Sabtu, 08 Oktober 2011

Komunikasi

Ilmu Komunikasi ::: ya, gue disaranin buat ambil jurusan komunikasi
*ini beneran hasil tes, bukan mimpi kayak postingan gue sebelumnya

Selasa, 06 September 2011

Bimibingan Karir dan Mimpiku yang Unik

Baiklah, ini adalah tulisan tentang Bimbingan Karir-suatu program khusus kelas XII di MAN Insan Cendekia Serpong, dan mimpiku. Tapi perlu digaris bawahi bahwa mimpi yang dimaksud disini bukanlah mimpi yang bermakna cita-cita, melainkan mimpi yang UNIK dalam tidurku, bahkan aku pun ingin tertawa ketika mengingatnya.
Pertama, aku akan cerita tentang bimbingan karir dulu. Bimbingan Karir merupakan program tahunan yang pasti ada buat kelas XII di MAN Insan Cendekia Serpong. Kegiatan ini selalu dimotori oleh guru BK IC yang sangat keren : Bu Rini Kristiani. Sebagai awal, kami, siswa kelas XII mengikuti serangkaian tes psikologi selama 2 hari, yang disebut Tes Warid*kalo nggak salah, aku gak tau juga sih kepanjangannya apa. Di hari kedua, yang isinya wawancara sama psikolog, sebagian juga udah ada yang disaranin sebaiknya ambil jurusan apa.
Nah, Bu Rini ini kenalannya banyak. Tiap Sabtu rutin kita dikenalkan dengan universitas atau jurusan. Yang udah pernah kita temui : sosialisasi dari NTU (2 kali-yang dari mahasiswa sana, sama yang dari dosen dan ada juga profesornya dateng. Kali ini lebih dikenalkan pada salah satu jurusan : Material Science Engineering), sosialisasi NYUAD *New York Universitas of Abu Dhabi, sosialisasi dari Nuffic Neso tentang kuliah di Belanda, serta pengenalan jurusan Sosiologi dan Ilmu Politik. Kata Bu Rini, kalo Universitas di Indonesia biasanya rada akhiran, masih ntar-ntar dulu…

Nanti juga tanggal 15 Oktober bakal ada Career Day, di mana sekolah mengundang dosen dari UI, UGM, dan ITB, Anies Baswedan, dan Yohanes Surya. Oh ya, ada juga Pak Agus yang akan mensosialisasi tentang pentingnya hasil tes psikologi yang udah kita jalani. Orang tua siswa kelas XII juga diundang untuk turut serta hadir. 


soal-soal Tes Psikolog, sebenernya ada banyak banget (tes dari jam 7.00 sampe 15.00)
sosialisasi MSE -Material Science Engineering dari NTU, mereka dateng dari Singapura beneran~

sosialisasi kuliah di Belanda. Fotonya eye catching banget yah? Itu foto mahasiswa dari Indonesia yang begitu interest ketika salju mulai turun 



Oke, sekarang mengenai mimpiku.
Suatu ketika aku mimpi bahwa hasil dari tes psikologi itu sudah keluar ketika liburan Idul Fitri ini. Dan hasilnya di email ke masing-masing email siswa. Kebetulan waktu itu aku mengecek email dan segera membuka email tersebut. Ada dua file attachement. Yang satu file excel berupa tabel nama siswa seangkatan, tanggal lahir, nama ayah dan ibu, suka di bidang…, berbakat di bidang…, serta sebaiknya jadi apa *anehnya bukan berisi sebaiknya masuk jurusan apa. Mungkin maksudnya dengan saran profesi kita bisa menentukan sendiri jurusan apa yang harus diambil agar saran profesi itu bisa terwujud, tapi ternyata ada juga yang isinya tentang jurusan –emang aneh, yah…namanya juga mimpi….
File yang satunya berjudul Pilihan-Pilihan, berupa file format pdf yang kalau tidak salah isinya semacam modul mengenai memilih jurusan.

Kemudian aku mendownload kedua attachment tersebut.

Selasai download, file berformat excel kubuka lebih dulu. Apa ya, hasil Tes Psikologi waktu itu? Sebaiknya aku masuk jurusan apa?

Ketika aku membuka, daftar namanya memang nama seangkatan, tapi memang aneh-dengan ditambahi kata sapaan semacam nona atau apalah di depan nama, sehingga aku awalnya kesulitan untuk menemui namaku karena awalnya aku menyangka itu tak urut absen. Akhirnya setelah dua kali menekuni list tersebut, aku dapat menemui namaku.
Dan, taraaaaa…. Betapa kagetnya aku ketia menemui bahwa ujung-ujungnya aku sebaiknya jadi seorang IBU. Maksudku, di antara semua teman yang isinya saran mengenai profesi atau jurusan, hanya aku yang disarankan untuk menjadi IBU. Dan tulisannya kalau tidak salah ingat adalah Ibu yang Baik.
Lha?

Terus entah bagaimana di mimpi itu aku sudah memegang daftar itu dalam bentuk selebaran brosur bukan lagi format excel dalam komputer. Entahlah tiba-tiba ada dari mana…

Aku lihat,
Maryam Zakiyyah : suka di bidang nasionalisme, sebaiknya jadi orang dibidang kebangsaan (Kalau anda bingung, saya juga bingung sebenarnya, itulah yang saya baca dalam mimpi saya)

Muhammad Salman Al Farisi : suka di bidang teknik pengintegralan. Sebaiknya mengambil jurusan Teknik Matematika.

Rasyid Indra Pratama : juga sama kayak salman tulisannya juga gitu di daftar.

Kamilah Aisyi : suka di bidang desain. Sebaiknya jadi Desainer.

Terus yang kuingat, absen pertama deh pokoknya, disarankan untuk mengambil Psikologi UGM. Tapi kayaknya itu bukan Achmad Nawawi ataupun Amalia Firza Mahmud *absen pertama cewek Gycentium
Yah, seingatku memang hanya mereka yang kubaca *akan perlu waktu lama, lho untuk menelusurinya satu-satu.

Tapi aku :
Suka di bidang                 :krisis moneter.
Berbakat di bidang           : (lupa, pokoknya kata-katanya mengacu pada bakat di bidangmenghitung & membagi uang keluarga untuk prioritas gitu deh)
Sebaiknya menjadi            : (ya udah kubilang tadi) Ibu yang Baik (sebenernya kata katanya agak panjang, baik dan apa…gitu, tapi lupa)

Aku telusuri brosur itu berulang-ulang untuk mencari teman senasib. Tapi nihil. Nggak ada. Emang aku doang yang disaranin jadi Ibu, bukan profesi lain. Terus yang lucu juga waktu aku tunjukin brosur itu ke Abi.
 Abi bilang, “ Oh, berarti kamu sukanya menata meja makan. Kamu kuliah di Akademi Ke-Ibuan aja.”

(haaaa? Emang ada?)
Kemudian aku pun terbangun. Mengingatnya jadi ingin tertawa 
Yah, namanya juga mimpi… Tapi semoga aja kelak nanti beneran bisa jadi Ibu yang baik . Amiiiin…

Jumat, 02 September 2011

Rhinitis~

hari ini. kambuh lagi.

i hope it will be better quickly.
Amin.

Selasa, 30 Agustus 2011

Urgensi Idul Fitri

Malam ini malam Idul Fitri. Masjid dekat rumah sudah mengumandangkan takbir sejak ba’da Maghrib tadi. Suara petasan terdengar dari kejauhan. Televisi mengiklnkan berbagai program spesial lebaran. Telepon genggam terus berbunyi pertanda sms masuk. SMS yang masuk pun tak biasa. Berisi kata-kata indah, bersajak rima, ajakan untuk merenungi akhir ramadhan, ada pula yang isinya lucu. Semuanya berisi ucapan minta maaf dan selamat lebaran. Tak jarang orang yang berbeda mengirim isi yang sama. Copy-paste. Meski ada juga yang lebih suka mengirimi sms dengan gayanya sendiri-mengatakan bahwa, “karena saya tidak suka co-pas, jadi langsung saja saya ingin….bla-bla-bla.

Khas Idul Fitri. Khas Idul Fitri di Indonesia.

Aku terdiam, sejenak merenungi. Apa urgensi Idul Fitri bagi kita?

Satu bulan sudah kita berpuasa. Menempa diri di bulan yang Allah sungguh janjikan keberlipatan ganda pahala di dalamnya. Sebulan menahan diri. Tapi, sungguhkah di mata Allah kita benar-benar menahan diri? Sudahkah kita benar-benar maksimal dalam menjalankan bulan suci ini?

Sungguh takut rasanya bahwa sebulan yang baru saja kita lalui itu tak punya nilai yang bermakna di mata Allah. Takut akan terselipnya rasa sombong di antara amal-amal kita, sehingga terhalang catatan baiknya. Sungguh sedih pula ketika menyadari bahwa Ramadhan yang baru saja berlalu telah dilalui dengan tidak maksimal. Usaha yang kurang untuk meraih pahala-Nya. Padahal, Allah telah begitu baiknya memberikan pahala berlipat ganda. Maka kini, ketika ia pergi, bagaimana perasaan kita?

Jujur, aku sedih melepas kepergian Ramadhan. Menyadari bahwa betapa sangat kurang maksimalnya aku berusaha meraih pahala yang dijanjikannya. Menyadari bahwa momen penting ini telah aku lewatkan tanpa ada sesuatu yang dapat aku banggakan di hadapan Allah kelak.

*Ya Allah, maafkan aku. Maafkan aku yang tak pandai bersyukur atas karunia Bulan yang penuh janji-Mu ini. Maafkan aku atas ketidakmaksimalan aku pada Ramadhan ini.

Sekarang, Idul Fitri telah nampak di depan mata. Maka urgensinya adalah bagaimana kita dapat 
mempertahankan segala pencapaian yang telah diusahakan ketika Ramadhan-bahkan sekaligus meningkatkannya. Bagaimana kita menunjukkan diri kita yang bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, setelah melewati training selama satu bulan pada Ramadhan. Sejatinya, semangat Ramadhanlah yang harus kita jaga untuk seterusnya. Itulah tantangan yang harus kita hadapi ketika Ramadhan berakhir.

Maka aku pun sering heran. Banyak orang yang senang ketika Ramadhan berakhir. Lantas, senang karena apa? Pernah ada seseorang yang menanyakan hal ini padaku. Senang karena esok tidak puasa lagi atau senang dengan momennya? Saat itu, kujawab iseng saja, mungkin mereka senang dengan diskonnya. Hm, entahlah.

Selamat Idul Fitri 1432H semuanya,
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya
Menjadi orang-orang yang dapat mempertahankan segala pencapaian kita selama Ramadhan, bahkan meningkatkannya
Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun berikutnya
Taqabalallahu minna wa minkum, Taqabbal ya kariim
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon maaf lahir dan Batin

Adikku Fatih

Pas lagi pada nonton sidang Itsbat di TVOne, adeku Fatih malah ngobrol sama Kecoa

eh tapi dia memang adik yang aktif, lihat deh
Konser ala Fatih *ade gue hobi banget nyanyi lo~

tuh kan, kalo yang ini hobi banget manjat manjat