaku banget kalau kayak gini, tapi ya menghargai aturan aja, berharap ada ridho Allah di sana atas kebaikan-kebaikan kecil yang mungkin hanya seberat biji sawi. Mengusahakan bisa proporsional antara yang dikejar (persiapan ujian atau penyelesaian kerjaan) dengan kesepakatan terkait hal-hal yang mengikat sebagai murid maupun karyawan (lebih luasnya lagi hamba Allah sih).

Semoga bisa istiqomah.

Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H

Tentang Sabar (2)

Dulu pernah ngepos ayat tentang sabar di sini. Lalu pada waktu yang lain aku menemukannya lagi.

"Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, "Celakalah kamu! Ketahuilah pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hnya diperoleh orang-orang yang sabar." Al-Qasas(28):80

Allah tuh ngasih banyak banget janji kebaikan buat orang yang sabar, Fit. Kenapa hawa nafsu masih sering mengalahkan keinginan untuk mendapatan pahala yang besar itu?
Atur emosi lagi, atur skala prioritas lagi, benahi amal perbuatan lagi, sabar pada setiap prosesnya, sabar menghadapi segala dinamikanya, sabar sama ujian-ujiannya. Kalau janji Allah aja nggak kamu kejar penepatannya, lalu siapa lagi yang bisa kamu percaya? Bukannya berharap sama Allah nggak akan menuai penyesalan?

#superntms
Rabu, 23 Mei 2018
Malam H8 Ramadhan 1439H

Minggu, 11 Maret 2018

Tentang Sabar

"Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan." - QS. Hud:115
Ayat ini dilengkapi oleh ayat yang lain.
"Katakanlah (Muhammad) "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi roang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." - QS Az Zumar:10

Allah perintahkan berkali-kali soal sabar di Quran, termausk pada ayat-ayat lainnya yang tidak dicantumkan di sini. Sabar itu berat dan sulit sekali. Ujiannya juga setiap hari :")) Tapi Allah sudah janjikan kebaikan yang banyak dibaliknya. Sabar tidak hanya tentang diri sendiri (sabar menghadapi ujian yang ditujukan pada pribadi, sabar menghadapi sikap orang lain yang kurang menyenangkan, sabar berproses meraih ambisi-ambisi pribadi, sabar berproses untuk menarik perhatian dari Allah dan mengupayakan ridhaNya, sabar untuk tidak bermaksiat, sabar beramar makruf-apalagi bernahi munkar, dan lain sebagainya) tapi juga sabar dalam hal-hal yang bersifat komunal; barangkali semacam kepanitiaan acara yang bersabar menghubungi pembicara atau mengumpulkan donasi, sabar dalam menciptakan momentum pareto untuk produk yang sedang dikembangkan, sabar menjalani rapat-rapat koordinasi yang panjang, sabar ketika peluang-peluang usaha dalam tim bekerja belum menjumpai hasilnya.

Aih, sepertinya tidak perlu berpanjang lebar curhat di sini tentang ini. Biar diresapi dalam-dalam saja ke dalam sanubari ayatnya.

Semoga Allah menjadikan saya (dan teman-teman semua) sebagai pribadi yang kuat yang mampu bersabar atas berbagai hal yang terjadi. Aamiin.

p.s; Beberapa hari yang lalu teman saya mengepos di media sosialnya suatu ayat tentang sabar. Surat Az Zumar ayat 10. Saya jadi ingat salah satu note #googlekeeping waktu tilawah Badr *as usual hehehe. Surat yang saya catat di #googlekeep adalah Surat Hud ayat 115. Kala itu catatan tilawah Badr 10 Januari 2018. Sebenarnya pingin dipos pekan lalu tapi pada akirnya saya dahulukan postingan yang ini. Mungkin, emang Allah hendak mempertemukan ayat pendukungnya, makanya dipending sampai pekan ini hehehe.

mulanya dari catatan tilawah Badr, 10 Desember 2017
Baru benar-benar dituliskan sekarang
bagian dari #googlekeeping



Minggu, 04 Maret 2018

Jadilah Pemaaf dan Senantiasa Ingat pada Allah

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh (199). 
Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah*. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui (200).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya) (201).
*dengan membaca taawudz
QS. Al-A'raf 199-201
Refleksi;
Apakah sudah jadi pemaaf? Pemaaf yang benar-benar pemaaf. Yang mudah memaafkan bahkan tanpa perlu membahas masalahnya dulu. Sementara pemaaf bukan sekadar perilaku yang oleh masyarakat dianggap baik, lebih dari itu; adalah perintah dalam Alquran.
Apakah sudah reflek mengingat Allah kalau mau maksiat atau melakukan perbuatan yang sia-sia? Sementara saya tahu bahwa Allah senantiasa melihat, tapi diri ini ternyata mudah sekali mengabaikannya :"(

catatan tilawah Badr, 7 Desember 2017
Baru benar-benar dituliskan sekarang
bagian dari #googlekeeping