Kamis, 18 Desember 2025

Kehidupan

Pada momen-momen tertentu, aku menyedihkan posisiku yang banyak mau dan banyak yang harus dikerjain tapi juga sangat banyak kendala mengerjakannya. Domestik, membersamai bocil. I never regret, but how to adapt with these all is very challenging for me. 

Kehidupan berjalan. Kalau mau membandingkan, perasaan tertekanku sangat berkali lipat mengetahui aku harus ujian bahasa Inggris lagi dengan skor yang diminta lebih jauh. Lalu, perasaan on off ketika melihat teman-teman yang sudah shifting mengurusi transisi studinya. Tahu setiap orang punya linimasanya, tapi tahu juga kadang aku berandai ada di posisi mereka. Merasa iri dengan teman-teman yang masih sendiri; terlihat mudah urus sana-sini, atau pada yang sudah berkeluarga tapi belum ada anak. Bukan berarti aku tidak mensyukuri keadaan sekarang. Super yakin aku bahwa banyak hal yang ada saat ini merupakan banyak jalan yang dibukakan karena adanya pasangan, karena adanya K juga. Biar bagaimanapun, biar masih sering menebak-nebak maunya Tuhan, dan sering bertanya apa maksud semua ini. Aku tahu, aku bertumbuh, meski sakit dan babak belur. 

I have told you before. Being mom is hard. Being mom who learn something seriously is harder. I want to maximize my time with my daughter while I also have to study really, really hard. How to manage time when you feel you have to understand your child endlessly. Petang ini aku merasa sangat zero energy. Aku sangat lapar, tapi kesulitan makan karena masih harus ini itu. Harus meninggalkan pitilan kangkung yang berantakan, juga belanjaan buah yang masih diam di tempat. Anakku merengek. Terlampau lelah dan mengantuk, tapi masih mau baca buku, dan baru saja berhasil dibujuk mandi. Jujur, aku kesal bukan kepalang. Perutku yang perih memendekkan sumbu sabar. Alhamdulillah, aku bertahan. Makan hal yang nyaris sama dari pagi, alhamdulillah tak mengapa. Aku suka. Masih banyak yang tak bisa makan. 

Beda kutub, beda perjuangan. Tetiba saja Allah tunjukkan keluarga di Aceh yang mengais tanah endapan banjir untuk mengeluarkan lemarinya. Berat perjuangannya. Hari ke-21 pasca banjir yang sudah diikhlaskan. Mencicil satu demi satu barang yang bisa diselamatkan dengan menggali tanah terlebih dahulu. Sudah tak mampu berharap pada negara. Apa yang bisa diusahakan, mari lakukan bersama, mungkin itu prinsip keluarga kecil dengan satu anak kecil itu. 

Manusia tempatnya salah dan lupa. Tempat keluh kesah mudah menguar ketika ada juga yang mudah membagi kesenangan hidup. Aku melihat hidupku ke belakang. Penuh perjuangan yang mungkin masih banyak alhamdulillahnya. Penuh evaluasi yang seharusnya bisa diusahakan untuk mengurangi gejala-gejala masalah sehari-hari. Ah Allah, terima kasih telah menguatkan, sejauh ini. Terima kasih telah mendekap hamba yang compang-camping ini. 

Kadang, atau sering, aku bertanya apa maunya Allah ya dengan semua ini? Kejutan dengan ketakutan. Harapan dengan konsekuensi overthinkingnya. Belum menghitung hari-hari yang terasa berat dengan fulltime, atau kusebut overtime worker dengan jam perjalanan hilmy. Wah parah sih, babak belurnya kerasa banget. Kehidupan yang tidak ideal, tapi tetap harus bertahan. Sejauh ini, ketidakidealan ini yang diperjuangkan 1,5 tahun sebelum lebaran kemarin, meski kita tahu kalau bukan jawaban ini yang benar-benar diinginkan dalam anggapan versi ideal seperti sebelumnya. 

Ini belum mencakup perasaan-perasaan tertinggal di circle penulis. Buku-buku baru, kontrak-kontrak baru, kelas-kelas yang ingin sekali kuikuti tapi aku harus paham prioritas. Aih, segini. amanah yang kuambil saja sering kupertanyakan pada diriku sendiri, huhu. Akan ada waktunya, begitu ya Allah? *merengek huhu

Banyak yang harus disyukuri, tentu saja. Banyak yang harus minta Allah untuk dikuatkan, ditemani, dipeluk, diberkahin. Kadang aku yakin gak yakin dengan usaha yang aku lakukan. Tapi, aku punya Allah, kan? *cry. Aku pun kadang merasa tidak percaya diri. Khawatir dengan banyak hal di depan. Ovt dengan apa kata orang kalau aku memutuskan ini dan itu, terutama terkait lebaran. Entah nanti bagaimana, dijalani saja, sambil minta Allah terus temenin. 

Hari yang berat,
sungguh.



Jumat, 12 Desember 2025

Tidak Apa-Apa

Sebuah chat pagi yang bikin nangis aku, dari Kak Dyna Fitria

 "Semoga kita bisa terus merasakan dan menjaga kasih sayang Allah lebih dari menjaga apapun ๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ’ž"


kalaupun apa yang sedang dilakukan ternyata tidak berhasil... 

deadlinenya tidak terselesaikan..

hasilnya tidak seperti yang diharapkan.. 

(setelah mengoptimalkan semua)

Tidak apa2 juga, karena "masih menjadi hamba yang dicintai oleh Rabb yang punya semesta saja bukannya sudah lebih2 dari cukup?"


[Asinan Buah Kiamboy]

Sekitar beberapa pekan yang lalu, sy sempat penasaran pengen nyobain asinan kiamboy. Bukan pengen yang gimana2 banget sebenarnya, cuma penasaran mau tau kayak gimana rasanya asinan tsb.


Keinginan untuk makan asinan kiamboy, tidak saya ceritakan pada siapapun.


Dan sangat tidak disangka2.. pada suatu malam tiba2 suami pulang kerja, dan bawa asinan buah kiamboy!


Wah, bisa pas banget. 

Ternyata sedang ada tmn 1 kantor suami yang lagi nyoba bikin asinan kiamboy buat jualan.. masyaAllah.


Bukan hanya tidak menyangka kalau keinginan sederhana untuk nyobain asinan buah kiamboy terkabul, tapi Allah benar2 menghadirkan asinan kiamboy di waktu yang sangat tepat.

Karena hari-hari itu adalah hari dimana sy sedang padat2nya menyiapkan monev.

Hari-hari yang sungguh padat mengejar target pekerjaan 3 bulan untuk dilakukan hanya dalam waktu kurang dari 1 pekan.

Sambil mengurus bayi, mendampingi anak2 belajar dan menghandle pekerjaan rumah. Terkadang sampai bikin sy bingung mau ngapain dulu. Sama sekali sudah terpikir keinginan diri sendiri.. apalagi ingin makan asinan kiamboy.

Tapi ternyata Allah se notice itu.

Keinginan sepintas dan sereceh, yang ada di dalam hati hamba2Nya. Bahkan ada dalam pengetahuan, pengaturan dan kehendakNya :"

Malam itu, Allah melalui perantara asinan kiamboy membuat sy belajar..

(1) _Membangun kepekaan, bahwa sebagai hamba, kita dicintai_

Di tengah berbagai kesibukan, suka muncul keraguan terhadap diri sendiri (atau ga sadar meragukan kuasa Allah?)

"Ya Allah ini sy bisa ga ya ngerjainnya?" "waktunya akan keburu gak ya?"

Lupa..kalau terkadang yang diperlukan hati adalah belajar untuk lebih peka, bahwa "kita sebagai hamba dicintai, bahkan dalam hal-hal yang paling sederhana"

di tengah2 target yang diberikan dari UI untuk monev yang sudah di depan mata dan banyak yang belum selesai..

Tiba2 saja ada asinan kiamboy. Malam itu, sambil menikmati buah asinan, jadi merenung sejenak..

kalaupun apa yang sedang dilakukan ternyata tidak berhasil... 

deadlinenya tidak terselesaikan..

hasilnya tidak seperti yang diharapkan.. 

(setelah mengoptimalkan semua)

Tidak apa2 juga, karena "masih menjadi hamba yang dicintai oleh Rabb yang punya semesta saja bukannya sudah lebih2 dari cukup?"


2) _Terus menjaga hal niat baik, do'a baik, dan niat baik yang ada di dalam hati.._


Allah selalu melihat, bahkan apa2 yang tersimpan di dalam dada.


Sereceh keinginan di dalam hati untuk mencicipi asinan yang tiba2 terkabul, membuat sy kembali mengoreksi hati. Apakah isinya benar2 hal yang baik2, menjaga harapan2 yang baik 


Realita yang masih jauh dari harapan suka menjatuhkan dan membuat pesimis.. 


Kemerdekaan Palestina? Indonesia yang dipimpin orang2 yang amanah? 

Hafal Al-Qur'an 30 juz?..rasanya masih jauh.. Begitupun harapan tentang menjadi hamba Allah dan muslim yang baik, orang tua yang mendidik anak sholeh sholehah dst..


rasanya jauh panggang daripada api.

Tapi kalau Allah berkendak, dan Allah kabulkan?


meskipun sulit, jauh dan terlihat mustahil, tetap simpan keinginan yang baik2 tsb di dalam hati, karena Allah bisa saja mengabulkan dengan caraNya.. yang kadang tidak terduga2.


Begitupun, seharusnya berhati2 dengan hal2 buruk, bahkan hanya di dalam hati..


_"...Jangan sekali2 engkau berjalan, kecuali dengan niat, jangan pula sama sekali engkau makan satu suapan, kecuali dengan *niat"*_

- Ibnul Qayyim Al Jauziah


3) _Jarak antara kesulitan dengan RahmatNya, kadang lebih tipis dari kulit buah yang kita gigit.._


PertolonganNya selalu datang dari arah yang tidak disangka2, melalui perantara hamba2Nya..


Dengan waktu yang singkat dan mustahil bisa selesai semua, saya pikir awalnya tidak selesai. Sama sekali tidak menyangka begitu banyak pertolongan Allah dan keajaiban yang tiba2 hadir..


Alat retort yang tadinya harus PO selama 1 bulan dan ada yang jual langsung tapi pengiriman pun rata2 jauh dari luar jawa. Tiba2 saja nemu 1 orang yang jual alatnya di OLX. Bukan hanya menjual alat retortnya, tapi penjualnya bilang "sy ajarin mba, sampai berhasil", diberikannya semua materi ttg retort yang dipelajari langsung dari malaysia secara cuma2.. 


Dapat 1 orang tim pengganti yang langsung tek tokan buat produksi bareng.. untuk pertama kalinya masak berdua sampai setengah 12 malam selama 3 hari berturut-turut.


Bantuan dari orang2 di sekitar yang begitu tulus dan supportif.. mulai dari suami, anak2, mba tukang sayur yang bantu belanja, teteh di rumah yang bantu2, mereka yang benar2 tuluuus dan selalu adem banget sikapnya dalam membantu :"


Belum selesai bikin PT Perorangan, tiba2 lagi ngantri nunggu buat ttd pks lisesnsi, ada teman dari start up lain yang nawarin bantuin bikinin dan minjamin laptopnya.. Alhamdulillah langsung jadi saat itu juga sambil nunggu antrian.


Ngurus NPWP dan rekening bank yang Alhamdulillah dimudahkan hanya setengah hari selesai sambil bawa2 bayi..


Lagi nyari ahli gizi dan orang yang paham teknologi pangan, tiba2 aja keisengan untuk share story ig produk lauk.in di reply oleh kakak kelas yang kebetulan alumni FKM, dan akhirnya nanya2 tentang ahli gizi dan ahli teknologi pangan.. beliau langsung nyariin koneksi2 kenalan beliau yang bisa langsung dihubungin buat konsultasi.. dalam waktu monev yabg tinggal 2 hari


Percobaan retort produk pertama lauk.in langsung dipesan salah seorang kenalan pemilik travel haji & umrog yang mau perjalanan ke china dan juga ada salah seorang teman kenalan jauh yang padahal sudah lama sekali tidak kontak2an, mau pesan untuk dibawa kakaknya berangkat umroh. Padahal awalnya tidak berani janji apa2, karena memang waktunya mepet dan karena retort pertama ada khawatir gagal, produk menggembung dan basi. Tapi ternyata pas banget H-1 keberangkatan ke china produk retortnya selesai, langsung dibawa. Dimakan hari ketiga, aman dan testimoninya rasanya enaak :"๐Ÿ˜ Alhamdulillah..


Hingga proses menyusun laporan dan slide PPT di akhir2 sisa tenaga dalam kondisi sudah demam, Alhamdulillah Allah mudahkan untuk menyelesaikan laporan keuangan hingga tuntas dan membuat desain slide dari awal hingga selesai.


Allah... baik banget :""๐Ÿ˜ญ 


Alhamdulillah, dengan izin Allah, semuanya selesai.

Laa haula walaa quwwata illa billah.. 


Dalam setiap perjuangan, kelelahan, dan keterbatasan, belajar lagi menjadi hamba, merasakan daya upaya sebagai seorang manusia yang terbatas, tapi Allah Maha Baik, lagi Berkehendak..

.

.

.

Apa yang telah terjadi, adalah takdir Allah, dan takdir Allah selalu berjalan beriringan dengan hikmahNya ๐Ÿค

Jika asinan kiamboy saja Allah urus, 

_Maka, nikmat Allah manakah yang kau Dustakan?_


____

"Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah. Maka, bagaimana kamu dapat dipalingkan?"

QS. Al-An'aam: 95