Sabtu, 20 Februari 2016

::Sajak Februari :")

::Sedang suka puisi Sajak Februari karya Helvy Tiana Rosa. Penasaran? Silakan cari *lagi nggak mau copas, pengennya foto bukunya aja. Tapi sayang belum punya dan atau dapet pinjeman ๐Ÿ˜*

Main, Bukan Membelikan Mainan

Dalam suatu taaruf, ada pertanyaan, "Apa pangdangan kamu tentang pendidikan anak ?"
Kemudian perempuannya menjawab, "Saya ingin jika kamu jadi suami saya, kamu main sama anak-anak. Main, bukan membelikan mainan. Terutama di 10 tahun pertama."


#KelasLeadership 
Ust Fadli Reza
Asrama Nakula, 5 Februari 2016

Rabu, 17 Februari 2016

Toga

Halo, lama sekali rasanya tidak menulis (iyakah?). Semalam mudah sekali mengantuk rasanya ketika sedang belajar bahasa.

Pagi ini harusnya kami latihan di amphiteather, tapi apadaya, sulit sekali menyamakan jadwal hingga pagi ini pula mendadak ditunda. Baiklah, semoga waktunya bisa saya manfaatkan ke yang lebih wajib (baca : skripsi *hahaha apakah ini kataa kotor :P).

Sepagi ini melintasi GSP ketika bahkan para wisudawan masih beridir di luar, jalanan masih macet dan padat, dan so on.

Melihat orang berbondong-bondong pakai toga rasanya kepengen, iya kan? Toga menurut saya adalah pakaian yang sangat diinginkan oleh mayoritas mahasiswa. Saya bilang mayoritas karena ada saja yang sudah wisda tidak mengambil ijazah, bahkan tidak datang wisuda. Terlepas dari itu semua, pikiran saya jadi mengawang-awang ke banyak hal.

Kemarin saya membayangkan, orang-orang yang hari ini akan wisuda, barangkali suka sekali mematuut-matut diri depan cermin, membayangkan pantas tidak atauu sekadar untuk persiapan foto bersama teman-teman pasca pengambilan toga untuk persiapan wisda. Saya jga jadi terbayang gladi wisuda jaman SMA, datang ke GSG *mirip kan namanya ama GSP :P* berbaris rapi dan disambut bendera merah putih serta bendera IC, datang dan duduk di kursi yang menentukan urutan kursi mananya pun lama sekali, pakai bagaimana nanti susunan di panggung dengan tinggi yang dilihat dari tinggi masing-masing+tinggi hak sepatu yang dipakai saat wisuda. Rempong emang, tapi feel latihan itu sesuatu sekali. Dulu, rasa sedih akan mendekati perpisahannya saya rasa lebih besar daripada perasaan yey aku lulus (S)MAN nya kayanya.

Wisuda juga bikin saya ingat sama dua lagu yang ngga bisa lepas dari wisuda jaman IC  lagu selamat datang pahlawan muda sama Gaudeamus Igitur. Pas temen saya anak choir latian lagu ini, saya yang ngga paham merasa aneh, ini lagu apaan kenapa bahasanya asing banget. Tapi katanya ini lagu khas wisuda. Baiklah, saya paham. Pas ngerasain sendiri wisuda, 2 lagu itu malah kebayang-bayang ampe sekarang hihi :) klo mau denger Gaudeamus Igitur kayak apa bisa liat dimari dan ini ada juga yang jelasin maknanya.

Saya pikir, memakai toga seolah serasa hars tahu besok harus ngapain, usai toga itu dilepas dan kembali pada realita. Kita hidup di realita, rite? Toga cuma pemanis hidup sementara *sama kayak liburan dan perasaan harus kembali ke dunia kampus*. Ah, semenjak sia 20 ini dipijak, sebagaimana hasil ngobrol bareng Maryam, hidup jadi terlihat tidak sederhana.

Saya pribadi melihat kakak-kakak itu bertoga pun jadi ingin cepat-cepat kelar skripsinya. Walau tidak langsung disambung wisuda, misalnya, setidaknya itu membuat tenang bukan? Males banget deh apa-apa ditanya, skripsinya sampai mana, hahaha.

Ima, teman saya anak Hukum pernah bilaang, wisuda itu senengnya hari itu doang Fit kalau ngga punya rencana besok mau ngapain. Besoknya kamu bingung kalau ngga ada plan apa-apa. Belum lagi orang-orang yang susah muvon sama Jogja ya. Kota ini berhasil membuat anda jatuh hati sih, hahaha. Sama kotanya apa sama isinya apa sama orangnya #eh #takutadayangkesindir.

Mau ngapain abis wisuda Fit?
Saya juga kadang terlintas sama pertanyaan ini. Terus suatu ketika pas lagi mikir, saya dihantui oleh siratan pertanyaan lainnya yang sarkas : emang kapan wisuda Fit? terus saya jadi takut hiks :*

Baiklah, segera saja saya sudahi tulisan ini biar bisa segera menapaki langkah yang lebih konkrit menuju ke sana #marirevisiproposal. Mohon doa supaya Allah menguatkan saya menyelesaikan skripsi-belajar koding-juga daat pendadaran. Kata Ummi berdoa biar diberi kekuatan melewatinya, bukan dimudahkan jalannya. Kalo kuat kelak bisa atasi banyak hal *kalo doa dua-duanya boleh nggak ya?

See ya <3 :)

-perpusat lantai 4,
karena tidak jadi latihan

Kamis, 11 Februari 2016

FLP Februari Ini

kalau hidup harus ada pemicu, adrenalin, tantangan, ada yang dimaenin, ada yang diurusin, ada yang diopeni, barangkali bulan-bulan ini adalah satu itu  : Forum Lingkar Pena Yogyakarta. Nggak paham lagi kalo sampe ketemu orang yang sama lima hari berturut-turut. ngitung uang yang sama hampir setiap hari, bahkan bisa ikut ketawa atas hal yang nggak aku ngerti :")

semangat yosh!
semangat miladnasional19FLP
semangat forumteaterFLP
semangat bendaharaeverythinginFLP
semaangat urusin data ke pusat
eh iya masi ada buletintinta
EH IYA BANGET MASIH ADA SKRIPSI :"") *danbimbinganjam11inih

Semangat menjadi penulis yang mencrahkan umat Fit :)
Aamiin^_^

Rabu, 10 Februari 2016

Make Up Karakter

hari ini belajar kosakata baru : make up karakter. nggak sabar pengen belajar teeater dan segala tetek bengeknya *coba diingat lagi fitri kosakata skripsi, iya s-k-r-i-p-s-i*. ya meskipun nggak punya modal such as makeup-makeup yang tadi disebutin uni *nggakmaunyebutsoalnyayangnggadiunyasemuanyabanyak:P*. kata uni, make up karakter lebih mahal belajarnya daripada belajar make up cantik. make up cantik belajarnya ngabisin 1,5. klau make up karakter sampe 2,5. make up karakter bisa membuat tokoh-tokohdalam pertunjukan berwajah tua, bahkan juga berwajah sebagaimana singa maupun buaya *susahbayanginya*

Uni bilang, uni mau ngajarin kami buat persiapan Forum Teater waktu penampilan milad besok.

Saya jadi kepikiran, wah, bahkan buat karakter bohongan saja, biayanya mahal ya? Dan dalam kenyataannya juga begitu bukan? Bukankah karakter seseorang harganya lebih mahal daripada penampilannya?

*edisi flp, bersambung sampai posting selanjutnya ya ;)