Jumat, 01 Maret 2013

Malam dan Bintang

Malam ini aku terhenyak melihat langit.

Bulan pucat, malam pekat, tanpa gemintang.
Malam yang suhunya saya rasa lebih hangat dari biasanya.

Ternyata udah lama ya, nggak menikmati malam dengan cara seperti dulu. Inget kutipan di blog Maryam yang bunyinya begini :
Bahagia ada ketika pulang dari masjid selepas Isya'.. berjalan beriringan, selangkah-demi-selangkah, menikmati bintang.. menikmati semilir angin.. menikmati genggaman erat sahabat.. sambil berbincang, ringan, mengenai dunia, mimpi-mimpi, masa depan..
Udah lama saya nggak berjalan pulang Isya; bareng temen, menatap indahnya langit malam. Kadang penuh bintang, kadang cuma satu-dua, kadang juga ngga ada sama sekali. Tapi saya selalu menikmati saat-saat itu. Pun dengan langit shubuh yang nyaris selalu lebih cemerlang dibanding malamnya. Kerlap, kerlip, cemerlang.

Saya rindu banyak hal. Rindu berlama-lama menatap langit, rindu perbincangan malam--dan perbincangan yang lbeih panjang pada malam Sabtu dan Minggu. Banyak hal yang bisa diutarakan. Tentang hati, perasaan, asa, mimpi, keinginan, atau hanya sekadar cerita konyol tadi di sekolah.

Saya pengen punya loteng, atau ruangan kayak kamarnya Arnold di film Hey Arnold!, Di mana saya bisa menatap bintang, menatap langit lebih lama, dan terasa dekat--sambil menghempaskan segala perasaan dan beban.
Haha, abaikan, abaikan.

Selamat malam Sabtu!

*jadi inget postingannya Izzah

6 komentar:

  1. iya fitrii.. kangen banget curhat sampe nangisnangis :") sama Allah, sama sahabat.. subhanallah... ukhuwah, ukhuwah..

    BalasHapus
  2. Ahaha, barusan liat tweet-nya si Naylah ngomongin 'selamat pagi bintang'.
    Ngomong-ngomong, kalimat yang ini kok terasa familiar ya, "Malam yang suhunya saya rasa lebih hangat dari biasanya."

    BalasHapus
  3. ah iya ya gi? familiar? masa sih?
    tapi emg gatau kenapa semalem emang kerasa suhunya lebih hangat dr biasanya...beneran deh..

    BalasHapus
  4. tinggal tiga bulan lagi nih gue -..-

    BalasHapus
  5. Iya tuh, mendadak merasa déjà vu gitu. Halah ya sudahlah~

    BalasHapus