Rabu, 27 Februari 2019

Semangat Ya Fitri

tadi sore Kak Fahry bilang apa gitu awalnya, nyemangatin aku. "...Semangat ya Fitri. Nanti...." habis nanti itu aku udah gak ngeh lagi kata-kata selanjutnya. Rasanya ku ingin membenamkan wajah saja (dan emang udah sih). Sulit membalasnya dengan ekspresi apa entah. Dengan hal-hal yang menggelayuti pikiran belakangan ini rasanya benar-benar nggak mudah. Gatau sih kayaknya aku aja yang berlebihan, apa-apa dipikirin.

Tak lama, Kak Wahyu juga ngasih semangat. Aku bingung, kenapa aku jiper banget ya. Merasa ndak pede. Malu. Khawatir. Ga kebayang apa bisa memenuhi kebutuhan yang diingini market di produk yawme ini? Merasa masih kecil. Jauh.


Terakhir Zaki. Alasanku masih di kantor bada maghrib adalah agenda telpon koordinasi sama Zaki. Padahal ciwi Badr qadarullah dah pada pulang dan Bidah yang biasanya langganan masih di Badr hari ini ternyata wfh. Hampir saja tadi ndak jadi. Di telepon Zaki sempet bilang, "Semangat Kak Fitri! Ini buku pertama Kak Fitri loh!" Me feel like Zak, udah ilang rasanya perasaan--perasaan kayak gitu tuh. Apalagi ini bukan buat anak tapi buat orang tua gitu kan. Merasa apa ya, merasa belum pantas gitu u,u Oh iya Zaki di kantor aruna sedang buat ilustrasi buku baru lagi :")
Lalu terakhir Zaki chat dan aku baru buka di rumah.. Bagian kalimat dia berterima kasih untuk tidak menyerah dan semangat selalu itu bikin aku rasanya melengos. Apa ya kayak, aku merasa ndaak pantas dan malu gitu. Selama ini ngerasa kebanyakan nanya dan bingung, ngerepotin, belum kelar-kelar.
Yawme menjelang Ramadhan nanti, akan sibuk sekali sepertinya. Tebi juga. Apa ya yang akan terjadi di q2 besok? 
Semoga kuat ya nak dirimuuuuu :")) Terima kasih sudah berjuang sejauh ini. Ah jadi ingat, tadi di jalan aku berpikir soal terima kasih-terima kasih ke orang-orang dalam hidupku yang belum bisa kusampaikan.... Halo kalian, terima kasih banyak, ya.

Sudah, cukup main blognya. Ayo move!

ditulis untuk mengenang momen-momen

Aku yang (Tidak Mau) Di Situ-Situ Saja

Barangkali bagimu aku yang ke mana-mana, sementara kamu merasa kamu yang di situ-situ saja. Yang kamu lihat, aku pergi menuntut ilmu ke negara-negara yang jauh. Presentasi dan penelitian di negara empat musim. Berbicara dari auditorium ke auditorium. Yang kamu rasa, kamu tetap di kota kelahiranmu. Terjebak dengan rutinitas kerja yang kau selingi dengan kegiatan-kegiatan kecil. Nyatanya, justru bagiku, kamulah yang ke mana-mana. Aku yang disitu-situ saja. Terpaku pada alamat yang sama. Yang sudah dikenali dengan baik oleh peramban gawaiku. Mereka kenal baik huruf awal namamu yang kuketikkan, untuk memunculkan saran alamat laman. Yang barangkali, kamu tidak pernah tahu.

Aku yang disitu-situ saja. Membaca setiap jenak kehidupanmu. Ikut bertualang bersama arah langkah kakimu. Ikut merasa sedih, senang, susah, bahagia, semangat, lelah. Ikut mencintai mimpi-mimpimu. Menyusuri arah pikirmu yang sederhana namun bagiku memesona. Dan, tentu saja, selalu penasaran terhadap segala hal di baliknya. Apakah kamu benar baik-baik saja?

Aku yang disitu-situ saja. Mengetikkan apa kabar yang lantas kuhapus karena malu. Tidak sabar menunggu cerita baru nyaris di setiap jeda waktu. Sampai akhirnya aku sadar, jika aku tidak lagi mau menunggu semua kabarmu, aku tidak bisa disitu-situ saja. Jadi barangkali, apakah ini tinggal soal aku yang menimbang tentang waktu? Tapi...

Kalau mereka bisa bicara, peramban ponsel dan laptopku mungkin akan bilang, kami bosan mengunjungi rumah yang sama. Aku? Tentu saja kamu tahu, rumah tidak akan pernah membuat penghuninya bosan. Jadi, barangkali, aku sudah menemukan rumah. Kurasa ini bukan tentang waktu lagi. Aku tidak mau disitu-situ saja. Aku hendak menujumu, setelah bulat ku menujuMu. Aku mau pulang. Pulang ke rumah.
---
#sungguhaninifiksiyangterlintashanyadariduakalimatsepanjangperjalananpulangyangentahmengapadaribanyakpikiranjadikosong; Barangkai bagimu aku yang ke mana-mana, sementara kamu merasa di siu-situ saja. Padahal justru aku yang ada di situ-situ saja, terjebak pada alamat yang sama....
mungkin setaun dua taun lagi kalau aku baca ini aku akan ketawa dan malu

Insecure /updated/

Akhir-akhir ini merasa insecure untuk menulis. Ada pikiran kayak, khawatir orang mikir kenapa aku nulis ini itu terus jadi berprasangka atau berasumsi. Atau ada juga kekhawatiran orang merasa aku nulis, lalu membuat orang lain merasa itu tentang dia tapi padahal maksudku gak kayak gitu. Kan selama ini juga nulis apa yang terlintas heuheuheu. Triggernya bisa dari cerita teman, apa yang aku baca atau lihat, tulisan orang, buku, obrolan orang baik aku involve atau tidak, atau ya hal yang memang kualami sendiri lalu menimbulkan insight-insight baru. Kalau satu dua ada yang membuat menebak-nebak ya memang wajar sih, namanya juga manusia. Aku juga kadang gitu kalau baca tulisan teman-temanku, menebak-nebak. Tapi ya namanya juga tebakan, usir saja kalau membuat resah, toh juga belum terbukti. Karena overall memang aku mencatat untuk diirku sendiri, jika ada yang bisa diambil, itu bonus.

Banyak hal yang suka terlintas. Banyak yang mau di-note gitu. Even kadang-kadang ngerasa ga manfaat buat orang(bahkan kadang pengen kayak ig/wastory aja, ada periodenya gitu, tapi aku ga suka igstory atau wastory karena too crowd gitu rasanya socmed tuh), tapi kalu kata temenku, at least itu bawa manfaat buat kamu fit. Aku mikirnya jadi, entah katarsis, entah menghilangkan hal yang mengganjal.

Maaf ya manteman kalau kayaknya sekian tahun bertumbuh bersama laman ini tapi seolah isinya masih begitu-begitu saja. Tapi, aku dak pernah memaksa kalian untuk membcanya kan?

Aku kalau lagi kebawa tulisan lama abis search (biasanya pas lagi butuh) pun merasa, wah dulu aku melewati hal ini hal itu ya rupanya. Wah dulu aku pernah merasa begitu ya. Atau saking dulu disembunyikan kejadiannya karena khawatir terlalu terlihat lalu lupa, ini dulu kenapa ya.
Tapi hal-hal terus berjalan, berlangsung, dan semoga mendewasakan.
Jadi untuk semuanya, semua kejadian, yang membuat diriku jadi seperti ini terima kasih.
.
Jadi, ditulis jangan?
--
tulisan tadi aku pos 10.08,
10.29 dari Madam:

Dam, kayaknya baru kemarin kita foto bareng dan melepas kepergian kamu S2 di Jepang. 2 Tahun yang terasa cepat, padahal kalau tau ceritamu (yang belum selesai) tadi, itu lama dan penuh perjuangan ya :")

Selasa, 26 Februari 2019

Worth

"You're worth more
than a maybe."
-angel lindberg vazquez
dari wa storynya kak marissa
tetiba ingin mengisi kekosongan aja di mari
besok kak mars-kakakfavoritqueini-isi kulwap siaware di sini

Distance

"Distance doesn't separate people, silence does."
-wa story mas ucup 5 april 2018, 
katanya sih quote dari igstori temennya

cuma nemu remahan quote, bukan curhat baper
*kenapa banyakan notenya daripada intinya ck

"Nak, anak ini...cinta dalam dirinya besar sekali." Ibu memegang lembaran yang ia baca.
Aku menoleh. Tidak tahu mau berkata apa. Kehabisan kata-kata. 
.
#gumamfiksijumatlaludiperjalananpulang


Minggu, 24 Februari 2019

Pintu-pintu Masjid yang Terbuka

Tadi buru-buru dari rumah, ndak sempet dhuha. Lalu meniatkan dhuha di masjid tempat tujuan.
Sampai masjid, pintu-pintunya tertutup. Alhamdulillah pintu samping tidak dikunci, aku bisa masuk. Sebelum masuk aku sempat melihat ada orang yang melihat ke arahku. Aku sempat khawatir yang melihat itu merasa aneh ada yang ke masjid jam sepuluhan gitu. Soalnya emang sepi banget. Dan mungkin emang nggak biasa ya, bukan di jam waktu shalat fardhu soalnya.
.
Lalu jadi teringat-ingat. Aku jadi kangen masjid-masjid saat sekolah dulu. Masjid yang selalu terbuka pintunya. Yang welcome dan bersahabat. Masjid yang tempat beraktivitas banyak hal. Belajar formal, rapat, belajar mandiri, menunggu, istirahat, dan lain sebagainya. Memang sulit mungkin ya membandingkan masjid-masjid komplek atau di lokasi umum dengan masjid di lingkungan sekolah atau akademik.

Semoga semakin banyak masjid yang hidup dan bertumbuh untuk aktivitas kebaikan.

Maryam: Amalan Ketika Hamil

Pekan lalu waktu ketemu Maryam, aku nanya amalan apa yang Maryam bangun sejak hamil.
Lalu dia jawab, aku ngebiasain tilawah satu juz sekali duduk setiap habis subuh. Kalau tidak salah dia menyebut angka setengah jam. Lalu katanya lagi, habis dia tilawah, biasanya lapar, lalu langsung masak untuk sarapan.
.
Luar biasa, ya. Me feel like apalah aku kalau tilawah habis subuh malah sering ketiduran, atau apalah aku yang masih mesti digenjot lagi tilawahnya. Terus tadi di jalan aku wondering, membuat suasana dan perasaan kayak ramadhan tiap hari itu susah ya....terus ingat sebentar lagi ramadhan, tapi kayak masih gini-gini aja. merasa faking gitu kalau ramadhan bisa segenjot itu tapi hari biasa gini leyeh-leyeh.... terus ngerasa lagi, heu, buat bisa kayak maryam gitu juga kan jangan nunggu hamil dulu ya....ingat kata seseorang, kalau mengubah kebiasaan itu susah....

Bismillaah....

Sabtu, 23 Februari 2019

#sisakemarin Rabu siang; 24 Jam Ke Belakang

ini latepost ang niatnya dituis rabu kemarin, 20 feb 2019

1. tentang takut yang lawan katanya ternyata harapan, bukan keberanian
kebahas dua kali di 24 jam terakhir, pertama waktu planning tebi. dengan segala kondisi, abidah sempat mmenyebut kalimat ini. takut itu lawan atanya harapan. aku sempat bertanya-tanya. kenapa bukan keberanian ya? oya bidah dapat kalimat ini dari film hunger games.

lalu saat kajian di kantor, disampaikan juga sama ustadnya. jadi takut itu ada dua khauf dan khosyiyah nah khauf itu lawan katanya raja' yang berarti harapan. aku takjub dong keulang lagi dan ini dari sisi Islam pula. kembali wondering, tapi belum searching. aku jadi ngerasa, hebat ya, takut itu lawan katanya harapan. dia kayak ngomong pelan-pelan dan meyakinkan, bahwa kalau berani rasanya sulit dan jauh, kamu bisa tetap berharap untuk menyingkirkan rasa takut itu.

2. tentang saya yang mencari keyword orang tua untuk cari quote yang barangkali pernah saya repost di blog buat bahan jurnal yawme. malah nemu berbagai tulisan yang mencantumkan kata orang tua. tulisan-tulisan lama dan bahkan ternyata masih ada postingan di page-page berikutnya sampe kadang2 saya heran sendiri, wah pernah ya nulis begitu. wah tahun 2014 nulis ini ya, dsb.

3. tentang saya yang baru ngeh waktu  ini ditulis, sudah dua tahun semenjak saya wisuda, februari 2017 lalu. dan diso, temen barengan wisuda saya baru saja menikah. (fyi draft ini dimulai Rabu pagi kemarin)
kalo ga mendung keliatan merapi di belakang
4. tentang rapat weekly meeting yawme yang mana anak magang belum datang dan abid telat sehingga saya rapat sama bapak-bapak. agak lucu juga sama merasa keci sendiri gitu hehe. tapi menarik soal insight-insight yang dibagi.

kafahry cerita soal kunjungan ke mal kalau nggak salah lalu main di semacam playgroundnya untuk anak. kata beliau, satu-satunya yang gak pake seraga (seragam babysitter gitu) itu kak fahry dan istrinya. lainnya pada sama nanny semua. fenomena orang-orang kaya yang weekend pun naknya diajak main sama nanny-nya. di mana ironisnya adalah, mereka anak-anak kalangan meenengah ke atas yang diasuh oleh kalangan menengah ke bawah. lalu saat sudah agak siang, orang tuanya datang dengan tentengan belanjaan yang banyakk (asli aku pas awal cerita gak nyangka arahnya akan ke sini. kukira dari awal mereka main sama nanynya di wiken udah itu aja).

kawahyu cerita soal khalila yang sakit. seumur hidupnya khalila baru sakit tiga kali (kalau anak kecil banget gii bahkan bsia dihitung yaa). terus beliau bilang, baru kali ini paham rasanya perkatan kalau bisa dipindah, sini ane aja yang ngerasain.

sebenernya habis kawahyu aku, tapi aku mau sampein apa yang kak salingga sampein duluan. kak salingga cerita soal ayyash yan mulai banyak bertanya. ayyash nanya Allah itu cantik atau ganteng ayah? (bahkan bukan tanya laki-laki atau perempuan, tapi lebih dari itu!) lalu nanya juga kenapa bumi nanti dihancurkan. terus kalau rasa penasarannya udah kejawab dia akan main-main lagi. jadi orang tua itu memang harus pintar ya. Cerita kak salingga tentang tes sekolah kuttab pekan lalu juga seru.

terus aku, aku cerita apa?
aku cerita tentang agenda wiken danlalu nambahin insight yang aku dapat waktu kunjungan ke islamic montessori school sama kak fahry kamis pekan lalu. banyak sih insight tentang menjadi orang tua. meski tidak berlaku umum dan menjadi judgment, banyak orang tua yang pengen belajar montessori karena ingin anaknya pinter, ngin anaknya bsia ditinggal; meski ditinggalnya bukan untuk kerja, bahkan hal-hal semacam ditinggal untuk masak nyuci gosok, itu ga bisa. montessori iu butuh orang tua yang hadir. ada bersama anaknya. karena sekali tahu monntessori, hidup kamu akan lebih sulit dua kali lipat.
beliau juga cerita tentang buku penghubung. tentang anak-anak yang menangis karena orang tuanya tidak baca buku penghubung sehingga tidak membawa foto keluarga. tentang anak-anak yang buku penghubungnya diisi dan diperhatikan dengan baik oleh orang tuanya akan menjadi anak yang behave.
beliau juga cerita tentang event yang pernah diadakan berupa playdate. ketika anak-anaknya crafting, orang tuanya malah asik main instagram dan tata-tata. buat story dengan kalimat, ayo nak kamu bisa. padhal guru-gurnya sudah membatin, bukan itu bu. mereka butuh ibu menemaninya bermain ada di sisi atau belakang mereka. membantu saat dibutuhkan.
.
masya Allah ya jadi orang tua itu....


draft pertama selesai pada 200219, 7.35





Jumat, 22 Februari 2019

Doa Nadia

Kak Fitri
aku jadi pengen doain Kak Fitri

doain apa nad
nadia tertawa

eh serius serius
doa habis ashar ke maghrib di hari jumat itu diijabah lho (maksudku mustajab, tapi keluarnya diijabah)

Semoga Kak Fitri mendapatan laki-laki yang baik
yang bisa berlucu bersama

hah  berlucu itu apa nad?
iya, menurutku membicarakan hal-hal seperti perpustakaan itu lucu

wah
doain ya semoga lucunya bisa membawa kebermanfaatan
semoga Allah ngerti ya maksud bahasa lucumu

iya kak

tadi doanya apa nad

semoga kak fitri mendapatan laki-laki yang baik
yang punya interest yang sama
dan yang lebih penting dari itu juga shalih

aamiin

lalu aku juga memberi doa untuk nadia

kami amini bersama.

---
setelah membahas soal manajemen waktu, pekerjaan yang tiada habisnya, dan pertanyaan apaka diri ini efisien dan efektif. lalu aku membahas puisi yang dinyanyikan oleh ruang baca. membagi linknya. membicarakan tentang perpustakaan katakerja di makassar yang dulu pernah juga aku ceritakan di blog ini kala tidak salah tapi malas mencari linknya. lalu kami membicarakan aan mansyur buku puisi. nadia membicarakan buku puisi yang diberi temannya. saya bicarakan buku puisi yang saya pinjam dari aplikasi ipusnas.

lalu nadia melanjutkan doa yang terputus setelah kubilang soal mustajab

dah sekian flashblog kali ini. sekilas saja posnya apa saya biarkan yaaa~~

Rabu, 20 Februari 2019

Halo





Tadi dengar lagu. Sebenarnya sudah berusaha menghindar dari lagu hahaha. Nanti terlalu banyak membawa perasaan dan mengalihkan dari hal-hal yang lebih perlu didengar. Terus tadi alasan karena merasa tadi sudah dengar yang lain.

Hari ini aku berpikir banyak. Tarik ulur. Bertanya-tanya soal benar salah dan perlu tidak. Jawabannya entah. Belajar soal niat. Menghela nafas panjang. Lalu seseorang teman perempuan bertanya selepas makan. Aku berpikir panjang sebelum menjawab. Jadi membahas banyak. Tak kusangka jadi berlipat yang dipikirkan. Di separuh hari yang sama. Menjadi bumbu tambahan setelah hal-hal pekerjaan.

Lalu hujan. Lagunya sudah selesai. Aku melihat tepi jendela. Tidak puas. Aku keluar ruangan. Duduk di balkon. Menikmati hal-hal sampai aku berpikir ini kalo orang tau bakal dikomen aku kek lagi galau aja ckckck. Membaca doa-doa yang harusnya mandatory di malam yang sepertiga. Tapi ternyata semalam aku kalah masihan. Malah jadi mimpi baca beragam tulisan yang panjang sampai tak mampu kuselesaikan sampai bagian ibu yang menangis. Yang menggoda agar tidur baiknya diperpanjang saja ckckck. 

Hujan. Doa selesai. Tak lama adzan ashar Aku kembali membaca doa. Masih hujan.


Senin, 18 Februari 2019

Showing Not (Only) Telling

kalo kesimpulan foto bukunya yang paing bawah: Ternyata I Love You  banyak sinonimnya

tulisan yang atas adalah catatan belajar kemarin. Bahwa showing not tell. bukan bercerita bahwa tokoh itu baik dermawan, cerewet. tapi tunjukkan aksinya. aksi apa yang membuat anak-anak tokoh dari cerita memang benar punya sifat demikian. contohnya Wuri di Aku Suka Caramu. Anaknya nanya-nanya mulu, nawarin bantuan mulu. Kukira itu bentuk helpful people. Ternyata itu showingnya cerewet (mungkin helpful juga, tapi ga dibahas). tidak ada satupun kata cerewet di sana.

Lalu waktu nulis aku ingat buku yang aku baca tadi di perjalanan. Buku yang hmmm tiga minggu terakhir kubaca (lama juga ya), karena cerita dari seorang kakak di mushala, dan cerita teman seruangan. Menentukan Arah, Kurniawan Gunadi. Tapi bukan berarti ga boleh juga telling, karena itu juga salah satu cara kan. Bahkan kalau tipe bahasa cintanya words of affirmation. Tulisan Maryam ini mengingatkan saya pertama tahu tentang Love Language dari Abidah dan Ima.
.
waktu nulis catatan di buku itu langsung ingat si buku yang dibaca ini.
pas banget.

Tentang (Musikalisasi) Puisi

Kalau kata judul buku Joko Pinurbo, Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Kemarin baru tahu kalau ruangbaca ngeluarin album. Dulu terbangnya burung sempat menemani hari-hari saya mengetes statistik grup yang (juga) bermain dengan rumus di bilik kecil ruang yawme waktu masih disekat. Dulu saya pernah selintas menulis soal itu di sini. Itu videonya masihan rekaman pentas mereka disuatu acara. Sampe nyari teks puisi aslinya. Suka sekali alunan nadanya.

April 2018, dua pustakawan ini menikah~so they become pustakawin ceunah. Ikut senang waktu keduanya memutuskan untuk bersama :'). Dan pada momen ini, mereka merilis lagu bersama. Waktu itu baru ada di soundcloud. Dan dulupun masih pake foto mereka, sekarang gambarnya udah ilustrasinya. Kalo ga salah pas itu di IG mereka bilang soundcloud downloadnya terbatas dan sayapun bisanya denger streaming aja. Sukaaaa sama lagunya. Menggambarkan kehidupan perpustakaan dan pertemuan. Meninggalkan hingar bingar perkotaan dengan tenggelam pada buku-buku.

Dulu sempet mikir, kenapa karya mereka kesebar-sebar dan dari rekaman-rekaman pentas gitu. Kayak belum ada officialnya terus masih dikit. Eh lama gak mainan ige ternyata mereka bikin album ya. Finally.
.
Lalu tadi aku buka twitter. Ada retwetan Abdur Arsyad. Beliau ini standupcomedian yang menikah juga dengan standupcomedian. Saya awalnya tau dari retweetan temen soal video matematika yang dibuat oleh Abdur dan saya jadi kepo ke tulisan-tulisan masing-masing pasutri ini soal surat untuk anaknya. Manis sekali. Mereka pandai berkata-kata dan kalau nulis sura buat anak tuh ga keliatan standupcomediannya. Dulu ada kata-kata yang saya suk dari blog mereka dan saya kutip di sini.

Lama ga mainn ige (aha kasian jadi tumbal mulu, padahal saya juga baru follow mereka hari ini), saya kan penasaran ya kok lama ga ada edisi lanjutan surat untuk anak. Mestinya udah lahir dooong. Terus karena tadi gasengaja liat di twitter saya jadi buka ige mereka lagi dan kubaru tau mereka juga buat video-video puisi bersama gitu. Sok dilihat aja di igenya kalau penasaran Tapi kalau lagi puisi mode atau kata-kata mode gini emang gak keliatan standupcomediannya. Padahal mah berpasangan ya mereka, ga satu doang.

dua pasangan ini kayak apa yang dibilang ruangbaca di igenya:
Quote di hari sumpah pemuda
"semoga setiap pemuda dan pemudi saling menemukan dan mencintai agar gerakan berumur lebih panjang" 
-kak Nunu dan kak Mato, pengelola @thefloatingschool, pasangan yang belum sebulan menikah.

.----
Sampe aku kepikiran. Dulu ada temen kantor yang suka puisi. Tapi sebelum aku bahkan bilang mau pinjem buku puisinya,dia tidak bertahan lama di kantor. Lalu aku jadi kepikiran untuk beli di googleplay aja, lebih murah. Eh jadi kepikiran lagi, pinjem online di ipusnas aja deh buat lihat dan baca buku-buku kumpulan puisi.
.
Dulu pernah beberapa kali ikuta project musikalisasi puisi. Cuma dua sih, di musywil sama di milad nasional flp. Favorit aku waktu itu liat video musikalisasi Stasiun. Pas itu aku gak tahu apa-apa ada project itu. Tau-tau ada aja. Padahal artis utamanya FLP angkatanku.


the team, dan our multitalented pencipta puisi, lagu dan pemain gitar, drh. Lian
*inget banget pas latihan aku dapet cerita Mbak Lian magang di kebun binatang dan cerita soal sariawannya ular :")

our mentor, Uni Yova, yang membua kami percaya bahwa bisa cium lutut itu bukan soal berat badan orang, wkwk. Uni paling keras soal minta kita jaga makan dan no goreng-goreng. Yang paling lucu adalah, suatu malam habis latihan pernah aku makan sama Tyani di warung sop. Aku pesan sop telur. Pikirku kan telurnya ya telur rebus gitu ya, namanya juga sop. Dan udah bayangin makan makanan berkuah hangat. Etapi sopnya sop telur ceplok donggggg!!! Aku sama Tyani ketawa, terus ngabisin makan sambil ngerasa bersalah.

forte bersama geng akustik edsacoustic

semacam semacam inilah waktu itu. kangen ya main gini gini lagi.

lalu aku jadi ingat Sajak Februarinya Helvy Tiana Rosa (eh ini Februari pas banget!!!)
terus pas nyari link tulisan di atas nemu tulisan lama ini, hmm. Semoga kelak beneran bisa buka taman baca, lalu ingat pustakalana, ingat acara kemarin, ingat buku yang aku sebut di ruma Tante Ima atau Ifa, aku dapat buku secondnya.
Waktu berubah. Cita-cita masih sama. Cara mewujudkannya, semoga bisa terus diperjuangkan :")
Anak-anakkuuu maafkan aku yang tadi tidak ke perpus :""

Sabtu, 16 Februari 2019

Isa

"Maryam udah ada rencana nama anak?"
"Udah."
"Siapa?"
"Isa."
"Waw!!!"
.
Isa putra Maryam.
.
"Bingung aja sih nanti kalo lahirnya cewek gimana."
"Kasih N lah, jadi Nisa."
Kami tertawa.
"Terus nanti kalau nanya. Ummi  kenapa nama aku Nisa. Jadi dulu ceritanya...." kami tertawa lagi.
.
Sudah banyak lah ya cerita tentang Maryam di laman ini.
.
Ah jadi ingat tulisan setahun lalu, di Google Keep, belum dipos di sini. Di pagi menjelang pernikahannya. Waktu itu pukul 00.00 lewat di Makkah. Dan Maryam menuju gedung acara pernikahan, kalau tidak salah. Di tempat Maryam, sudah pukul 04.00 lewat.

----
[25/2/2018 03.46] fitri: Wkwk nyepam
[25/2/2018 03.46] fitri: Kamu ko ga bobo
[25/2/2018 03.46] Maryam Zakiyyah 2: Ini udh bangun sayyy
[25/2/2018 03.46] Maryam Zakiyyah 2: wqwq
[25/2/2018 03.48] fitri: Wqwq
[25/2/2018 03.48] fitri: Iya ding di sana kan jam 4 hampir
[25/2/2018 03.48] fitri: Baiklah
........
[25/2/2018 04.02] fitri: Jawab bsk aja gapapa drpd nnt malah ladenin chat aku
[25/2/2018 04.02] Maryam Zakiyyah 2: Isokay aku masih otw gedung ini wkwk

Saya sangat mensyukuri adanya percakapan  menjelang waktu superpenting Maryam. Saya yang saat itu belum tidur dan Maryam yang sudah bangun dan ada dalam perjalanan menuju gedung. Percakapan kecil itu, rasanya cukup membuat hari saya hangat. Senang sekali rasanya punya obrolan dengan teman dekat yang akan melangsungkan pernikahan (udah j-3 akad). Saat dia harusnya rempong dan gak ngecek hp. Tapi Allah menakdirkan kami bisa mgobrol walau singkat.

Obrolan itu rasa-rasanya dapat menjadi bentuk antar saya terhadap Maryam menjejaki kehidupan barunya. Pada blog ini bahkan, saya rupanya punya 2 tulisan khusus tentang Maryam. Sejak kenal dan dekat karena kelas lukis, jajan giliran tiap sabtu, ngobrol macam-macam sampai sudah lulus aliyah, ingin ke luar negeri lalu Allah dengan Maha Baiknya memberi kami pertemuan pada agenda masing-masing di tanah sakura, sama-sama menghadapi skripsi, cerita berbagai hal dari yang remeh sampai yang melibatkan emosi -perasaan-.

Hari ini Maryam menggenapkan separuh agamanya. Meluruhkan hari-hari yang dulu sekali saat masih tingkat 2 atau 3 sempat diisi dengan obrolan ringan soal jodoh dan kejutan perasaan. Memastikan hal yang ditanyakan pada akhirakhir masa perkuliahan. Memberikan keputusan besar yang akan mengikat di hidupnya sampai seumur hidup nanti.

Maryam adalah salah satu orang yang menyenangkan sepanjang saya kenal. Dan saya tahu pasti, banyak sekali teman Maryam yang menyayanginya.

--25 Februari lalu, tulisannya baru sampai sini

Sudah Saatnya

Sudah saatnya menutup ritsleting rapat-rapat.
Atau masuk ke kotak. Bersembunyi. Bukan untuk dicari. Tapi justru agar merasa cukup dan tidak mencari-cari.
Atau bersembunyi di balik selimut. Bukan untuk berimajinasi. Tapi menjelajahi relung pikiran sendiri.
Atau bersembunyi di kolong meja. Seperti yang pernah dilakukan ketika ada lonjakan-lonjakan pikiran di sela hal-hal. Tapi bukan untuk menghempaskan. Karena ini maksudnya membuat tak peduli.
Atau menenggelamkan diri di tengah kesibukan. Yang sialnya, perlu dibuat dan dicipta sendiri. Karena sejatinya, diri ini nahkodanya. Setidaknya saat ini. Belum jadi navigator.
Atau....
Sudah, terlalu banyak atau.
Ciptakan tenangmu, Nak.


Jalan tol jakarta cikampek
18.48


Jumat, 15 Februari 2019

Terima Kasih

untuk quotes ini, terima kasih. Aku ingat rasanya mendoakan orang yang aku sampai merasakan deg-degannya orang yang kudoakan. Quotes ini meningatkanku pada pengalaman itu. Terima kasih webtoon Pak Guru Inyong yang hadir dan memberi teladan dari hal-hal sederhana.


untuk hujan pagi ini, terima kasih. Biar hujan dan hal-hal yang menjadi pikiran melebur. Meski sulit dinikmati kala kerja mengejar-ngejar diri. Tapi hidup memang begitu kan? Kita selesaikan, ya. Satu-satu.


untuk lagu ini, terima kasih. Ngga tau kenapa kebawa dan kayak pengen menumpahkan cerita-cerita. sebentar tapi terngiang.


untuk obrolan makan siang soal menjadi orang tua yang tidak mudah, terima kasih. bahwa cerita soal rumah tangga teman lainnya yang dibangun dari tidak tahu apa-apa, belum bisa masak dan belajar parenting, semua bisa asal saling menerima dan saling dukung keduanya; suami dan istri; ibu dan ayah. Bahwa kita sama-sama sepakat soal bentakan yang meninggalkan luka (aku pun punya kenangan dibentak whether lawan bicaraku tidak). Pembicaraan soal peran orang tua yang masih kurang ikhlasnya, masih memaksakan ego sendiri, dan mencarikan aktivitas anak justru agar bisa ditinggal. Lain kali kuceritakan terpisah. Dan pertanyaan di langit-langit tentang apakah bisa jadi orang tua yang baik?
Semoga bisa, ya.
Kalau kata Tyank dulu, emang yakin akan jadi Ibu? Bukan maut yang duluan datang?
...
banyak benarnya...


Untuk email ini, terima kasih. Kadang-kadang Allah kasih jalan pada hal yang paling tidak diduga. Setelah itu dapat balasan email yang menyuaul selanjutnya. Email sapa-sapa aja sih. Tapi senang :')


untuk segala hitungan matematika, segala testing dan penantian, terima kasih. InsyaAllah malam ini rilis ya kita. Walaupun ternyata belum bisa pulang sore meski sudah mengusahakan datang pagi :') 
Gapapa, Allah selalu punya perhitungan atas segala kebaikan.

Juga untuk file ketikan yang belum selesai. Cerita-cerita yang kubaca ulang. Terima kasih. Aku sering merasa inferior di hadapan banyak orang. Tapi, menerima diri sendiri adalah kunci. Untuk terus bersyukur dan mengimprove diri. Semoga kelak juga ada saling menerima dan tumbuh bersama. 
Semoga.


Semalam mau nulis randomthings dan belajar syukur belum selesai dan jadi draft aja.

(Masih di) Badr
Tadi datang sepi. Sekarang juga.




Selasa, 12 Februari 2019

Central Park dan Anak-anak

Saya sampai di tempat pemberhentian Taman Anggrek pukul 9 lebih sekian belas menit. Tujuan saya central park. Sebuah frase tempat yang pertama saya tahu daru novel terbitan Noura berjudul Petang Panjang d Central Park; yang ketika itu saya tahu adalah nama taman di Amerika. Tidak tahu kalau ini (juga) nama mal di Indonesia. Seperti yang saya bilang sebelumnya di postingan blog lalu lalu. Saya jarang banget tertarik lihat-lihat mal. Kalau kata Abi, lihat mal tuh untuk nambah wawasan aja. Hahaha.

Saya jalan saja mengikuti dua orang di depan saya, yang setelah lama saya ikuti, saya bingung kenapa mereka ke basement lewat pintu kecil,. Lalu saya jadi tahu. Mereka karyawan mal ini dan tentu saja bukan masuk lewat pintu utama karena mal pun belum buka.

Saya berjalan sampai arah mushala dan ternyata mushala pun belum buka. Kehidupan mal baru mulai pukul sepuluh. Lampu-lampu masih gelap.

Saya duduk di kursi-kursi dekat toilet yang lampu depannya pun masih remang-remang. Membuka dashboard blog. Membuka blog kak marissa. Kembali, saya berkaca-kaca, menangis.

Saya merasakan cinta dan ketulusan besar di sana. Saya menangis. Membayangkan betapa besar cinta dan ketulusan yang disampaikan oleh anak-anak. Bukan sekadar cinta dan ketulusan kak marissa yang sampai pada saya. Tidak hanya itu.

Lima belas menit menjelang pukul 10. Saya memutuskan berjalan-jalan. Ada gramedia big sale di tengah-tengah yang sudah dibuka sebagian terpalnya. Saya mendekati rak buku impor anak. Ah tapi kalau lihat-lihat nanti khawatir ditegur. Karena saya adalah pengunjung yang datang bukan di waktu yang tepat. Mal belum buka.

Saya berjalan. Tiba-tiba saja saya mendengar suara celoteh riang anak-anak yang ramai. Dari arah atas. Saya ke selasar samping karena saya searah dengan alur jalan anak-anak itu sehingga tidak bisa melihat mereka. Saya menatap mereka yang berjalan beriringan. Duh, saya mulai baper lagi. Saya menyusul ke atas, menaiki eskalator yang mesinnya juga belum berjalan. Eskalator rasa tangga manual.

Ramai sekali anak-anak itu. Datang dengan riang gembira. Berceloteh. Saya baru tahu Jakarta Aquarium itu di sini. Rupanya perjalanan dalam basement saya yang panjang tidak mengantarkan saya ke central park, tapi juga neo soho di sebelahnya (buta arah lah lewat basement tu, di atas aja saya bingung....). Satu anak ada di paling belakang. Agaknya bisa dibilang tertinggal rombongan. Perempuan. Rambutnya keluar-keluar kerudungnya. Walau jauh, ia loncat-loncat. Riang. Gembira. Tak peduli soal dia datang lebih belakang. Toh ia akan sampai juga.

Lagi-lagi entah kenapa, saya kembali menangis melihat anak-anak itu. Tadi saat duduk saya begitu bingung kenapa saya mudah sekali menangis beberapa hari belakangan. Dulu waktu saya lagi banyak nangis, Kak Marissa baca pola saya menangis. Sekarang, saya kembali bertanya-tanya, pola apa sih yang bikin saya mudah sekali haru atau nangis kecil-kecil gini?


Eskalator bergerak. Menjelang pukul 10 dan mal akan beroperasi sebagaimana adanya.
.
ditulis di tempat tadi, baru dirapikan sekarang.
.
.
.
belakangan saya bertanya pada diri sendiri,
bisa nggak ya apply seleksi 3 paragraf ini 
bisa nggak ya jadi penulis bacaan anak
bisa ngga ya kasih kebermanfaatan yang luas buat anak-anak
bisa nggak ya menjalani dan percaya itu semua bisa di tengah-tengah segala kehectican pekerjaan akhir-akhir ini (saya selalu berpikir untuk menjadi penulis itu bisa sambil kerja yang non penulis)
.
saya nggak mau ragu sama diri sendiri :"
jadi inget juga, kalau ngga bisa jaga perpus tuh suka sedih, kasihan sama anak-anak....
(tadi bilang ini juga sama kak marissa abis baca postingannya setelah yang tadi kubaca)

.
ah fit, kamu banyak pr yang belum selesai malah curhat di sini,
bukannya diselesein....

Senin, 11 Februari 2019

Farewell Hari Ini

Mungkin bukan kebetulan semalam saya mengulik lagi soal tipe kepribadian.

"Selamat berjuang total sebagaimana biasanya"

Hari ini hari terakhir Kak Kania di Badr. Kak Jay buat video yang merekam kesan terhadap kinerja Kak Kania, dan disaksikan kami se-Badr. Kak Kai menangis. Aku juga menangis.

Sebagai sesama ISFJ, dan kalau kalian baca deskripsi ISFJ, akan paham sekali betapa berkesannya sesuatu buat ISFJ jika dia sudah masuk jauh dan lama di dalamnya. Sudah menyayangi dan berusaha memberikan usaha terbaiknya. Setelah sedikit reda, kalimat yang tadi tertulis di atas itu (ada di videonya) juga membuatku kembali mengeluarkan air mata.

Selamat berjuang total sebagaimana biasanya, Kak Kai. Selamat memaksimalkan peran, menjadi ibu terbaik untuk Khalila, dan kelak adik-adiknya.

Yang menyayangimu,
Fitri

Sebelum Tidur

Pada akhirnya aku posting foto juga di instagram .
memposting foto di instagram tandanya aku terlalu spontan untuk berpikir, sepertinya sejauh ini demikian. Kalau dibilang berkesan, tentu saja ada yang sangat berkesan dan ada yang biasa saja. Dan, tidak semua yang sangat berkesan kuposting di instagram. Foto kemarin ingin aku pos Sabtu siang-siang di Andalusia. Setelah sempat menangis dengan kekhawatiran dan ketidakpercayadirian. Hei, tapi bukankah sinyal buruk yang disadari itu justru baik, untuk tahu apa yang mesti diperbaiki. Asal kau benar perbaikinya.

Instagram belum pernah jadi media ternyaman untukku. Baik aku sebagai pihak yang memposting, maupun pihak yang membaca postingan teman-teman. Jadi semalam(atau sedini hari?), setelah aku posting dan empat notifikasi masuk, aku logout. Keluar. Menghindar.

Semalam banyak sekali isi kepala berloncatan, tapi aku tunda menulisnya. Sekarang jadi lupa.

Tulisan-tulisan itu belum jadi. Project Yawme juga belum jadi kulanjutkan. Testing Tebi tidak kuapa-apakan di rumah. Begitu banyak yang perlu diselesaikan, tentu saja seperti kalian juga, bukan?

Semalam aku tumben sekali bisa begadang. Setelah belakangan jam 9 10 sudah meyerah dan tunduk pada kantuk dan lelah. Lalu aku bumerang diriku sendiri dengan pertanyaan, apa kamu justru stress dan tidak bisa tidur? Makanku juga akhir-akhir ini banyak. Aku tertawa. Lalu juga menertawakan aku yang kemarin-kemarin tidur terlalu cepat. Apa itu tanda flight, bukan fight seperti yang pernah disampaikan Kak Shanin?

Tadi aku dengar lagu fletch yang tiga pagi. Sempet kepikiran apa itu lagu tentang tahajud ya....wkwk

Entahlah. Ayo Fitri, berubah dan bergerak jadi lebih baik.


#sisasemalam
Alhamdulillah, banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan....

Minggu, 10 Februari 2019

MBTI: ISFJ

mbti 12 januari 2018
kuingat sekali, aku mengerjakan ini ketika menunggu kapal di muara angke, outing Badr tahun lalu. diselesaikannya pas udah di atas kapal buat nyebrangnya, pas gerimis, tapi belum berangkat.

hari ini aku baca ulang deskripsi penjelasannya. baru tahu ada versi Indonesia meski kayak semacam halaman pertamanya aja, tapi karena diterjemahinnya sama user, beberapa ada yang nggak pas. akhirnya aku baca versi inggrisnya dan kalo bingung pake bantuan google translate (ada yang artinya berkebalikan gitu, kayak di inggrisnya fully blossom in family, terjemah sananya kayak ga support di family, dan pas ngetranslate di google translate dia lebih ke yang fully blossom.
.
terus aku penasaran pengen tes lagi. nyobain tesnya bahasa Indonesia dan tanpa login (jadi gada historinya hiks). meski penjelasannya di halaman selanjutnya bahasa Inggris juga sih. 
ternyata hasilnya.....

sama tipe kepribadiannya!!!
(hebonya karena sama aja sih bukan bangga atau gimana karena setiap pribadi pasti unik)

ini udah tes yang ketiga kalinya dengaan tipe kepribadian sama. 
hanya saja di sini angka-angkanya berubah
yang paling kerasa I-ku nggak sedominan dulu. 
Kerasa sih perjuangan buat terbuka beberapa bulan ke belakang tuh sangat sesuatu :")
.
tadi baru baca ulang sampai poin relasi (ke3 dari 9), itu pun belum selesai. 
tapi menarik sih, so far mirip dan kalau kata komen-komennya user lain emang ada kaget gitu kok bisa menggambarkan diri banget. Walau aku juga belum baca sampe selesai dan mungkin aja ada hal yang bisa jadi berbeda. namanya juga penelitian manusia. yang penting yang paling baik di mata Allah adalah ketakwaannya, yegak?

ditulis untuk bagian dari sejarah tipe kepribadian diri ini.

tos dan salam hormat untuk sesama ISFJ; Maryam, Kak Kania, dan Kak Citra *rukuk
oh iya, dan yang LOL adalah, MBTI ini 100% bertolakbelakang dengan MBTInya Abidah, dia ENTP, hehe

Sabtu, 09 Februari 2019

Ngobrol sama Allah

M : Coba dibawa ngobrol sama Allah
A : Kakak biasanya ngobrol sama Allah gimana kaak. Abis shalat gitu apa tbtb menyingkir dr hirukpikuk keramaian?
M : Aku sambil bengong aja
Allah ini gimana ya aku bingung
Allah aduh aku gatau mau apa
Kayak ngobrol sama temen
Allah kan sayang sm kita
Ada dimana mana
Aku kmrin ga ke Bandung karena ada uang tp mepet hahahah sdgkan msh tgl sgini
Eh kmrin dpt lemburan bs dipake buat ke Bandung
Alhamdulillah :')
A : Kapanpun ya kaa
M : Iyaaa aku lg biasain itu sih
Biar ngarepnya ga sm makhluk

#ceritasiangtadi

Hal-hal Hari Ini 090219

Memang Allah paling jago bolak balikin perasaan, kondisi, atau apapun itu.
Kemarin bisa happy, alhamdulillah hari ini kembai diingatkan soal tidak berharap pada manusia.
Kembali diingatkan untuk kamu udah kasih usaha maksimal belum Fit? Biar sampe sama apa yang dipengenin. Kebawa baper sampe sempet nangis di motor. Padahal ya hal-ha yang masih daam lingkup kendali aja belum dimaksimalin naaak, kenapa keselnya berlebihan....
Lalu melow karena gatau kenapa kepikiran kalo bikin visi tuh apa ya, cita-cita besar, impian yang tinggi. Inget waktu-waktu one on one sama Abidah atau kawahyu aku pernah bilang, kayaknya aku ga visioner...lalu bidah bilang, menurutku, fitri melakukan ini ini ini itu udah menunjukkan visioner. kalau kawahyu dulu tuh apa ya pesannya, lebih ke setiap orang punya rolenya mungkin ya. kadang aku suka mikir pengen jadi best support system gitu di manapun bantu apa yang bisa dibantu, di kerjaan misalnya. mungkin ini juga karena lagi ada perasaan ngga produktif banget sekarang-sekarang ini, mana karyanya, kok main hape aja sih, pelarian capek apa alesan, apa ga inget sama cita-cita yang penting. tujuan akhir. ngomel sendiri. baper sendiri. malu. malu juga sama Allah. lalu nangis di kondangan orang. sendiri.
Lalu bersyukur, Allah kasih Andalusia buat chillin. Lama banget rasanya ga meneduh di masjid buat ambil jeda sesaat. Memikirkan hal-hal. Melangitkan tanya. Takut. Khawatir. Dan yaudah kayak pasrah aja gitu. Nulis-nulis sempet dikit. Air mata netesnya yang cukup nggak kusangka. Deras juga. Finally senyum, alhamdulillah. Lebih  membaik. Nggak pulang masih bawa kesal. Ikut senang juga waktu tau kabar hebat dari teman. Alhamdulillah. Sesenang itu juga dapat masjid yang nyaman.


Islamic Centre Andalusia,
tadi siang.

#sisakemarin: Hapiness Today 080219

Kemarin, sepanjang perjalanan masih kemana-mana pikirannya, sampai belokan RT lima masih keinget lagi pertanyaan, ada kecewa nggak?, belajar terlihat baik-baik saja (dan aku tahu banyak orang juga demikian), dan melangitkan syukur dan terima kasih Allah sudah memberi Abidah dan Ima around me yang mana mereka happy banget sepekan belakangan dan itu cukup mendongkrak dan mebuat aku kebawa hepi juga (jadi inget chatku ke mereka waktu itu*terlampir di bawah)
.
tapi yang tak disanggka adalah....
jadi kemarin aku pulang cepat. Hm, setengah 6 an sih dari Badr, tapi karena sekarang adzan jam  6 lebih banyak, jadinya ini keitung pulang cepat alhamdulillah, setelah Senin Rabu Kamis pulang malam terus (Selasa libur soalnya).

Sampai deket masjid terdekat dengan rumah, udah mau sampe rumah tuh, masih kebawa kesel keinget-inget hal-hal dan pertanyaan tadi yang kusebut di awal, ada anak-anak main yang gak ati-ati giu, selonong aja di tengah-tengah, padahal itu jalan Aku ngerem mendadak.

Tapi ternyata mereka adalah...anak-anak yang suka main ke perpus!

Raihan yang pertama sadar, dia langsung teriak, "Kakak! Kakak!" Lalu anak-anak main yang lain mendekat :")
Aku yang tadinya kesel langsung hepi. Mana pekan kemarin ngga bisa jaga sama sekali. Jadilah mereka pada ngerubungin aku yang mana aku tetiba berhenti di pintu perempatan jalanan komplek. Ngerubungin. Nanya-nanya.
Kakak kemarin ke mana Kak?
Kak besok nonton ya!
Kak jangan besok, Minggu aja!
Kakak pergi-pergi mulu ya
Kemarin aku ke rumah Kakak nyamperin
Kemarin ketemu siapa itu Kak namanya?
terus aku jawab, adiknya Kakak ya? Yang mukanya mirip?
Iya Kak tapi gendut. (Lol anak-anak emang selalu jujur, aku juga korban dikomen wajahnya :"))
Heboh deh mereka, andai ngga diperempatan, pengen deh aku ajak selfie, ehehe (dasar emang malu aja kamu sih Fit, ga niat, jangan berandai-andai gitu kali)
.
Alhamdulillah :")

Aku lho, lama ndak pulang sore. Belum pernah ketemu anak-anak sore-sore begini. Ya Allaah :")

*
Di rumah, aku bilang sama Ummi
"Mi, kasihan ya Fafa. Minusnya sekarang 3,5 (dia abis periksa mata). Padahal dulu dia pengen pake kacamata gara-gara mau ikutin aku sampe bikin dirinya jadi pake kacamata secara sengaja (aku sekarang sekitar minus 1,5 silinder 1, lebih kecil dari dia). "
"Ya namanya juga adik, pengen ikutin kakaknya."
Terus iseng, mau nanya Fatih.
"Gitu ya adik tuh ya. Kalau Fatih ngikutin siapa?" Kunebak sih dia ngikutin Fahri.
"Mbak Fitri juga. Soalnya Mbak Fitri bikin orang bahagia terus sih. Ngelawak terus."

Aku lho terharu dek :""", kamu bisa lihat sisi baik dari segala receh dan jokes atau selentingan tidak pentingku....

Fatih adalah orang termudah ketawa dengan segala jokes recehku. Jokes atau selentingan yang sampe bikin Ummi heran apakah aku bakal kayak gini juga sampe nanti-nanti kalo dah meniqa. Tapi kayaknya mah sekarang ini kelempar di rumah aja (temenku ada yang mengira aku orangnya tu serius bgt hehe). Tapi alhamdulillah ya dek kalau kamu seneng Aku kadang suka merasa bersalah kalau Fatih udah ngelempar jokes atau tingkah aneh, bahwa dia ketularan buruknya aku....

*
Malam alhamdulillah bisa makan ngampar di tengah. Abi ada konsumsi sisa rapat. Aku makan sepiring sama dikadik. Sampe akhirnya Ummi ikutan (padahal jam makan Ummi abis Isya, jadi ikutan ke abis maghrib).
Gara-gara obrolan sebelumnya tadi, aku tuh jadi mikir, di rumah aku sama adik cowok aja ya. Kadang aku khawatir mereka kelak meniru hal yang nggak perlu ditiru dari aku. Contohnya, aku khawatir mereka melihat pulang malam dari kerja itu kelak sebagai sesuatu yang wajar. Sebenarnya contoh ini pikiran lama sih, ter pop up lagi aja.

Alhamdulillah seseneng itu makan bareng mereka. Sebenarnya makan sepiring reramean sering sih. Tapi semalam benar-benar kerasa aja. Mulai yang dari nasinya dikit aja dulu (padahal kutau Fahri makannya banyak dan Fatih katanya si kenyang), sampe aku ambil nasi yang ketiga dan semua ikutan makan. Lauk udang yang tidak kumakan di kantor jadi dimakan bertiga dan ternyata seseneng itu bisa bagi udang bertiga. Juga perkedel Badr favorit Ima buatan Ibu Yeti yang sangat lembut yang mereka jadi ikutan sukaa (aku ndak terlalu suka perkedel hehe). Lalu Ummi juga ikut dengan piringnya yang akhirnya kami sambangi juga.

Kemudian cerita tentang Fatih yang jatuh sampe jalannya agak sulit. Lalu pengakuan dosa Fatih ke Ummi yang diceritain ke Abi kalau kemarin nendang temannya sampai temannya itu hari Jumat nggak masuk dan bengkak huhu. Fatih merasa bersalah banget. Tapi aku senang dia mau cerita pada akhirnya(abis deg-degan juga dia, awalnya Ummi sekedar tau temennya sakit dari grup buibu lalu nanya biasa aja gitu ke Fatih). Dan semoga dia juga belajar. Walau to be honest aku (kita semua sih)ndak nyangka juga. Dari awal makan aku suka lempar selentingan yang bikin mereka gemes banget. Aku seneng juga mereka nanggepin aku heuheu. Meskipun Fatih udah nahan diri banget buat ga nyubit saking gemesnya dia sama kakak yang selalu dia bilang tukang lawak ini dan Fahri berkali-kali bilang, Mbaaaak ih lagi serius. Aku seneng lihat Fahri ga serius, ga bete, dan ga spaneng :")

*
sebenernya niat postingannya sampai di atas itu aja, tapi ini menarik buat diceritain (dikenang sih ke diri sendiri, niatnya kan ngedokumentasiin)

Malamnya menarik deh. Waktu aku nemenin sebelum tidur setelah menonton Nussa Rara yang rilis hari itu.
"Mbak doain Yusuf ya biar segera sembuh."
Aku mau bawa agak bercanda. "Harusnya tadi setiap sujud Fatih doain Yusuf , Dek."
Dia ngangguk dong.
Aku kaget deh.
"Eh, serius Fatih doain Yusuf tidap sujud?"
"Iya Mbak. Kurang sekali aja waktu Ummi tadi ada yang sujudnya cepet banget sekali, jadi nggak sempet baca da (doi shalat di rumah karena kakinya sakit)."

Wah gak nyangka aku. Aku jadi ingat aku belum segitunya sama doa-doa yang kupanjatkan. Sama naskah buku yang aku masukin penerbit. Sama cita-citaku....

sudah sekian, 
perasaan bisa terbolak-balik
ada juga sih kesel baca ledekan di suatu grup
meski akhirnya didelete setelah kujapri
besoknya aka hari ini juga cukup sensi aku :")
masya Allah, hebat banget ya Allah


eh ini lampiran
senin kemarin, setelah aku sempat ga enak badan sampai pulang telat banget karena lemes bahkan buat pulang pun (pas itu juga gabawa motor karena tak bisa menyala)
dan ketika pertanyaan tentang kecewa masih ditanyakan


#journaling 

Thaha 31-35

اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ ۙ
usydud bihī azrī
teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,
وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ ۙ
wa asyrik-hu fī amrī
dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا ۙ
kai nusabbiḥaka kaṡīrā
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا ۗ
wa nażkuraka kaṡīrā
dan banyak mengingat-Mu,
اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا
innaka kunta binā baṣīrā
sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”

QS Thaha 31-35
*
tadi khilaf mainan instagram, masuk-masuk ke akun orang, sampai menemukan potongan doa ini yang menjadi kepsyen di foto orang saat khidmat (sepertinya) pasca akad di sini

da akunya mah dak kenal

Jumat, 01 Februari 2019

"Dan jawaban hari ini, adalah salah satu bentuk penjagaannya Allah buat kamu...."

-webseries hijabalila edisi terakhir