Minggu, 30 Juni 2013

Mimpi

Akhir-akhir ini saya sering bermimpi. Alasannya? Entah kenapa saya juga nggak tahu. Bahkan sejauh ini saya bukan orang yang sering dihampiri mimpi sebagai bunga tidur. Bermacam hal. Tentang seorang laki-laki dan ibunya. Tentang pertemuan-pertemuan lainnya. Tentang kakak kecil yang tiba-tiba mengisi kajian. Tentang banyak hal. Juga perbincangan yang saya harap suatu hari nanti bisa jadi nyata. Lagi-lagi harapan. Mimpi kadang representasi visual yang baik tentang harapan. Meskipun kemungkinannya tentu sama besar dengan representasi visual terburuk yang pernah membayang.

Beberapa mimpi dapat saya mengerti, lainnya tidak. Tapi saya rasa bermimpi secara berturut-turut nyaris setiap malam baru kali ini terjadi. Saya heran, ada apa gerangan. Entahlah, mungkin saja memang sebenarnya tidak ada apa-apa. Tidak ada yang berubah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semoga :)

Ja(t)uh



"...karena di dunia ini yang berhak jatuh hanyalah hati..."

sebenarnya, baru Sabtu kemarin saya dikenalkan dengan buku ini, Mbak RJ tunjukkan bukunya tiba-tiba. Mirip-mirip dengan Fahd Djibran. Isinya kumpulan tulisan, prosa, puisi, cerpen. Dan lagi, tentang hati.
Mungkin saya termasuk orang yang suka berbicara tentang hati --ketimbang berbicara tentang politik dan nonfiksi. Parah? Mungkin. Passion? Ya mungkin juga. Setiap kita punya kecenderungan masing-masing. Walau ini artinya saya seharusnya memberi porsi belajar dan perhatian lebih terhadap hal-hal yang tidak saya sukai apalagi keduanya penting.

Sampai sekarang...saya belum baca buku ini *tapi pengen. Kemarin Mbak RJ cuma nunjukin aja kalau lagi baca buku ini. Hati banget. Galau banget. Bagus banget juga diksinya. Silakan kunjungi situsnya untuk ditengok :)

*gambar dari sini

#COG

MOST OF THEM
ARE
BOYS
#huh -,-
bikin males deh -,-

Sabtu, 29 Juni 2013

Quotes dari Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin :")

"Sayang sekali, banyak sekali remaja yang salah mengerti terhadap nilai yang ada pada novel ini.... Bilang, Bang Tere, berarti kalau suka lebih baik bilang ya? Lebih baik disampaikan ya? 
Karena Tania tidak akan pernah menjadi siapapun kalau dia bilang di detik pertama dia merasakan perasaan itu sehingga dia memacu dirinya untuk menjadi pantas bagi malaikat itu"

-- 6 Juni 2013, Tere Liye, sharingnya terhadap Novel "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"

Kamis, 27 Juni 2013

Dikit Lagi

sabar fitriiiii sedikit lagiiii ><, praktikum udah kaan :)