Kamis, 26 Februari 2026

Kehidupan

Kehidupan berjalan. Jujur saja, terkadang rasa bosan. Namun, lebih banyak overwhelmnya. Disyukuri saja. 

Sebagai ibu ibu yang rutinitasnya nggak jauh dari hal berulang, meski masih dikasih Allah banyak kegiatan selingan, kadang wondering juga. Entah apa saja. Lalu, meski suka merasa overwhelm, somehow pas ga ketiduran, ada rasa kayak bingung mau mulai yang mana. 

Belakangan, aku keingat memori memori yang menumbuhkanku. Tumbuh di sekolah asrama. Mencicip berbagai rasa. Melihat berbagai jenak pengalaman berbeda. Rasanya beberapa ingin kutuangkan menjadi cerita, agar abadi terekam masa. 

Jujur saja, somehow aku rindu banyak hal. Dulu mungkin merasa paling banyak masalah, atau paling berbunga, atau paling dikucilkan. Setelah dewasa, hal-hal demikian kadang dirindukan. Kelak, aku membayangkan anakku merasakan apa yang pernah kurasakan di masa sekolah dahulu. Ah, masa-masa yang menyenangkan, sesungguhnya. 

Menjadi dewasa dengan segal atanggung jawabnya. Menjadi dewasa yang kadang hidup rasa lama tak berbunga-bunga, atau tak mendapat kejutan, atau tak merencanakan surprise yang membahagiakan. Entah. 

Kadang-kadang rasanya asing. Tapi ketika teringat, tetiba ingin mengabadikannya jadi cerita. Rasanya dulu hidup ramai dengan apa saja. Sekarang ramai juga dengan cara yang berbeda. Biar bagaimana pun, dalam setiap masa, semuanya menumbuhkan. 

Kadang-kadang, aku ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka yang menumbuhkan. Tentu setelah Allah sang pemberi kehidupan. Hari-hari yang kadang tak mudah, pada akhirnya mengantarkanku pada titik ini. Guru-guru yang mungkin hingga detik ini masih di sekolah yang sama, melihat case yang sama berjuta kali, tetapi tetap belajar menghadapinya sesuai perkembangan zaman. Allah merahmati bapak ibu guru, insya Allah selalu. 

Kepada kalian yang ada di sekitarku. Waktu cepat sekali merentangkan jarak. Sebagai yang pernah tumbuh dan besar bersama teman-teman di bawah atap asrama, kosan, kontrakan, mereka adalah lingkungan tempatku bertumbuh, belajar, dan mengenal diri sembari beradaptasi. Mungkin juga karnea sekarang aku tidak punya lingkungan pertemanan yang sebagaimana jaman aku sekolah, dan bekerja dulu, rasanya asing dengan circle pertemanan. Jujur aku sering rindu. Semoga kalian Allah jaga selalu, ya. 

Salam sayang, selalu. 

Terima kasih telah menghujaniku dengan tawa dan jika, tentang asa dan derita, juga tentang harap dan mengikat makna. 

Terima kasih untuk yang telah dan pernah menulis. Sehingga masih bisa kutengok jika kangen kapan-kapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar