Sabtu, 01 Februari 2014

[Resensi#3] Coupl(ov)e; Selamat Menempuh Hidup Baru Adalah Meninggalkan Orang yang Dicintai di Masa Lalu

Judul Buku          : Coupl(ov)e
Penulis                : Rhein Fathia
ISBN                  : 978-602-7888-12-8
Penerbit              : Bentang Pustaka
Ketebalan           : 388 halaman
Ukuran                : 20,5 cm





Adakah persahabatan yang murni antara seorang laki-laki dan seorang perempuan? Mungkin semua orang nyaris membatin seperti itu ketika mengetahui rencana pernikahan Halya dan Raka. Mereka berdua adalah sepasang sahabat sejak SMA. Persahabatan yang saling melengkapi antara gadis periang yang cuek, sering tenggelam dalam dunia imajinasinya, dan mengedepankan sisi perasaannya serta pemuda kaku dan serius yang selalu mengutamakan sisi berpikir logisnya, bahkan dalam jatuh cinta sekalipun.

Pernikahan mereka berlangsung di usia 30. Satu sama lain tidak akan menyangka kalau hal ini benar-benar akan terjadi. Keduanya adalah sepasang sahabat yang sangat dekat. Bahkan mengetahui secara detail dengan siapa masing-masing dari mereka jatuh cinta sebelumnya. Rasa-rasanya pernikahan mereka mengalir begitu saja, tanpa rasa cinta sebelumnya.

Akankah pernikahan mereka bertahan sekalipun tanpa didahului rasa cinta? Apalagi ketika sosok Gilang, laki-laki yang dicintai Halya dahulu masih ia rindukan dan kenangan bersamanya masih sering membenak di memori Halya. Juga ketika Rina, cinta pertama Raka yang telah lama menghilang tiba-tiba datang dan makin sering mengunjungi Raka. Apalagi masing-masing mereka sama-sama tahu bagaimana besarnya perasaan cinta Halya pada Gilang, juga besarnya prasaan cinta Raka pada Rina.

Novel ini merupakan cerita cinta sepasang sahabat yang sering ditemui di pasaran. Bedanya biasanya novel-novel cinta sepasang sahabat berujung pada jenjang pacaran dan pada novel ini yang diceritakan adalah bagaimana Halya dan Raka mempertahankan kehidupan rumah tangga mereka berdua. Itulah yang menjadi kelemahan pada buku ini karena para pembaca seringkali menilai bahwa cerita cinta antar sahabat alurnya itu-itu saja atau alur yang monoton sehingga mudah ditebak. Namun di sisi lain kelemahan ini dapat menarik minat pembaca jika ia tahu bahwa cerita cinta antar sahabat yang ini berbeda dari cerita lainnya.

Pemilihan kata yang cenderung santai membuat novel ini ringan untuk di baca. Penulis dapat mengatur dengan rapi alur maju mundur yang ada dalam novel ini. Buku ini cocok di baca oleh para remaja maupun para pasangan muda. Ada hal-hal yang dapat diambil dan dipelajari dari novel ini, tentang saling percaya, komunikasi, komitmen, dan berbagai hal lainnya.


“Dalam pernikahan, dibutuhkan cinta dan iman. Dua hal itu yang menjadi stimulus agar rumah tangga tidak retak. Jika cinta belum tumbuh, tak cukupkah iman menjadi penyangga?” 
-- Coupl(ov)e 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar