Minggu, 30 September 2018

Anak yang Menunggu Ayahnya

"Tau ga..." Mas Salingga diam sejenak, menarik perhatian kami. "Kalo pas pulang nih, udah deket rumah, suara motor udah kedengeran dari rumah tuh. Terus markir motor, standarnya diturunin. Anak-anak lari keluar, teriak, Ayah, Ayah! Ayah pulang! " jeda sejenak.
.
.
"Itu precious banget."

***
Saya tiba-tiba saja ingat kembali kalimat itu. Kayaknya udah lama banget deh Mas Salingga cerita itu di ruangan. Mungkin pas Yawme masih di bawah. Ndak tau kenapa ingat itu. Kemudian jadi ingat juga entah igstory Kak Reqgi atau wastory Kak Amri yang Kak Amri ada di dalam sarung terus Zayd sama Aqila teriak, "Ayah, Ayah hilang! Ayah hilang!" Hangat sekali melihatnya.

Anak-anak tidak pernah berbohong. Dalam menunggu waktu berharga dari orang tuanya. Their pure willingness  :")

Jadi inget juga video ini yang dishare di grup tebi pas temen-temen nyari inspirasi konsep video campaign.





Ingatan soal cerita Mas Salingga tadi membuat saya jadi mengingat Abi yang belakangan bolak-balik keluar kota. Mungkin dalam setengah bulan terakhir, tidak ada sampai setengah hari ketemu abi kalau ditotal, atau bahkan sepertiga hari juga tidak sampai. Di usia saya yang sekarang, kalau Abi pulang, apakah saya sungguh-sungguh menyambutnya? Heu. Jangan-jangan malah sibuk sendiri, main HP misalnya.

Terus saya jadi kepengen bikin konsep buku yang isinya tentang menunggu seseorang pulang ke rumah. Dulu pernah liat-liat di gramed pas masih di jogja (mungkin hampir dua tahunan yang lalu berarti) ada buku anak terjemahan dari Jepang kalau nggak salah, berjudul Nanti itu Kapan? Isinya tentang seorang anak yang ibunya lagi sibuk menjaga dan melayani pembeli di toko sehingga seringkali saat anaknya minta atau bertanya sesuatu, ibunya menjawab, "Nanti." Lalu si anak wondering gitu nanti itu apa dan kapan. (kalau mau cari, keywordnya Nanti itu Kapan? Satoko Miyano atau liat spoiler isi dalamnya secara online di sini)

Kepikirannya  semacam bagaimana anak menunggu Ayahnya pulang dari ia masih kecil sampai ia dewasa. Dan bagaimana juga yang berlaku sebaliknya; bagaimana orang tua menunggu anaknya pulang, dari si anak kecil sampai dewasa. Yang paling penting adalah eksekusinya sih. Karena menyedihkannya aku ini udah lama sekali ngga nulis. Hiks :((


jadi ingin menghambur meluk abi kalau abi pulang .
dan...
jadi ingin punya suporter dalam masalah tulis menulis ini .



2 komentar: