Bogor-Jogja

Rabu, 17 Juni 2015

Tiba-tiba saja, saya jadi merasa jarak Bogor-Jogja sangatlah jauh setelah tau teman saya yang sakit pulang ke kota asalnya-setelah kemarin ada yang pulang juga karena sakitnya. Sakit jauh dari rumah itu nggak enak, walau di sini juga saya sebut rumah, dan walaupun bagaimanapun juga sakit tetap saja nggak enak. Yang bikin sakit sekarang makin nggak enak adalah waktunya yang juga bertepatan dengan tiga hal : UAS, Ramadhan, dan persiapan KKN-ah iya yang itu juga : the most 'mengerikan' saat ini buat saya. Saya mencicil sakit ini sejak Jumat dan masih belum pulih sepenuhnya hingga hari ini. Tiga hari belakangan cek lab berturut-turut setelah Jumat Sabtu Minggu mati gaya kebosanan hanya berdiam diri atas nama istirahat. Mulut saya pahit dan perut saya seolah tidak butuh makan. Saya diceramahin ini itu sama ibu dan saya makin pengen denger ceramah itu langsung, tidak lewat gadget.

Baiklah, maaf meramaikan dashboardmu hanya dengan cerita keluh-mengeluh. Saya kan sudah bilang di atas : writing like no one watching. Selamat menikmati keberkahan Ramadhan :"") Bahagialah kalau kau menjemputnya tanpa keadaan sakit. Karena kondisi kayak gini sungguh tidak enak sekali.

amunisi dari kakak Zahra Yuniarti



adik saya wisuda Ahad kemarin, siapa coba yang nggak pengen dateng?
wajah lucu mana lagi yang bisa kamu dustakan? 
adik ini kalau ditelefon kerjanya tanya : mbak Fitri kapan pulang?

5 komentar:

  1. Fitriii :'(
    Syafakillah ya fiiit .. semoga sakitnya jadi penggugur dosa fitri :')

    BalasHapus
  2. terus fit, ini dr kuliah ttg rasa sakit /nyeri sama dr.yudi, dosenku.


    Jadi, ternyata, dalam sistem syaraf yang menghasilkan rasa nyeri (pain) ada suatu sistem namanya descendan modulasi. Descendan modulasi ini yang akan mengurangi amplifikasi rasa sakit di sumsum tulang belakang (setiap rangsangan sensoris yg diterima oleh tubuh akan diamplifikasi berkali2 lipat sblm masuk otak, supaya cukup utk dibaca dan diterjemahkan di otak). Nah, dengan adanya descendan modulasi ini, rasa sakit yg kalo diukur dgn skala 1-10 itu nilainya 8 misalnya, bs jadi 7,6,5 atau di bwhnya.

    Descendan modulasi ini terdiri atas hormon2 yg diproduksi saat kita termotivasi atau saat sedang bahagia, misalnya hormon2 serotonin, endorphin, dopamine dkk. Itulah mengapa Coklat yg juga bisa meningkatkan hormon2 ini (lupa hormon yg mana tepatnya) juga bisa digunakan sbg descendan modulasi atau pengurang rasa sakit, termasuk stress. Dan poin nya adalah selama kita bisa membuat diri kita bahagia, rasa sakit kayak apa juga bisa berkurang jauuuh berkali2 lipat :). Kalo sedang nggak bahagia, hormon2 bahagia pun akan berkurang, maka sistem descendan modulasi ini fungsinya bakal menurun. Itulah mengapa kalo lagi sedih, stress, ruwet, sakit dikit juga akan berasa berkali-kali lipat rasa sakitnya.

    jadi, selamat berbahagia fitri :')

    BalasHapus
  3. fitrriii cepet sembuuuuuhhh :***

    BalasHapus
  4. fitri gimana kabarnya sekarang? syafakillah <3 *duh maaf telat

    BalasHapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS