Minggu, 29 September 2013

Mother -by Seamo


"Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen 
Boku wa nantoka yattemasu..."

Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay

Hi mam, Ibuku sayang.., Apa yang sedang kamu lakukan?
Maaf, akhir-akhir  ini aku tidak menghubungimu..
Aku ingin beri tahu, kalau kini aku baik-baik saja…”

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

Tubuhmu kecil dan begitu juga tanganmu
rambut putih dicampur hitam yang sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapapun
Aku ingin bilang kepada  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own

Meskipun aku tumbuh dengan tidak sabar  ketika aku dekat mu…
Ketika engkau jauh dari ku, aku merasa kesepian
Itu yang engkau lakukan untuk ku,
Engkau dapat menyelesaikan masalah  dengan menyelesaikannya
Dan engkau pemilik kesabaran yang luar biasa dan engkau adalah orang tertangguh yang aku kenal
Engkau akan selalu prihatin terhadap kesejahteraan ku sebelum dirimu sendiri

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today

Memasak, mencuci pakaian, membersihkan, membesarkan anak
Engkau bahkan bekerja selama waktu senggang
Engkau hanya akan membutuhkan hal-hal dari tempat terendah
Aku tidak mengerti meskipun saat itu begitu jelas
Barulah aku mulai hidup seorang diri dan kini aku mengerti
Setiap kali aku memikirkan berapa banyak yang telah engkau capai
Dan betapa sulitnya pasti, aku merasa seperti aku bisa mencoba melakukan sesuatu yg terbaik hari ini

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock

Aku akan mengatakan, "Bangunkan aku jam 07:00"
Dan engkau akan membangunkan aku tepat pada waktunya
Dan aku akan bersikap tidak adil kepada mu…
Dan mengucapkan “tutup mulut”, ketika aku masih setengah tertidur 
Ini rutin setiap hari
Tapi, Engkau tidak pernah melihatkan wajah lelahmu di hadapanku
Dan itulah yang membuat ku terbangun setiap hari
Lebih hangat dan lebih akurat daripada jam alarm

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
Futon kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”

Tapi kemudian suatu hari aku bolos sekolah dan berkata, "Aku tidak mau pergi"
Aku tidak akan meninggalkan kasur ku dan engkau berdiri di depanku
Engkau pergi untuk menyembunyikan wajahmu dan menutup wajahmu dengan kedua tanganmu dan engkau  menangis keras
Akupun merasa sangat sedih dan menangis
Pada waktu itu aku sangat menyesal dan aku bertanya-tanya , "Bagaimana mungkin aku bisa begitu bodoh?"

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu 
My Mother...

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

Tubuh kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ucapkan terima kasih untuk cintamu selama ini “cinta yang mendukung ku,”
ibu ku….

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...

I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…

Aku tau tidak ada lebih menyakitkan di dunia
Dari orang tua yang mengubur anak mereka
Jadi aku akan memastikan itu tidak pernah akan  terjadi
Bahkan jika aku hanya tinggal satu detik lebih lama dari mu
Aku akan memastikan itu ...

Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…

Aku senang  karena aku adalah  anak mu
Aku senang karena  kau adalah ibuku
yang tak akan pernah berubah
Dan Itu tidak akan pernah berubah untuk  selamanya
Karena aku adalah sesuatu yg sangat berharga bagi mu ...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai


Tubuh mu kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang kpd  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

"Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga..."

Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you

"Jadilah ibu ku untuk selamanya
Engkau masih memiliki satu pekerjaan yang tersisa untuk melakukannya
Dan itu adalah  untuk menerima cinta dan penghormatan dr anak mu..."


Uuuuu udah lama nggak ngeblog lagi u.u...
Jadi awalnya saya lagi searching tentang ibunda Imam Syafi'i sama Imam Malik, terus buka web ini, dan...kemudian saya interesting banget sama lagunya. Download video yang bawah (soalya yang atas kayaknya udah nggak ada gitu) dan ternyata itu video yang sama kayak training entah kapan (lupa beneran), dan...saya jadi searching lagunya :").

Tentang ibu, liriknya bagus. lagunya  semangat gitu. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan --pengkopian-- lirik sih lebih tepatnya. 


Disadur dari : sini dan sini dengan beberapa perubahan.

Sabtu, 21 September 2013

Insan Cendekia dan Saya

Malem ini, entah untuk keberapakalinya saya benar-benar merasa bahwa bagaimanapun juga temen-temen IC emang yang paling ngerti~

Hari ini sebenarnya saya lelah. Dua kali menempuh perjalanan (kaki) kos ke MU serta ngerasa semi kecewa sama temen itu rasanya bener-bener nggak enak banget. Jadi intinya saya udah ada janji sama temen, eh ternyata entah sayanya yang gak peka (coba husnuzon) atau gimana dia malah ngira malem ini nggak jadi. Rencananya batal. Padahal demi janji saya sama temen ini, saya sampai merelakan diri nggak ikut acara IAIC Jogja. Sedih emang, tapi mau gimana lagi? Selain udah janji duluan dan...aaaah, ya sudahah.

Sebelnya karena temen saya nggak ngabari dari awal. Saya udah siap-siao mau berangkat, sms nanya gak dibales. Baru dibales setelah saya kirim sms kedua dengan jawaban dia pergi sama temen kosnya (padahal ke acara yang sama). Saya sebenernya nggak kecewa, atau iya kecewa tapi sedikit. Saya lebih kecewa karena dia nggak ngabarin (padahal entah gimana saya yakin dia ngerti janjian malem ini). Saya lebih suka diberi kejelasan daripada di-php-in atau digantung.

Akhirnya saya ngerasa pasrah aja sama Allah. Acaranya nggak jadi, IAIC nggak dapet (karena acara IAIC jam 18.30 dan saya nggak punya kendaraan buat kesana, sementara saya tahu temen-temen yang lain udah berangkat dari tadi-tadi dan saya nggak mungkin minta mereka jemput).

Jadi, saya memutuskan buat membahagiakan diri sendiri dengan cara sendiri. Meski tahu itu cuma semu :"

Uuuuh tapi Allah selalu punya rencana baik. Dan kebaikannya itu lewat temen-temen IC. Entah apa yang bikin Tyani sms dan kemudian tanpa tanya-tanya Tyani sama Pipeh lewat sms mereka masing-masing bilang kalo Nikari jemput saya. Ya Allaaaah nikmatMu sungguh terasa lewat mereka.

Rasanya nggak ngerti lagi kenapa temen IC bener-bener baik dan sungguh mengerti. Saya speechless beneran. Pas dateng saya cuma bisa diem, mandangin temen-temen yang lagi makan. Lebay? Terserah deh. Tapi mungkin kamu juga ngerasa kayak gitu kalau jadi saya. Setelah sekian lama nggak ketemu sebanyak ini teman IC(dari bulan puasa; bahkan saya nggak ikutan bukber IAIC Jogja sama ulang tahun Gycen bareng Gycen Jogja), gimana saya nggak ngerasa terharu ngelihat mereka semua? Kalau bisa, pengen saya peluk satu-satu deh yang ceweknya :"

Kakak-kakak Nozo cowok yang begitu solid sampe sekarang. Kakak ilkom yang langsung dipanggil-panggil begitu saya dateng. Anak-anak Foranza Jogja, Kak Zaim dengan senyum ramahnya pas saya sama Nikari datang, Kakak-kakak Axivic, Gycen cowok yang rame sendiri di meja makannya, Gycen cewek yang anteng-anteng makan; yang selalu saya kangenin.

Uuuuuh, terharu banget rasanya ketemu mereka. Sepanjang cerita masa pendidikan saya, saya ngerasa kalau temen IC-khususnya Gycen- yang paling ngerti dan mau mengerti. Oke kita nggak bisa hidup dengan bergantung selalu pengen dimengerti orang. Tapi kalau saya bisa kasih penghargaan ke mereka rasanya pengen bangeeeet. Bener kata Nadia AV di chat fb kemarin, di IC saya bisa menjadi diri saya sendiri. Saya tahu di kampus setelah setahun ke belakang saya banyak menjadi diri yang sesekali diliputi kebohongan. Bukan bohong sama orang lain, tapi saya banyak bohong sama diri saya sendiri. Saya tahu banget itu :"

Jadiiiii, terima kasih IC. Terimakasih atas kehidupan di dalamnya serta ukhuwah yang terus bisa dijaga smapai detik ini. Terima kasih Gycen, atas segala pengertian yang pernah ada. Atas segala kebaikan yang kalian punya. Atas segala rasa cinta yang ada di antara kita. Saya sayang kalian, dan semoga Allah selalu menjaganya atas nama persaudaraan dengan ikatan ukhuwah dan iman :)

Teruuuus (yaampun masih belum berakhir, Fit?), karena hari ini bertepatan sama Milad Insan Cendekia, kami semua nyanyiin Mars IC kesayangan. Sebenernya nggak semua, soalnya saya tahu saya sendiri nggak nyanyi. Aaaaah bagaimana mungkin bisa ikut nyanyi? Sementara badan saya bergetar hebat entah mengapa. Hahaha lebay ya? Biarin aja lah, terserah menilainya gimana. Akhirnya saya cuma menikmati getar itu sambil menunduk, memejamkan mata, dan akhirnya....mengingat IC; dari bangunan sampai segala buncah rasanya.

Halo Insan Cendekia Serpong, apa kabarmu kini? Semoga terus baik-baik saja ya. Nggak kayak saya, hehehe. Makin besar, makin pintar, semoga selalu menjiwai lagu marsnya. Saya sayang banget sama kamu, sama temen-temen yang kamu didik. Dan sangat berterimakasih sama Allah yang telah memberikan kesempatan untuk pernah berada di dalamnya : pernah belajar banyak hal di sana (aaaah jadi inget chatting sama Arum kemarin, tentang bagaimana IC bisa mendidik kita dari sisi apa yang kami dapat secara tidak langsung). Terimakasih Allah :).
kue Milad IC ke-17; diupload di grup IAIC oleh Pak Away :)

btw, nanti kalo yang IAIC Jogja udah pada ngupload foto saya revisi nih postingannya :)

Berharap Pada Allah

"Kalau kita memang sudah nggak bisa berharap pada manusia, berharaplah pada Allah..."

ini nasehat lama, yang entah kenapa hari ini benar-benar terasa oleh saya. Susah ya berharap pada manusia, kita mudah kecewa karenanya...ya Allah...kuatkan, kuatkan...

Kamis, 19 September 2013

Repost Quotes

"Obligations in life are far greater than the time we have to complete them" (Sheikh Hasan al Banna)


dari blognya Mbak Nurra

Apa Kabar Hati?


uuuuh, apa kabar hati? apa kabar hati? apa kabar hati?




gambar dapet dari sini yang katanya ngambil dari sini bisa juga dilihat di sini