Rumah dan Separuh Usia

Jumat, 20 November 2015

Kajian malam ini membuat saya excited sekali. Pematerinya Eko Prasetyo, ketua Social Movement Institute. Bukan soal lembaga dan soal siapa beliau *meski itu mungkin juga matter karena pengalaman dan bacaan beliau tentu yang menjadikan materi Kajian Islam Progresifnya sangat menarik. Meski mungkin saya akna cari tahu, tai hari ini, semua itu belum perlu diketahui. At last, saya udah berniat, kalau ada kajian beliau di lokasi lain, saya mau dateng, heheu :3

Kajian hari ini soal dakwah kampus, tapi realita yang diceritakan banyak berimpact ke hal lain. Soal Islam dari masa lalu ke kini. Soal jihadis yang belajar bikin bom, soal parenting #eh, ilmuwan Islam, buku-buku kontemporer, sampe intinya adalah bagaimana seharusnya gerakan dakwah di kampus tidak melulu berkutat soal ritual agama. *mungkin satu-dua akan saya share di sini

Di atas itu semua, kemana-mananya cerita Mas Eko membuat saya kangen rumah dan ingin dengar banyak cerita dari ayah. Saya jadi pengen pulang dan lama di rumah untuk quality time dan mendiskusikan banyak hal. Meski seems gaya-gayaan karena biasanya jarang banget ada hal macem beginian. Tapi rasanya jadi pengen aja.

Baik, ini saya mau menarik garis agak jauh dari perbincangan sebelumnya. Kaalau dihitung-hitung, ini adalah tahun ke-sepuluh saya bukan lagi anak rumahan sejak saya sekolah asrama di bangku SMP Tahun ke sepuluh : it means itu hampir SEPARUH USIA SAYA--disamping selama ini saya jadi anak rumah cuman masa bocil. Hal ini membuat saya berpikir panjang dan bikin baper pengen menghabiskan waktu agak banyaak di rumah. Bukan soal manja, tapi soal bagaimana saya ingin memiliki banyak interaksi dengan orang rumah, terutama orang tua.

Time flies, sebagaimana banyaknya mal tumbuh di Cibinong, mungkin sebanyak itu pula kesempatan yang terganti dengan pendidikan yang dipercaya ayah ibu saya untuk menumbuhkembangkan saya. Saya jadi teringat ceita Ummi yang setelah sumpah dokter dan teman-temannya melamar kerja bahkan sampai Jakarta, tapi Ummi mikir soal waktu yang ingin beliau habiskan bersama Mbah di Magelang. Ummi pun pulang, mengajar TPA.

Saya kalau ditanya habis kuliah mau ngapain, sejujurnya masih bingung. Bahkan saya masih bingung dan takut soal lulus kapan *hiks*. Tapi saya jadi berpikir soal ada di rumah barang sejenak. Mengambil nafas panjang bersama kelurga. Entah kelak saya akan berkiprah di mana. Kalau kata Nabil sih, "Aku pernah ngitung tau, usia kita sama keluarga kita sekarang dan keluarga kita kelak tuh bakal banyakan sama keluarga kita nanti." #yahjadisedihkan.

Sudah ya, postingan ini segini dulu.
:")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS